Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Stok Aman! SPHP Beras 2026 Dipastikan Lanjut, Bapanas Pastikan 3,2 Juta Ton Siap Intervensi Harga – BPAN Ungkap Target Jumbo Keyword Utama: SPHP Beras

Galuh Agista Rachmadyna • Rabu, 14 Januari 2026 | 14:30 WIB
SPHP Beras 2026 dipastikan lanjut, stok 3,2 juta ton aman, bantuan pangan diperpanjang hingga 31 Januari untuk stabilkan harga.
SPHP Beras 2026 dipastikan lanjut, stok 3,2 juta ton aman, bantuan pangan diperpanjang hingga 31 Januari untuk stabilkan harga.

JAKARTA – Program SPHP Beras 2026 dipastikan tetap berjalan setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan ketersediaan stok cadangan beras pemerintah atau CBP dalam kondisi aman.

Pemerintah optimistis program stabilisasi harga dan pasokan pangan dapat terus dilakukan sepanjang tahun, mengingat stok Bulog mencapai 3,248 juta ton pada akhir 2025.

Dengan cadangan sebesar itu, intervensi pemerintah melalui SPHP dan bantuan pangan dipastikan tidak mengalami kendala distribusi.


Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Iusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa SPHP Beras 2026 akan terus dilanjutkan sesuai keputusan rapat koordinasi terbatas (rakortas).

Pemerintah telah menyepakati alokasi SPHP sebanyak 1,5 juta ton untuk tahun 2026.

Selain itu, bantuan pangan bagi 18,277 juta keluarga penerima manfaat juga kembali disalurkan selama empat bulan ke depan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok menjelang panen raya.


Stok CBP Aman, Pemerintah Optimistis Intervensi Harga Lancar


Menurut Astawa, keberlanjutan SPHP Beras 2026 juga berfungsi menjaga keseimbangan keluar‐masuk stok beras pada masa panen.

Bulog akan menyerap hasil panen petani secara bertahap, sementara stok lama didorong keluar melalui program SPHP dan bantuan pangan.

Pola ini penting agar cadangan tidak menumpuk di gudang sehingga protokol rotasi stok tetap terjaga.


Astawa menegaskan bahwa Kepala Bapanas memiliki keyakinan penuh terhadap ketersediaan beras nasional di tahun ini.

Oleh karena itu seluruh pemangku kebijakan diminta menjaga semangat optimistis.

Pemerintah memastikan tidak ada ancaman serius terhadap stabilitas beras sepanjang 2026, baik dari sisi produksi maupun distribusi.


Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Diperpanjang sampai 31 Januari 2026


Selain SPHP, pemerintah juga memperpanjang penyaluran bantuan pangan tahap kedua hingga 31 Januari 2026.

Perpanjangan ini memungkinkan berkat skema Rekening Penampung Akhir Tahun Anggaran (RPAT) yang diajukan Bapanas dan telah disetujui oleh Kementerian Keuangan.


Hingga 2 Januari 2026, Bulog berhasil menyalurkan bantuan pangan kepada 17,370 juta penerima bantuan pangan (PBP) dari total target 18,277 juta PBP.

Secara akumulatif, bantuan berupa beras telah mencapai 347,4 ribu ton, sementara minyak goreng mencapai 69,4 juta liter yang tersebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah menargetkan sisa distribusi tuntas sebelum batas waktu 31 Januari.


SPHP Beras 2025 Diperpanjang hingga Awal 2026


Selain fokus pada SPHP Beras 2026, Bapanas juga sedang mengupayakan perpanjangan program SPHP 2025 agar bisa terus berjalan sampai 31 Januari 2026 melalui mekanisme RPATA.

Realisasi SPHP 2025 hingga akhir Desember tercatat mencapai 802,9 ribu ton yang didistribusikan ke pasar, ritel, dan jalur penyaluran resmi lainnya.


Pemerintah menilai program SPHP terbukti efektif dalam menahan kenaikan harga beras selama 2025.

Dengan tekanan cuaca ekstrem dan kenaikan harga global, intervensi SPHP membantu menjaga harga beras medium tetap terkendali di berbagai daerah.

Baca Juga: Asing Lepas Saham Konglomerat Bakrie hingga Salim, Ini 5 Fakta Panas Aksi Investor Global yang Mengguncang IHSG


Stabilisasi Tidak Hanya di Hilir, Hulu Perberasan Dijaga Ketat


Bapanas menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada stabilisasi harga di hilir, tetapi juga memperhatikan sisi hulu yang menjadi fondasi produksi nasional.

Di sepanjang 2026, pemerintah optimistis produksi beras dapat kembali mencapai swasembada.


Optimisme ini didukung perkiraan produksi yang mampu mencukupi kebutuhan konsumsi nasional.

Kementerian Pertanian bersama Bapanas berkoordinasi dalam penguatan distribusi saprotan, ketersediaan pupuk subsidi, serta pengairan area pertanian strategis.

Pemerintah menilai kombinasi antara produksi yang baik dan stok CBP yang besar menjadi kunci menjaga harga tetap stabil.


Intervensi Harga Dipastikan Berlanjut untuk Kendalikan Inflasi


Keberlanjutan SPHP Beras 2026 juga menjadi instrumen pengendalian inflasi pangan. Bapanas bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memantau harga beras di pasar.

Apabila terjadi gejolak harga di atas batas wajar, Bulog akan segera menggelontorkan SPHP ke titik-titik strategis seperti ritel modern, pasar tradisional, serta program penjualan langsung.


Dengan stok 3,2 juta ton CBP, pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk manuver penstabilan harga.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat sepanjang tahun.

 

Editor : Galuh Agista Rachmadyna
#diperpanjang #Bansos Beras #SPHP