Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Emas Dunia Terus Meroket, Dampak Perang Rusia-Ukraina hingga Negara Besar Ramai Tinggalkan Dolar

Vidya Sajar Fitri • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:53 WIB

 

Harga emas dunia melonjak tajam dipicu perang Rusia-Ukraina dan langkah negara besar beralih dari dolar ke emas.(Gemini AI)
Harga emas dunia melonjak tajam dipicu perang Rusia-Ukraina dan langkah negara besar beralih dari dolar ke emas.(Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Lonjakan harga emas dunia yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak lepas dari dampak konflik geopolitik global, khususnya perang Rusia dan Ukraina.

Perang tersebut memicu perubahan besar dalam strategi cadangan devisa sejumlah negara, terutama negara-negara besar yang selama ini bergantung pada dolar Amerika Serikat.

Sebelum perang Rusia-Ukraina pecah, Rusia dikenal sebagai salah satu pemasok utama minyak dan gas ke negara-negara Eropa.

Negara seperti Jerman, Belanda, dan sejumlah negara Eropa lainnya membeli energi dari Rusia dengan transaksi menggunakan dolar AS. Dolar tersebut kemudian disimpan Rusia di berbagai lembaga keuangan negara Barat.

Namun situasi berubah drastis setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.

Negara-negara Barat yang mendukung Ukraina kemudian mengambil langkah tegas dengan membekukan atau melakukan freezing terhadap cadangan devisa Rusia yang disimpan dalam bentuk dolar.

Dolar Dibekukan, Rusia Beralih ke Emas

Pembekuan cadangan dolar Rusia di negara Barat menjadi pukulan besar bagi Moskow.

Akses terhadap cadangan devisa menjadi terbatas, sehingga Rusia mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan negaranya.

Kondisi tersebut mendorong Rusia mencari instrumen cadangan yang dinilai lebih aman dan tidak mudah dikendalikan oleh negara lain.

Pilihan itu jatuh pada emas. Rusia kemudian melakukan pembelian emas dalam jumlah besar sebagai bagian dari diversifikasi cadangan devisa.

Langkah Rusia ini menjadi titik awal meningkatnya permintaan emas secara signifikan di pasar global.

Ketika negara sebesar Rusia masuk sebagai pembeli besar, dampaknya langsung terasa terhadap harga emas dunia.

Negara Lain Ikut Tinggalkan Dolar

Pengalaman Rusia menjadi pelajaran penting bagi negara-negara lain yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan Amerika Serikat.

Kekhawatiran bahwa dolar bisa dijadikan alat tekanan politik membuat sejumlah negara mulai mengurangi ketergantungan pada mata uang tersebut.

China dan India termasuk negara yang secara aktif mengalihkan cadangan devisanya dari dolar ke emas.

Kedua negara ini memiliki dinamika hubungan yang kompleks dengan Amerika Serikat, mulai dari perang tarif hingga rivalitas geopolitik.

China bahkan tidak hanya membeli emas dalam bentuk fisik, tetapi juga mulai mengakuisisi tambang-tambang emas di berbagai negara.

Strategi ini bertujuan untuk mengamankan pasokan emas jangka panjang sekaligus memperkuat posisi cadangan nasionalnya.

India pun mengambil langkah serupa dengan meningkatkan porsi emas dalam cadangan devisanya.

Ketika negara-negara besar ini melakukan pembelian emas secara masif, tekanan permintaan di pasar global semakin meningkat.

Harga Emas Dunia Melonjak Tajam

Meningkatnya permintaan emas dari negara-negara besar secara otomatis mendorong harga emas dunia naik tajam.

Sebagai komoditas global, pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga dinamika politik dan keamanan internasional.

Ketegangan geopolitik membuat emas kembali menjadi instrumen safe haven atau aset lindung nilai utama.

Investor global, baik institusi maupun individu, cenderung mencari aset yang dinilai aman di tengah ketidakpastian.

Kondisi ini membuat harga emas terus mencetak rekor baru di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kenaikan harga emas dunia berdampak langsung pada harga emas domestik, baik emas batangan maupun perhiasan.

Dampak Global hingga ke Indonesia

Lonjakan harga emas dunia membawa dampak luas ke berbagai sektor. Bagi investor, emas menjadi pilihan menarik untuk menjaga nilai aset.

Namun di sisi lain, kenaikan harga juga mempengaruhi industri perhiasan dan konsumsi emas di masyarakat.

Di Indonesia, tren kenaikan harga emas membuat minat investasi emas tetap tinggi, meski harga berada di level mahal.

Masyarakat melihat emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil dibandingkan aset lain yang lebih fluktuatif.

Para analis menilai, selama konflik geopolitik global belum mereda dan ketegangan antara negara-negara besar masih berlangsung, harga emas dunia berpotensi tetap tinggi.

Pergeseran cadangan devisa dari dolar ke emas diperkirakan masih akan berlanjut.

Emas kini tidak hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi juga simbol kedaulatan ekonomi.

Pengalaman Rusia telah membuka mata banyak negara bahwa diversifikasi cadangan devisa menjadi kebutuhan strategis di era geopolitik yang semakin kompleks.***

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#geopolitik global #emas #harga emas dunia #cadangan devisa #Perang Rusia - Ukraina