Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Anjlok 8 Persen hingga Trading Hold, Dampak Keputusan MSCI Bikin Bursa Efek Indonesia Bergejolak

Fadhilah Salsa Bella • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:30 WIB

IHSG anjlok 8 persen hingga trading hold akibat keputusan MSCI. Simak kronologi dan dampaknya bagi pasar modal.
IHSG anjlok 8 persen hingga trading hold akibat keputusan MSCI. Simak kronologi dan dampaknya bagi pasar modal.
RADAR TULUNGAGUNG - IHSG anjlok tajam pada perdagangan hari ini hingga memicu penghentian sementara atau trading hold di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tekanan jual terjadi sejak pembukaan pasar dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun ke zona merah.

IHSG anjlok sekitar 5 persen begitu perdagangan dibuka pukul 09.00 WIB. Indeks langsung merosot ke level 8.027 atau turun sekitar 293 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Tekanan tersebut tidak berhenti di awal sesi, bahkan terus berlanjut hanya dalam hitungan menit.

Akibat penurunan yang semakin dalam, IHSG anjlok hingga menyentuh koreksi 8 persen. Sesuai aturan BEI, kondisi itu otomatis memicu trading hold selama 30 menit untuk meredam kepanikan pasar dan menstabilkan pergerakan harga saham.

Baca Juga: Cita Rasa Autentik Ronde Tradisional Kendalbulur Tulungagung, Minuman Jahe Warisan Budaya yang Tetap Diminati

Kronologi IHSG Terjun Bebas Sejak Pembukaan

Sejak awal perdagangan, tekanan jual sudah terlihat mendominasi. Investor melakukan aksi lepas saham secara masif, membuat indeks bergerak cepat ke bawah. Dalam waktu kurang dari setengah jam, koreksi semakin melebar.

Pada pukul 09.26 WIB, penurunan IHSG menyentuh ambang batas 8 persen. BEI pun memberlakukan penghentian sementara perdagangan sesuai ketentuan auto rejection bawah dan mekanisme circuit breaker.

Berdasarkan regulasi bursa, jika indeks turun hingga 8 persen, perdagangan dihentikan selama 30 menit. Jika setelah dibuka kembali penurunan berlanjut hingga 15 persen, maka trading halt kembali diberlakukan selama 30 menit berikutnya.

Setelah sesi dihentikan sementara dan kembali dibuka, tekanan jual ternyata belum sepenuhnya reda. IHSG bahkan sempat menyentuh level 7.481 atau terkoreksi sekitar 11 persen. Kondisi ini mencerminkan tingginya sentimen negatif di pasar modal domestik.

Dampak Keputusan MSCI terhadap Pasar Modal

Koreksi tajam ini terjadi dalam dua hari terakhir setelah rilis dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Lembaga penyedia indeks global tersebut mengumumkan pembekuan kebijakan indeks untuk saham-saham Indonesia yang akan berlaku efektif dalam waktu dekat.

Keputusan MSCI tersebut menjadi sentimen negatif yang kuat bagi pelaku pasar. Pasalnya, MSCI menilai transparansi kepemilikan saham di Indonesia masih belum memadai, terutama dalam aspek penilaian free float yang akurat.

Free float merupakan komponen penting dalam perhitungan indeks global karena menunjukkan porsi saham yang benar-benar beredar di publik dan dapat diperdagangkan secara bebas.

Jika akurasi data free float diragukan, maka bobot saham Indonesia dalam indeks global berpotensi terdampak.

Kondisi ini memicu kekhawatiran investor asing terhadap kredibilitas dan tata kelola pasar modal Indonesia. Tekanan jual pun tidak terhindarkan, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan dalam indeks.

Baca Juga: TPG Guru Cair Per Bulan Mulai 2026, SKTP Terbit Otomatis Tanpa Usulan Dinas, Ini Tanggal Krusial yang Wajib Dipahami Guru

IHSG Ditutup Lebih Stabil di Sesi Siang

Meski sempat terpuruk hingga dua digit, tekanan akhirnya mulai mereda menjelang sesi siang. Aksi beli selektif dari investor domestik membantu menahan pelemahan lebih lanjut.

Pada penutupan perdagangan, IHSG berada di level 7.828. Meski masih terkoreksi tajam dibanding hari sebelumnya, posisi ini menunjukkan adanya stabilisasi setelah gejolak di awal sesi.

Analis pasar menilai volatilitas tinggi ini erat kaitannya dengan faktor eksternal dan sentimen global. Selain isu MSCI, pelaku pasar juga mencermati arus dana asing (foreign outflow) yang berpotensi meningkat jika ketidakpastian berlanjut.

Namun demikian, sejumlah pihak menilai koreksi tajam ini masih bersifat sentimen jangka pendek. Secara fundamental, kondisi makroekonomi Indonesia dinilai relatif stabil, dengan inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif.

Baca Juga: Merawat Tradisi dari Rumah, Jamang Barongan Karya Pemuda Tulungagung Ini Laku sampai Mancanegara

Evaluasi Transparansi dan Tata Kelola

Peristiwa IHSG anjlok dan trading hold hari ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan tata kelola di pasar modal.

Evaluasi dari MSCI dapat menjadi momentum bagi regulator untuk memperkuat sistem pelaporan kepemilikan saham dan meningkatkan akurasi data free float.

Langkah pembenahan dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan investor global. Pasar modal Indonesia selama ini menjadi salah satu tujuan investasi di kawasan Asia Tenggara, sehingga stabilitas dan kredibilitas harus terus dijaga.

Dengan koordinasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan para emiten, diharapkan sentimen negatif dapat segera diredam. Pelaku pasar kini menantikan langkah konkret regulator dalam merespons evaluasi MSCI tersebut.

Gejolak IHSG hari ini menjadi salah satu koreksi terdalam dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons kebijakan dan sentimen investor dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Sensasi Gurih Alami Udang Windu Kukus dan Gurami Berbumbu, Sajian Seafood Berkelas untuk Pencinta Ikan

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#bursa efek indonesia #MSCI #trading hold #free float saham #ihsg anjlok