Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Libur Nataru Membawa Berkah bagi Tukang Permak Celana di Jalan Adisucipto Tulungagung, Kantongi Penghasilan Lumayan

Dharaka R. Perdana • Minggu, 28 Desember 2025 | 22:16 WIB
Harto sedang melayani pelanggan permak celana di Jalan Adi Sucipto Tulungagung. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Harto sedang melayani pelanggan permak celana di Jalan Adi Sucipto Tulungagung. (DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Libur Nataru tak hanya identik dengan lonjakan wisata dan arus mudik, tetapi juga menghadirkan berkah bagi para pelaku usaha kecil di Tulungagung.

Salah satunya dirasakan Suharto, tukang permak yang membuka lapak sederhana di sepanjang Jalan Adi Sucipto, Tulungagung.

Baca Juga: Pantai Kondang Merak di Malang Selatan Cocok untuk Habiskan Libur Nataru, Perjalanan Panjang Terbayar Keindahan Panoramanya

Menjelang Natal dan Tahun Baru, dia dan rekan-rekannya yang lain kebanjiran pelanggan yang ingin merapikan celana kepanjangan sebelum bepergian.

Di momen Nataru, aktivitas masyarakat Tulungagung memang meningkat.

Banyak warga mempersiapkan diri untuk bepergian ke luar kota atau sekadar bersilaturahmi ke rumah sanak saudara.

Baca Juga: AWAS, Beberapa Titik Aspal JLS Tulungagung - Trenggalek Masih Rusak, Warga Khawatir Membahayakan Pengguna Jalan Jelang Libur Nataru

Tak sedikit yang baru menyadari celananya terlalu panjang saat hendak dipakai.

Kondisi ini membuat lapak permak Suharto nyaris tak pernah sepi sejak pagi hari.

“Sejak pagi sudah ramai, Mas. Kebanyakan minta potong celana,” ujar Suharto saat ditemui di sela kesibukannya, Rabu (24/12/2025) lalu.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik Diprediksi 24 Desember Pada Momen Nataru

Warga Desa/Kecamatan Kauman itu mengaku, momen Nataru di Tulungagung menjadi salah satu periode yang cukup mengangkat pendapatannya, terlebih bertepatan dengan libur akhir tahun.

Dengan mesin jahit tua andalannya, Suharto melayani pelanggan satu per satu dengan telaten.

Ia menyebut hasil yang diperoleh kali ini terbilang lumayan dibanding hari biasa.

"Semoga terus ramai, biasanya terus terjadi mendekati Tahun Baru,” tuturnya.

Meski begitu, Suharto tak menampik bahwa usahanya saat ini tak seramai beberapa tahun silam.

Perkembangan teknologi dan maraknya jasa permak daring sedikit banyak memengaruhi jumlah pelanggan.

Baca Juga: Destinasi Wisata Masih Jadi Primadona Libur Nataru, Kemenhub Ungkap Yogyakarta Jadi yang Teratas Tujuan Perjalanan

“Sekarang banyak jasa online, tinggal kirim barang,” ungkapnya jujur.

Namun, pria yang telah menekuni usaha permak sejak 2008 silam atau sekitar 17 tahun itu memilih tetap bertahan.

Baginya, mesin jahit bukan sekadar alat mencari nafkah, tetapi juga saksi perjalanan hidup.

Baca Juga: 35 Ribu Armada Angkutan Nataru Siap Layani Mobilitas Masyarakat Menghabiskan Libur Akhir Tahun, Berikut Rinciannya

“Saya jalani saja. Yang penting masih ada pelanggan yang percaya,” katanya.

Di tengah gempuran era digital, lapak kecil Suharto menjadi potret keteguhan pelaku UMKM Tulungagung.

Dan di setiap musim Nataru, bunyi mesin jahitnya kembali bersahut, menandai rezeki yang datang dari celana-celana yang ingin tampil lebih rapi saat hari raya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Permak #tulungagung #usaha kecil #nataru