RADAR TULUNGAGUNG - Harga emas Antam kembali menjadi sorotan publik di penghujung tahun.
Pada 24 Desember 2025, harga emas Antam resmi mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus Rp 2.590.000 per gram.
Lonjakan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor: bagaimana strategi investasi emas 2026 saat harga sudah tinggi?
Kenaikan harga emas Antam di akhir 2025 terbilang sangat signifikan jika dibandingkan awal tahun.
Pada Januari 2025, harga emas masih berada di kisaran Rp 1.605.000 per gram.
Meski sempat mengalami koreksi di beberapa periode, tren harga emas Antam sepanjang 2025 menunjukkan kenaikan konsisten hingga mencetak beberapa rekor baru.
Bahkan pada Agustus 2025, harga emas Antam sempat menembus Rp 2,1 juta per gram, sebelum akhirnya kembali melesat dan mencetak rekor tertinggi di Desember.
Kondisi ini membuat investor yang membeli emas sejak awal 2025 atau tahun sebelumnya merasakan keuntungan besar.
Faktor Global Dongkrak Harga Emas
Tingginya harga emas Antam tidak lepas dari pengaruh harga emas dunia yang juga sedang berada di level tinggi.
Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian global yang belum berakhir, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perang dagang antarnegara besar.
Situasi tersebut mendorong investor global beralih ke emas yang dikenal sebagai aset safe haven atau instrumen investasi berisiko rendah.
Permintaan yang meningkat membuat harga emas dunia terus terdorong naik.
Selain itu, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memberikan sinyal pemangkasan suku bunga secara agresif pada 2026.
Ketika suku bunga turun, minat terhadap dolar AS dan obligasi cenderung melemah, sehingga emas menjadi pilihan investasi yang lebih menarik.
Inflasi dan Peran Bank Sentral Dunia
Faktor lain yang memperkuat harga emas adalah inflasi global yang masih tinggi.
Meski suku bunga berpotensi dipangkas, ekspektasi inflasi jangka panjang di negara maju tetap membandel.
Dalam kondisi seperti ini, emas dianggap mampu menjaga nilai kekayaan.
Di dalam negeri, harga emas Antam juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pada Desember 2025, rupiah mengalami tekanan, sehingga turut mendorong kenaikan harga emas di pasar domestik.
Tak kalah penting, sejumlah bank sentral dunia seperti Tiongkok, Rusia, India, Polandia, hingga negara-negara Timur Tengah dilaporkan terus memborong emas.
Langkah ini dilakukan untuk menambah cadangan devisa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Permintaan global yang meningkat sementara pasokan terbatas membuat harga emas kian melambung.
Strategi Investasi Emas 2026
Dengan harga emas Antam yang sudah sangat tinggi, investor perlu menerapkan strategi yang lebih bijak
Strategi pertama adalah menempatkan emas sebagai penyeimbang portofolio, bukan sebagai pusat investasi.
Emas berfungsi menjaga stabilitas keuangan saat aset lain bergejolak, bukan untuk melipatgandakan kekayaan secara agresif.
Strategi kedua adalah memahami tujuan kepemilikan emas. Investasi emas idealnya ditujukan untuk jangka panjang, karena kekuatan utamanya adalah menjaga nilai kekayaan, bukan keuntungan cepat.
Strategi berikutnya adalah membeli emas saat harga terkoreksi.
Meski tren emas bullish dan sering mencetak rekor, tetap ada momen harga turun sementara.
Momen koreksi inilah yang paling tepat untuk membeli emas, bukan saat harga berada di puncak.
Mayoritas analis global memprediksi tren kenaikan emas masih berlanjut pada 2026.
Bahkan ada proyeksi ekstrem yang menyebut harga emas dunia berpotensi mencapai USD 6.000 per gram jika terjadi krisis geopolitik besar atau inflasi tak terkendali.
Dengan kondisi tersebut, investasi emas tetap menarik, asalkan dilakukan dengan strategi matang dan tujuan jangka panjang yang jelas.***
Editor : Vidya Sajar Fitri