RADAR TULUNGAGUNG – Pekerjaan rumah menanti seluruh pihak di Tulungagung pada 2026 ini.
Khususnya dalam hal menarik minat investor atau pemilik modal kakap, mengingat Tulungagung belum punya identitas dan ciri khas yang jadi daya tarik.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tulungagung menekankan pentingnya kesepakatan bersama terkait arah pembangunan daerah sebagai kunci utama membangun perekonomian di Bumi Ngrowo ini.
Hal itu disampaikan Ketua Kadin Tulungagung, Rifqi Firmansyah. Menurut dia, strategi penguatan investasi dan ekonomi daerah sangat penting untuk kemakmuran masyarakat Tulungagung 2026.
Para investor pada dasarnya membutuhkan kejelasan arah sebelum menanamkan modal. Karena itu, pemerintah daerah bersama Kadin, asosiasi pengusaha, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat perlu bersatu menentukan identitas Tulungagung ke depan.
“Kalau bicara investasi, pertanyaan pertama investor itu sederhana, pasti mereka tanya kapan balik modal. Tapi yang lebih penting, Tulungagung ini mau dibawa ke arah mana. Kalau masih ambigu, investor akan sulit datang,” ujarnya.
Dia menyebutkan setidaknya ada enam sektor yang bisa menjadi pilihan arah pembangunan daerah, yakni sebagai kota tujuan kesehatan, pendidikan, budaya, pariwisata, pemerintahan, atau ekonomi dan investasi.
Baca Juga: Industri Kreatif di Era Modern Indonesia: Kreativitas sebagai Infrastruktur Ekonomi
Dari berbagai potensi tersebut, Rifqi menilai sektor pariwisata dan pendidikan menjadi yang paling menjanjikan.
“Tulungagung punya gunung dan laut. Potensi wisatanya sangat kuat. Selain itu, kita juga berpeluang besar menjadi kota tujuan pendidikan, terutama di wilayah Mataraman bagian selatan yang belum memiliki pusat pendidikan unggulan seperti Malang atau Surabaya,” jelasnya.
Keberadaan UIN SATU dinilai menjadi modal awal yang sangat baik. Rifqi berharap ke depan bisa tumbuh lebih banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta sehingga menciptakan efek domino terhadap perekonomian daerah.
“Kalau pendidikan berkembang, otomatis orang tinggal di sini, makan di sini, berwisata di sini. Ekonomi bergerak, UMK akan ikut naik, masyarakatnya sejahtera,” tambahnya.
Dia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga harus digenjot agar bisa berdampak langsung pada daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, kota maju ditandai dengan ekosistem ekonomi yang berjalan dan memiliki arah yang jelas.
“Ketika kita sudah sepakat menjadi kabupaten yang seperti apa, maka investor tidak perlu dicari, mereka akan datang sendiri. Dampaknya nanti PAD naik, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegas Rifqi.
Dia juga mengatakan Kadin Tulungagung berharap seluruh elemen, termasuk media, dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah dengan menyajikan informasi yang optimistis dan konstruktif demi kemajuan perekonomian Tulungagung ke depan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana