JAKARTA – Kabar baik hadir bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemerintah memastikan bantuan sosial Januari cair KKS mulai disalurkan bertahap, meliputi PKH tahap 1, BPNT, hingga BLT BBM.
Informasi ini menjadi sorotan karena banyak masyarakat yang menunggu kepastian jadwal pencairan awal tahun.
Dalam update terbarunya, penyaluran tiga program utama yang cair melalui kartu KKS Merah Putih dipastikan mulai bergerak pada minggu ketiga hingga keempat Januari, atau paling lambat awal Februari.
Pemerintah menegaskan bahwa percepatan penyaluran ini dilakukan agar KPM dapat segera memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan pokok dan peningkatan ekonomi keluarga.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound, Asing Net Buy dan Saham Properti Mulai Breakout
PKH Tahap 1 Mulai Disalurkan
Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi bansos pertama yang dipastikan cair melalui kartu KKS.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, PKH tahap 1 akan dipercepat agar tidak terjadi penumpukan penyaluran.
Jadwal pencairan disebutkan dimulai pada pertengahan hingga akhir Januari.
Namun, pemerintah juga mengingatkan bahwa sebagian penyaluran yang sebelumnya melalui PT Pos Indonesia akan dialihkan sepenuhnya ke KKS Merah Putih.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses kontrol data dan penyaluran tanpa hambatan.
Masyarakat yang masih menerima melalui Pos diminta menunggu arahan berikutnya terkait pembaruan kartu.
Baca Juga: IHSG Sempat Anjlok 2 Persen, Analis Ingatkan Investor Bersiap Hadapi Wave Kedua
BPNT Cair per Bulan Rp200 Ribu
Program kedua yang cair adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Dalam skema terbaru, BPNT akan diberikan rutin per bulan sebesar Rp200.000 selama 12 bulan penuh.
Penerima juga diminta menjaga kartu KKS mereka agar tidak rusak atau hilang.
Prediksi penyaluran BPNT pertama di tahun ini pun sama dengan PKH, yakni mulai minggu ketiga Januari hingga awal Februari.
Pemerintah mengimbau warga segera melakukan pengecekan saldo KKS secara berkala agar tidak melewatkan pencairan.
Bagi KPM yang kartunya bermasalah, disarankan untuk segera mengurus penggantian di bank penyalur terdekat.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound ke 9.000, Asing Net Buy Rp25 Miliar dan Saham Properti Mulai Bangkit
BLT BBM Menunggu Finalisasi, 99% Siap Cair
Bantuan ketiga yang juga akan cair di kartu KKS adalah BLT BBM, meski pengumumannya masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Sosial.
Namun berdasarkan pernyataan pejabat pemerintah, persiapan penyalurannya telah mencapai 99 persen dan kini tinggal menunggu pemberitahuan resmi.
Salah satu poin penting adalah rencana pembuatan ATM baru untuk KPM yang sebelumnya menerima melalui PT Pos Indonesia.
Jika KPM belum memiliki KKS, mereka perlu segera membuat kartu baru untuk memudahkan pencairan BLT BBM ketika diputuskan cair.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Volatil, Tekanan Jual Masif Berhasil Terserap Pasar
Tiga BLT Tunai Mulai Senin: PIP, PKH+, dan BPNT Pos
Selain tiga bansos utama melalui KKS, terdapat tiga BLT tunai tambahan yang juga dipastikan cair mulai Senin.
Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi yang pertama.
Batas aktivasi rekening ditetapkan hingga 31 Januari, dan pencairan susulan mulai disalurkan Februari hingga April.
Penerima diminta segera aktivasi agar bantuan tidak hangus.
Program kedua adalah PKH+ khusus Jawa Timur dengan jumlah Rp500.000. Bantuan ini menyasar lansia di atas 70 tahun dan pencairan dilakukan melalui Bank Jatim maupun titik komunitas seperti kantor desa atau kelurahan.
Ketiga adalah pencairan PKH dan BPNT susulan yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Masyarakat yang telah menerima surat undangan diminta membawa KTP dan KK untuk pencairan pada jadwal yang telah ditentukan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Fluktuatif, Profit Taking dan Isu MSCI Jadi Sorotan
Imbauan untuk KPM
Pemerintah mengingatkan agar KPM:
• menjaga kartu KKS agar tidak hilang atau rusak,
• tidak meminjamkan kartu kepada pihak lain,
• segera cek saldo jika jadwal pencairan diumumkan,
• memastikan data kependudukan sesuai dan aktif.
Dengan banyaknya bantuan yang cair di awal tahun, pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkannya secara bijak untuk kebutuhan prioritas.