Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Hari Ini Fluktuatif, Profit Taking dan Isu MSCI Jadi Sorotan

Dara Shauqy Hadiwijaya • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:10 WIB

IHSG Hari Ini Fluktuatif, Profit Taking dan Isu MSCI Tekan Pasar Saham
IHSG Hari Ini Fluktuatif, Profit Taking dan Isu MSCI Tekan Pasar Saham

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG hari ini) menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat sekitar 0,69 persen dan bergerak di kisaran 8.940, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah dan gagal bertahan di level psikologis 9.000.

Fluktuasi IHSG ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah maraknya aksi profit taking, terutama pada saham-saham konglomerasi dan big caps, serta kekhawatiran terhadap isu perubahan perhitungan indeks MSCI Indonesia.

 

Profit Taking Tekan Saham Konglomerasi

CEO Visor.id, Praska Putranto, menilai pelemahan IHSG dalam beberapa sesi terakhir lebih banyak dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah reli panjang yang terjadi sebelumnya.

Menurutnya, pada perdagangan sebelumnya IHSG sempat mengalami tekanan cukup dalam hingga mendekati level 8.700-an, terutama pada sesi kedua perdagangan.

“Pergerakan IHSG kemarin cukup fluktuatif. Meskipun secara data masih tercatat net buy asing, terlihat adanya profit taking yang cukup besar, khususnya di saham-saham barang baku dan infrastruktur,” ujar Praska dalam dialog pasar.

 

Baca Juga: Pertamina Enduro vs Livin Mandiri Proliga 2026: Jadwal Laga Kedua, Hasil Terbaru, Klasemen, dan Top Skor Voli Putri

 

Saham Big Caps Jadi Sasaran Koreksi

Aksi koreksi paling terasa pada saham-saham konglomerasi, terutama yang sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan. Saham-saham yang berkaitan dengan sektor energi, migas, dan logam menjadi sasaran aksi jual setelah mencapai level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Secara teknikal, Praska menyebut sejumlah saham big caps telah memasuki fase koreksi jangka pendek hingga menengah, yang tercermin dari pergerakan indikator teknikal seperti moving average.

“Koreksi ini masih tergolong wajar sebagai bentuk penyesuaian pasar setelah kenaikan tajam,” jelasnya.

 

Isu Perubahan Perhitungan MSCI Jadi Perhatian Pasar

Selain faktor teknikal, pasar juga dibayangi oleh sentimen rencana perubahan perhitungan indeks MSCI, yang berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

Perubahan tersebut berkaitan dengan perhitungan free float dan kepemilikan saham oleh korporasi tertentu, yang dikhawatirkan dapat mendorong penyesuaian portofolio investor global.

“Isu MSCI ini menjadi salah satu faktor yang membuat investor cenderung wait and see. Ada potensi penyesuaian exposure investor asing terhadap saham-saham Indonesia,” kata Praska.

 

Dampak terhadap Pasar Saham Indonesia

Meski demikian, Praska menilai dampak perubahan MSCI terhadap IHSG kemungkinan tidak terjadi secara drastis, melainkan bertahap. Saham-saham berkapitalisasi besar masih berpotensi mengalami tekanan lanjutan, namun dalam skala yang relatif terkendali.

Beberapa saham big caps diperkirakan akan menguji level support terdekat sebelum kembali menemukan keseimbangan baru di pasar.

 

Baca Juga: Transfer Terpanas BRI Super League Putaran Kedua 2025–2026: Semen Padang Incar Striker Brasil, Persebaya Bidik Winger Kanada hingga Persija Lirik pmn

 

Sentimen Geopolitik Global Masih Terbatas

Dari sisi eksternal, pasar juga mencermati sentimen geopolitik global, termasuk dinamika hubungan Amerika Serikat dan Venezuela, serta ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berkaitan dengan harga minyak dunia.

Namun, menurut Praska, dampak sentimen geopolitik terhadap IHSG sejauh ini masih relatif minor dan lebih bersifat jangka pendek.

“Efeknya lebih terasa pada pergerakan harga minyak mentah. Selama tidak ada lonjakan signifikan, dampaknya ke IHSG masih terbatas,” ujarnya.

 

IHSG Hari Ini dan Proyeksi Jangka Pendek

Pada perdagangan pagi ini, penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah sektor seperti industri dasar, energi, dan perbankan, sementara sektor transportasi tercatat mengalami pelemahan.

Sementara itu, bursa saham Asia juga menunjukkan tren positif dengan indeks Nikkei, Hang Seng, dan Kospi dibuka menguat, memberikan sentimen eksternal yang cukup kondusif bagi pasar domestik.

Ke depan, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati pergerakan saham big caps, aliran dana asing, serta perkembangan isu global dan MSCI yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#ihsg hari ini #2026 #ihsg #ekonomi dan bisnis