JAKARTA - Grup Djarum borong saham SSIA di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada perdagangan terbaru. IHSG tercatat melemah 0,58 persen dan ditutup di level 8.884, namun di balik tekanan pasar tersebut, pergerakan saham-saham tertentu justru mulai menunjukkan sinyal kebangkitan, terutama emiten yang terpantau diakumulasi investor besar.
Koreksi IHSG ini terjadi setelah indeks sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Tekanan jual masih terasa seiring aksi profit taking pada saham-saham yang sebelumnya sudah mengalami reli cukup panjang. Meski demikian, secara umum struktur tren IHSG masih dinilai cukup sehat dengan sejumlah saham uptrend mulai mengalami koreksi wajar.
Grup Djarum Borong Saham SSIA
Salah satu emiten yang mencuri perhatian pelaku pasar adalah PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Saham SSIA ditutup menguat tipis 0,27 persen ke level 1.830. Secara teknikal, pergerakan SSIA dinilai mulai bangkit setelah sebelumnya berada dalam fase downtrend dan sempat menyentuh area 1.625.
Data keterbukaan informasi menunjukkan Grup Djarum borong saham SSIA melalui PT Dwi Muria Investama Andalan. Pada periode semester II 2025, tepatnya Juli hingga Desember, Grup Djarum tercatat mengakumulasi sekitar 15,83 juta lembar saham SSIA. Aksi ini memperkuat persepsi pasar bahwa emiten properti dan infrastruktur tersebut masih memiliki prospek jangka menengah yang menarik.
Secara teknikal, SSIA telah berhasil bergerak kembali ke atas garis MA50 dan MA150, yang menjadi indikasi awal pembalikan arah tren. Namun demikian, pergerakan saham ini masih memerlukan konfirmasi lanjutan untuk benar-benar memasuki fase uptrend baru.
Area Kunci Pergerakan Saham SSIA
Dari sisi teknikal, level resistance terdekat SSIA berada di area 1.880. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang lanjutan kenaikan menuju target psikologis 2.000 semakin terbuka. Sebaliknya, apabila gagal menembus resistance, saham ini berpotensi kembali bergerak sideways.
Untuk investor yang sudah mengoleksi saham SSIA, posisi masih dinilai layak dipertahankan selama harga tidak turun di bawah area 1.500. Sementara bagi investor yang belum masuk, area 1.800 hingga mendekati MA50 dinilai lebih ideal untuk mencermati peluang entry secara bertahap.
KIJ dan Emiten Properti Lain Ikut Disorot
Selain SSIA, saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) juga menarik perhatian. Secara teknikal, KIJA dinilai berada dalam kondisi yang lebih kuat dibandingkan SSIA. Saham ini telah lebih dulu berhasil menembus MA50 sejak Desember lalu dan masih bergerak dalam tren naik meski mengalami koreksi harian sekitar 2 persen ke level 332.
Support terdekat KIJA berada di area 320, sementara support kuat ada di kisaran 300. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, tren naik masih dinilai aman. Target jangka pendek berada di level 350, dengan potensi lanjutan menuju 380 apabila momentum pasar membaik.
Harta Dinata dan ARCI Masih Dalam Radar
Saham PT Harta Dinata Abadi Tbk juga melanjutkan penguatan signifikan dengan kenaikan lebih dari 16 persen ke level 2.770. Secara teknikal, saham ini masih berada dalam fase uptrend setelah berhasil menembus resistance penting di 2.400. Aksi beli investor asing turut memperkuat sentimen positif pada saham ini, dengan target lanjutan mengarah ke area 3.000.
Sementara itu, saham ARCI juga terpantau masih bergerak dalam tren naik jangka menengah. Meski beberapa kali gagal menembus resistance 1.800, support kuat di area 1.600 masih mampu menahan tekanan jual. Akumulasi asing dalam sepekan terakhir menjadi sinyal tambahan bahwa saham ini masih menarik untuk dipantau.
Pasar Masih Selektif
Dengan IHSG yang sedang terkoreksi, pelaku pasar diimbau lebih selektif dalam memilih saham. Aksi Grup Djarum borong saham SSIA menjadi contoh bahwa di tengah volatilitas pasar, investor besar tetap melakukan akumulasi pada saham yang dinilai memiliki valuasi dan prospek menarik.
Dalam jangka pendek, pergerakan pasar diperkirakan masih fluktuatif. Namun bagi investor yang cermat membaca sinyal teknikal dan aksi bandar, koreksi IHSG justru dapat menjadi peluang untuk mengoleksi saham-saham pilihan secara bertahap.
Editor : Natasha Eka Safrina