Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Emas Antam Awal 2026 Tembus Rp 2,48 Juta Per Gram, Naik 57 Persen Setahun, Masih Layak Dibeli?

Vidya Sajar Fitri • Rabu, 7 Januari 2026 | 09:26 WIB
Kenaikan harga emas sepanjang 2025 hingga awal 2026 didorong sejumlah faktor global. Apakah masih layak dibeli?(ilustrasi AI)
Kenaikan harga emas sepanjang 2025 hingga awal 2026 didorong sejumlah faktor global. Apakah masih layak dibeli?(ilustrasi AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Harga emas Antam awal 2026 kembali menjadi sorotan publik.

Per 1 Januari 2026, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk tercatat berada di level Rp 2,488 juta per gram.

Meski turun tipis sekitar Rp 13 ribu dibandingkan hari sebelumnya, posisi harga ini tetap tergolong sangat tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lonjakan harga emas Antam awal 2026 tidak terjadi secara tiba-tiba.

Sepanjang tahun 2025, emas batangan Antam mengalami kenaikan sekitar 57 persen.

Angka tersebut tergolong luar biasa untuk instrumen investasi yang selama ini dikenal stabil dan minim risiko. 

Kondisi ini memicu dilema di kalangan masyarakat.

Di satu sisi, banyak calon investor khawatir membeli emas di harga puncak.

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran harga emas justru akan terus melonjak sehingga kesempatan investasi terlewatkan. 

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas sepanjang 2025 hingga awal 2026 didorong sejumlah faktor global.

Salah satu yang paling dominan adalah ketidakpastian geopolitik internasional.

Konflik berkepanjangan di berbagai kawasan dunia membuat investor global berbondong-bondong mencari aset safe haven. 

Selain itu, kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat turut memengaruhi harga emas.

Sinyal penurunan suku bunga acuan The Fed membuat emas semakin menarik karena opportunity cost memegang emas menjadi lebih rendah dibandingkan instrumen berbunga. 

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah aksi akumulasi emas oleh bank sentral dunia.

Sejumlah negara besar seperti China dan India terus menambah cadangan emas mereka sebagai langkah diversifikasi aset dari dolar Amerika Serikat. 

Dampak Nilai Tukar Rupiah

Bagi investor Indonesia, harga emas Antam awal 2026 tidak hanya dipengaruhi harga emas global, tetapi juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ketika rupiah melemah, harga emas dalam rupiah otomatis ikut terkerek meskipun harga global relatif stagnan. 

Kondisi ini menjadikan emas sebagai instrumen dengan perlindungan ganda, yakni terhadap inflasi dan pelemahan mata uang.

Inilah yang membuat emas tetap diminati meski harganya sudah berada di level tinggi. 

Proyeksi Harga Emas 2026

Sejumlah lembaga keuangan global masih optimistis terhadap prospek emas.

Bank of America dan Goldman Sachs memproyeksikan harga emas dunia berpotensi menembus USD 4.500 hingga USD 5.000 per ons dalam beberapa tahun ke depan. 

Namun demikian, ada pula pandangan yang lebih konservatif.

Beberapa analis memperingatkan potensi koreksi 5–20 persen jika ekonomi global pulih lebih cepat dari perkiraan. 

Dengan kondisi tersebut, investor dihadapkan pada satu fakta penting: harga emas memang tinggi, tetapi fundamentalnya masih kuat.

Keputusan membeli emas di awal 2026 sebaiknya tidak didasarkan pada emosi, melainkan pada strategi dan tujuan investasi jangka panjang.***

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#emas batangan antam #investasi emas #harga emas hari ini #emas naik 2026 #harga emas antam awal 2026