Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound ke 9.000, Asing Net Buy Rp25 Miliar dan Saham Properti Mulai Bangkit

Natasha Eka Safrina • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:30 WIB

IHSG hari ini berpeluang rebound setelah turun 0,58%. Asing net buy Rp25 miliar, saham properti dan energi mulai bangkit.
IHSG hari ini berpeluang rebound setelah turun 0,58%. Asing net buy Rp25 miliar, saham properti dan energi mulai bangkit.

JAKARTA - Pergerakan IHSG hari ini berpotensi kembali menguat setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,58 persen ke level 8.884,72. Pelemahan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan membuka peluang teknikal bagi indeks untuk melakukan rebound dalam jangka pendek.

Meski IHSG ditutup di zona merah, aktivitas investor asing tercatat masih mencatatkan net buy sebesar Rp25 miliar. Saham-saham yang paling banyak diborong investor asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), serta PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut IHSG hari ini berpeluang rebound selama mampu bertahan di atas area support terdekat. Menurutnya, level 8.870 menjadi titik krusial yang perlu dijaga oleh indeks untuk membuka peluang penguatan lanjutan.

Baca Juga: Besaran Dana Desa 2026 untuk Tulungagung Terjun Bebas, Tahun Ini Tersisa Rp 86,659 Miliar

Level Support dan Resistance IHSG Hari Ini

Secara teknikal, Fanny memproyeksikan support IHSG berada di rentang 8.720 hingga 8.780. Apabila tekanan jual kembali meningkat dan indeks menembus area tersebut, potensi koreksi lanjutan masih perlu diwaspadai.

Sementara itu, area resistance IHSG berada di kisaran 8.930 hingga 9.006. Jika level ini berhasil ditembus, peluang penguatan menuju kembali ke level psikologis 9.000 akan semakin terbuka.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas 8.870, peluang rebound masih cukup besar,” ujar Fanny dalam riset hariannya.

Baca Juga: Transfer Terpanas BRI Super League Putaran Kedua 2025–2026: Henry Dombia Merapat, Persija Bidik Kiper Brasil hingga PSM Incar Pato

Saham Pilihan: Energi hingga Properti

Untuk perdagangan IHSG hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan berbasis teknikal, di antaranya ANTM, PGAS, BKSL, MSIN, ADRO, dan AADI. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi teknikal menarik di tengah kondisi pasar yang mulai stabil.

Fokus investor juga mulai bergeser ke saham-saham sektor properti non-bank yang mencatatkan pergerakan cukup agresif dalam beberapa hari terakhir. Secara teknikal, saham properti dinilai telah melalui fase konsolidasi panjang dan mulai menunjukkan sinyal breakout.

ASRI: Buy on Weakness, Target 220

Saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) direkomendasikan buy on weakness di kisaran 180–185, dengan stop loss di bawah 165. Target kenaikan saham ini diproyeksikan hingga area 220.

Baca Juga: transfer Terpanas BRI Super League Putaran Kedua 2025–2026: Persijap Jepara Borong Pemain, Persija Bidik Dalberto, Persebaya Kejar Winger Timnas Aus

Menurut analis, pergerakan ASRI mencerminkan pola flat base breakout setelah konsolidasi panjang. Faktor sentimen seperti perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) turut menjadi katalis positif bagi sektor properti.

MEDC Didukung Fundamental dan Aset AMMAN

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga menjadi sorotan. Saham ini dinilai masih atraktif untuk dikoleksi di area dekat 1.500 dengan stop loss di bawah 1.400. Target jangka pendek MEDC diperkirakan berada di kisaran 1.650 hingga 1.740.

Penguatan MEDC didukung oleh kepemilikan saham di AMMAN Mineral, yang smelternya mulai beroperasi kembali. Hal ini diperkirakan akan memperbaiki kinerja keuangan MEDC pada tahun ini dan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 Putaran Kedua Dibuka, 4 Nama Ini Diprediksi Merapat ke Persik Kediri, Nomor Satu Bikin Geger

SMRA dan AADI Menarik untuk Re-entry

Dari sektor properti, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) direkomendasikan buy on weakness di area 390–400 dengan stop loss di bawah 380. Target kenaikan SMRA berada di kisaran 420 hingga 440, meski penutupan terakhir tercatat melemah.

Sementara itu, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dinilai menarik untuk re-entry setelah mengalami pullback dengan volume rendah. Saham ini direkomendasikan dikoleksi di area saat ini dengan stop loss di bawah 6.900 dan target jangka menengah di kisaran 7.600–7.650, mendekati moving average 50.

Fokus Investor Tetap pada Manajemen Risiko

Meski IHSG hari ini berpeluang menguat, analis mengingatkan investor untuk tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko. Volatilitas pasar masih berpotensi terjadi seiring beragam sentimen global dan domestik yang mempengaruhi pergerakan indeks.

Baca Juga: Transfer Terpanas BRI Super League Putaran Kedua 2025–2026: Henry Dombia Merapat, Persija Bidik Kiper Brasil hingga PSM Incar Pato

Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor, dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta perkembangan pasar secara keseluruhan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#ihsg hari ini #saham #ihsg #saham indonesia #Saham properti