Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nilai Investasi di Tulungagung Belum Lampaui Target Rp545 Miliar di Triwulan Tiga, Namun Sudah Melampaui Batas Minimal, Begini Alasan DPMPTSP

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 30 Desember 2025 | 19:08 WIB

Nampak area Perkotaan Tulungagung dari atas
Nampak area Perkotaan Tulungagung dari atas

RADAR TULUNGAGUNG – Geliat investasi di Tulungagung menunjukkan tren positif hingga memasuki penghujung  2025.

Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung, capaian realisasi investasi hingga triwulan ketiga telah melampaui target proporsional yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala DPMPTSP Tulungagung, Imroatul Mufidah, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pemkab mematok target investasi Rp 545 miliar.

Baca Juga: Harga Emas Antam Cetak Rekor Rp 2,59 Juta Per Gram, Ini Strategi Investasi Emas 2026 Saat Harga Sudah Terlalu Tinggi

Target tersebut merupakan akumulasi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) serta penanaman modal asing (PMA).

​"Rp 447,7 miliar sampai dengan triwulan III. Triwulan III itu (sampai) September," terangnya.

​Secara kalkulasi persentase, capaian tersebut diklaim telah melampaui batas minimal target triwulanan.

Baca Juga: Investasi Anak Muda: Peluang Cerah untuk Memulai Usaha Sejak Dini

Jika biasanya pada triwulan ketiga realisasi dipatok di angka 75 persen, Tulungagung justru mencatatkan angka yang lebih tinggi.

Hal ini menandakan adanya aktivitas ekonomi yang cukup stabil di berbagai sektor usaha, baik skala besar maupun mikro.

"Sudah. Harusnya 75 persen kan. Itu kita (sudah capai) 82 persen. Jadi ada kelebihan 75 ke 82," imbuhnya.

Baca Juga: Pemerintah-DPR Sepakat Kucurkan Penyertaan Modal Negara untuk BUMN dan Badan Bank Tanah, Ini Rinciannya

Namun, dalam struktur investasi yang masuk, tampak adanya ketimpangan antara modal domestik dan modal asing.

Investasi di Tulungagung sejauh ini masih bertumpu pada kekuatan lokal, di mana sektor usaha mikro kecil (UMK) dan non-UMK menjadi tulang punggung utama penggerak angka realisasi.

Perempuan yang karib disapa Im ini merinci bahwa sektor non-UMK menyumbang porsi terbesar dalam struktur PMDN tahun ini.

"Yang dalam negeri itu kurang lebih ada non-UMK dan UMK. Non-UMK-nya Rp 255,8 miliar. UMK-nya Rp 174,9 miliar," urai perempuan berjilbab ini.

Kondisi berbeda justru terlihat pada sektor penanaman modal asing (PMA). Hingga saat ini, ketertarikan investor luar negeri untuk menanamkan modal di Tulungagung tergolong masih sangat minim jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga atau kota-kota besar lainnya di Jawa Timur.

Baca Juga: Modal 40 Juta-an, LEXI LX 155 Japan Look Sukses Juarai Kategori Elit di Event CustoMAXI 2025

"Kalau yang PMA-nya Rp 16,9 (miliar). Jadi memang PMA-nya kecil di Tulungagung," ungkapnya.

Meski angka realisasi menunjukkan tren positif, DPMPTSP mengaku masih menghadapi tantangan klasik dalam urusan birokrasi pelaporan.

Kendala utama bukan lagi soal minimnya minat, melainkan pada tingkat kepatuhan para pelaku usaha dalam mengisi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Baca Juga: BLT Kesra Langsung Masuk Dompet Warga Tulungagung, Mereka Ancang-ancang Manfaatkan untuk Modal Usaha dan Beli Kebutuhan Harian

Padahal, LKPM menjadi instrumen vital untuk mengukur sejauh mana investasi benar-benar berjalan di lapangan.

Menurut dia, banyak investor yang hanya bersemangat di awal saat mengurus nomor induk berusaha (NIB), namun abai saat diminta melaporkan perkembangan nilai modal setelah usaha berjalan sekian tahun.

Padahal, kewajiban pelaporan ini telah diatur secara tegas dalam regulasi terbaru, yakni PP 28 Tahun 2025.

"Jadi, realisasi investasi dalam LKPM itu tergantung kesadaran para investor untuk melaporkan kegiatan penanaman modalnya," ujarnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #investasi #Penghujung 2025