Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tambah Koleksi Saham DEWA, CGS International Kucurkan Dana Rp 179,6 Miliar, Kepemilikan Tembus 5,53%

Vidya Sajar Fitri • Selasa, 30 Desember 2025 | 22:35 WIB
CGS International Sekuritas Indonesia menambah koleksi saham DEWA dengan nilai fantastis.(ilustrasi AI)
CGS International Sekuritas Indonesia menambah koleksi saham DEWA dengan nilai fantastis.(ilustrasi AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Langkah agresif kembali dilakukan investor institusi di Bursa Efek Indonesia. CGS International Sekuritas Indonesia menambah koleksi saham DEWA dengan nilai fantastis.

Aksi ini langsung mencuri perhatian pelaku pasar karena dilakukan di tengah lonjakan harga saham PT Darma Henwa Tbk.

Berdasarkan keterbukaan informasi, CGS International Sekuritas Indonesia memborong ratusan juta saham DEWA pada 11 Desember 2025.

Total saham yang dibeli mencapai 680.340.377 lembar dengan harga pelaksanaan Rp 264 per saham sehingga dana yang digelontorkan menembus Rp 179,6 miliar.

Transaksi tersebut semakin menegaskan keseriusan CGS International dalam memperbesar eksposur terhadap emiten jasa pertambangan tersebut.

Transaksi Repurchase Agreement

Manajemen CGS International menjelaskan bahwa pembelian saham DEWA tersebut dilakukan dalam rangka skema repurchase agreement (repo).

Dalam skema ini, kepemilikan saham tercatat secara langsung atas nama CGS International Sekuritas Indonesia.

“Tujuan transaksi ini dilakukan dalam rangka repurchase agreement dengan status kepemilikan saham secara langsung,” demikian keterangan manajemen yang disampaikan kepada otoritas bursa.

Skema repo lazim digunakan di pasar modal sebagai bagian dari strategi pendanaan maupun pengelolaan likuiditas, namun tetap memberi sinyal kuat terhadap tingkat kepercayaan investor terhadap saham yang dijadikan underlying.

Kepemilikan CGS International Naik Signifikan

Seiring aksi borong tersebut, kepemilikan saham CGS International di DEWA melonjak signifikan.

Sebelumnya, CGS International tercatat menguasai 1.569.200.000 saham atau sekitar 3,86% dari total saham beredar.

Setelah transaksi, kepemilikannya meningkat menjadi 2.249.540.377 saham, setara dengan 5,53%.

Lonjakan ini sekaligus memperkuat posisi CGS International sebagai salah satu pemegang saham penting di PT Darma Henwa Tbk.

Kenaikan porsi kepemilikan di atas 5% juga membuat langkah CGS International semakin diperhatikan investor ritel maupun institusi lainnya.

Saham DEWA Melejit di Bursa

Di lantai perdagangan, saham DEWA merespons positif. Pada sesi siang perdagangan Senin (29/12), harga saham DEWA terpantau melonjak 20,54% ke level Rp 675 per saham.

Dalam jangka pendek, performa saham ini tergolong luar biasa. Selama sebulan terakhir, saham DEWA tercatat melonjak 56,25%, sementara secara year to date (YtD) telah terbang hingga 508,11%.

Lonjakan harga ini membuat DEWA masuk radar banyak pelaku pasar sebagai salah satu saham tambang dengan kinerja paling agresif sepanjang 2025.

Daya Tarik Fundamental dan Momentum

Minat investor terhadap saham DEWA tak lepas dari kombinasi momentum harga, sentimen korporasi, serta prospek bisnis jasa pertambangan.

Aksi korporasi sebelumnya, termasuk penggalangan pendanaan dan perbaikan struktur keuangan, turut menopang persepsi positif pasar.

Selain itu, saham DEWA juga mulai dilirik oleh berbagai sistem analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menilai saham berdasarkan fundamental, valuasi, dan momentum harga, bukan sekadar popularitas semata.

Sistem berbasis AI ini menilai peluang saham dengan membandingkan rasio risiko dan potensi imbal hasil berdasarkan data historis dan tren pasar terkini, sebagaimana yang pernah berhasil mengidentifikasi saham-saham juara global seperti Super Micro Computer dan AppLovin pada fase awal reli harga mereka.

DEWA Masuk Radar Strategi AI?

Dengan lonjakan harga yang agresif dan masuknya investor institusi besar, muncul pertanyaan di kalangan pelaku pasar: apakah saham DEWA masih menyimpan peluang lanjutan atau justru sudah mendekati area jenuh beli?

Sejumlah analis menilai, meski tren masih kuat, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas tinggi serta menunggu konfirmasi lanjutan dari kinerja fundamental perusahaan.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bursa efek indonesia #saham #dewa #CGS