Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Penanaman Modal yang Masuk Tulungagung Diproyeksikan Meningkat Tahun Ini, Sektor Perikanan Masih Menjadi Andalan

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 5 Januari 2026 | 23:21 WIB

Pedagang ikan segar di Pasar Ngemplak sedang menata dagangan
Pedagang ikan segar di Pasar Ngemplak sedang menata dagangan

RADAR TULUNGAGUNG - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung mulai memetakan arah kebijakan investasi untuk tahun mendatang.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), target nilai investasi yang dipatok masuk Tulungagung untuk tahun 2026 diproyeksikan menyentuh angka Rp 546 miliar (M).

Meski angka tersebut menunjukkan tren positif, kenaikan yang direncanakan untuk Tulungagung tergolong moderat.

Baca Juga: Investasi Emas 2026 di Tengah Harga Tinggi: Strategi Cerdas Hadapi Risiko, Proyeksi Harga, dan Kesalahan Fatal Investor Pemula

Jika dibandingkan dengan target tahun berjalan, kenaikan yang dibebankan hanya berkisar pada angka Rp 1 miliar.

Fokus utama pemerintah daerah saat ini masih tertuju pada sektor-sektor berbasis potensi lokal yang selama ini konsisten menyumbang angka realisasi tertinggi.

Kepala DPMPTSP Tulungagung, Imroatul Mufidah, mengungkapkan bahwa sektor perikanan sejauh ini tetap menjadi primadona investasi di Kota Marmer.

Baca Juga: Investasi 2026 Menurut Yudo Sadewa: Emas, Bitcoin, dan Perak Jadi Kunci Hindari Bangkrut, Saham Ini Wajib Dilirik

Potensi alam dan ekosistem usaha di bidang ini dinilai paling stabil dalam menarik minat para investor dibandingkan sektor lainnya. “Tahun 2026 targetnya di RPJM kita sudah ada Rp 546 miliar,” ungkap perempuan berjilbab ini.

​Terkait besaran kenaikan target yang tidak terlalu agresif, Imroatul menjelaskan bahwa tetap mengacu pada kalkulasi yang realistis.

Dia menyebut selisih kenaikan dibandingkan tahun ini memang berada di angka yang terukur agar realisasi di lapangan tetap bisa tercapai secara maksimal. ​“Kurang lebih Rp 1 miliar (kenaikannya),” imbuhnya singkat mengenai perbandingan target tahunan.

Baca Juga: Nilai Investasi di Tulungagung Belum Lampaui Target Rp545 Miliar di Triwulan Tiga, Namun Sudah Melampaui Batas Minimal, Begini Alasan DPMPTSP

Disinggung mengenai peta kekuatan sektor, Imroatul memaparkan bahwa sektor perikanan sulit digeser dari posisi puncak dalam beberapa tahun terakhir.

Meski sektor industri dan UMKM terus menunjukkan geliat, kontribusi perikanan tetap menjadi yang paling dominan di Tulungagung. “Perikanan. Di Tulungagung itu yang paling tinggi sektor perikanan,” tegas perempuan berhijab ini.

Kendati demikian, dinamika investasi di Tulungagung tidaklah statis. Imroatul memberikan catatan bahwa posisi antarsektor kerap mengalami fluktuasi berdasarkan evaluasi per triwulan.

Sektor perdagangan dan pertanian sering kali saling susul-menyusul di posisi kedua dan ketiga, tergantung pada kondisi pasar dan musim.

“Nomor dua (industri dan UMKM). Terus perdagangan. Kadang-kadang nomor tiga pertanian. Jadi ada fluktuasi. Tapi yang sektor tertinggi itu perikanan, di Tulungagung, investasinya,” jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah-DPR Sepakat Kucurkan Penyertaan Modal Negara untuk BUMN dan Badan Bank Tanah, Ini Rinciannya

Lalu, meski dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sejak 2022 perikanan selalu unggul, terdapat anomali pada data terbaru.

Pada triwulan III tahun 2025, sektor perdagangan eceran sempat menyalip posisi perikanan. Hal ini menjadi indikator bahwa iklim investasi di Tulungagung mulai mengalami diversifikasi yang cukup dinamis.

“Tapi untuk 2022, tiga tahun terakhir itu tetap yang unggul itu perikanan. Cuma di triwulan III kemarin ada pergeseran. Di 2025 itu yang tertinggi menjadi perdagangan eceran. Baru di bawahnya perikanan,” pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #investasi #Rencana pembangunan jangka menengah #RPJM