JAKARTA - Setelah mengalami rally panjang dan mencetak rekor harga tertinggi, harga emas Antam di akhir pekan ini justru terjun bebas. Harga emas batangan yang sebelumnya sempat menembus level Rp3 juta per gram kini mengalami koreksi tajam di pasar domestik.
Berdasarkan data pergerakan terbaru, harga emas logam mulia hari ini turun menjadi sekitar Rp2.860.000 per gram, setelah sebelumnya masih bertahan di posisi Rp3.120.000 per gram. Artinya terjadi penurunan sekitar Rp260.000 per gram dalam waktu singkat.
Koreksi ini langsung menarik perhatian pelaku pasar dan investor emas karena terjadi setelah periode kenaikan tajam dalam beberapa hari sebelumnya.
Buyback Emas Antam Ikut Anjlok
Tidak hanya harga jual, harga buyback emas Antam atau harga jual kembali ke gerai resmi juga ikut merosot tajam. Nilai buyback turun sekitar Rp285.000 dan kini berada di kisaran Rp2.654.000 per gram.
Penurunan buyback emas biasanya memperlebar selisih spread jual dan beli, sehingga investor jangka pendek perlu lebih cermat dalam menentukan waktu transaksi emas batangan.
Dipicu Kejatuhan Harga Emas Dunia
Penurunan harga emas dalam negeri sejalan dengan anjloknya harga emas dunia. Dalam laporan pasar global, harga emas tercatat turun sekitar 12 persen ke level USD 4.893,2 per troy ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor di sekitar USD 5.602 per troy ons pada perdagangan Kamis.
Pergerakan harga emas global memang sangat memengaruhi harga emas Antam dan logam mulia lain di Indonesia, terutama saat terjadi koreksi besar di pasar komoditas.
Faktor Aksi Ambil Untung dan Sentimen The Fed
Menurut analis pasar, jatuhnya harga logam mulia dipicu oleh aksi ambil untung massal (profit taking) setelah harga emas mencetak rekor. Banyak investor memilih merealisasikan keuntungan sehingga tekanan jual meningkat tajam.
Selain itu, penguatan sentimen dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penekan. Sentimen ini muncul setelah kabar mengenai Kevin Warsh sebagai calon kuat pejabat pimpinan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi perubahan arah kebijakan moneter membuat dolar menguat dan menekan harga emas.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Meroket Tajam! Antam Tembus Rp3,1 Juta, Ini Perbedaan Antam, Galeri 24, dan UBS
Koreksi Jadi Pengingat Risiko Investasi Emas
Koreksi tajam ini menjadi pengingat bahwa harga emas batangan tidak selalu naik, meski dikenal sebagai aset safe haven. Dalam kondisi volatil dan dipengaruhi sentimen global, harga emas bisa bergerak sangat cepat baik naik maupun turun.
Investor disarankan terus memantau harga emas hari ini, harga buyback, serta pergerakan emas dunia sebelum mengambil keputusan membeli atau menjual logam mulia.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya