Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Dibuka Melemah Awal Pekan, OJK dan Pemerintah Bergerak Cepat Hadapi Evaluasi MSCI

Vidya Sajar Fitri • Senin, 2 Februari 2026 | 12:04 WIB
IHSG dibuka melemah pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).(Ilustrasi Gemini AI)
IHSG dibuka melemah pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).(Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - IHSG dibuka melemah pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).

Meski demikian, pemerintah dan otoritas pasar modal tetap optimistis IHSG berpeluang kembali menguat seiring langkah cepat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pengelola bursa merespons evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pantauan di lantai BEI menunjukkan, IHSG pada menit pertama perdagangan pukul 09.00 WIB terkoreksi 0,60 persen atau setara 49 basis poin.

Nilai transaksi awal tercatat sekitar Rp1,2 triliun. Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat mengalami tekanan signifikan dalam sepekan terakhir.

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa IHSG masih memiliki fundamental yang kuat.

Menurutnya, respons cepat dari OJK dan pelaku pasar menjadi faktor penting yang akan menopang pergerakan indeks ke depan.

Evaluasi MSCI Jadi Sentimen Utama

Tekanan terhadap IHSG tidak terlepas dari hasil evaluasi MSCI yang menyoroti aspek transparansi Bursa Efek Indonesia.

Penilaian tersebut sempat memicu aksi jual besar-besaran hingga membuat IHSG anjlok cukup dalam pada 28 Januari lalu.

Pada penutupan perdagangan hari itu, IHSG tercatat melemah hingga 7,35 persen.

Indeks yang sebelumnya sempat menyentuh level 9.000 kembali turun ke kisaran 8.000.

Kondisi tersebut menjadi salah satu koreksi terdalam dalam beberapa waktu terakhir.

MSCI sebelumnya memberi sinyal bahwa Indonesia berpotensi mengalami penurunan status dari emerging market menjadi frontier market jika perbaikan tidak segera dilakukan.

Tenggat evaluasi lanjutan dijadwalkan pada Mei mendatang.

OJK dan SRO Lakukan Komunikasi Intensif

Menanggapi situasi tersebut, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) bergerak cepat.

Pejabat sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederika Widyasari Dewi, dijadwalkan melakukan komunikasi virtual dengan MSCI pada Senin sore.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses klarifikasi dan evaluasi terkait transparansi serta tata kelola bursa.

Pemerintah menilai komunikasi aktif menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Selain itu, OJK juga berencana melakukan penyesuaian kebijakan, salah satunya menaikkan batas minimal free float emiten dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen dalam waktu dekat.

Pergantian Pejabat dan Komitmen Perbaikan

Pelemahan IHSG juga terjadi di tengah pergantian sejumlah pejabat strategis di sektor pasar modal.

Direktur Utama BEI Iman Rachman serta beberapa pejabat OJK memilih mundur dari jabatannya menyusul hasil evaluasi terhadap kinerja bursa.

Perubahan tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen pemerintah untuk melakukan perbaikan struktural.

Langkah cepat pengisian jabatan juga disebut mencerminkan keseriusan menjaga stabilitas pasar.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Shahrir, menilai kondisi ekonomi Indonesia masih solid.

Ia melihat tidak ada alasan fundamental yang membuat IHSG harus terpuruk lebih dalam.

Menurut Pandu, masih banyak saham dengan valuasi menarik di pasar domestik.

Hal ini membuka peluang masuknya investor institusional untuk melakukan pembelian di tengah volatilitas.

Analis Prediksi IHSG Bergerak Mixed

Dari sisi teknikal, analis pasar modal memproyeksikan pergerakan IHSG cenderung fluktuatif.

VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Octavianus Audi, memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 8.195 dan resistance 8.560.

Sementara itu, pada pukul 09.06 WIB, IHSG masih tercatat terkoreksi dengan nilai transaksi meningkat menjadi sekitar Rp3,3 triliun. Indeks LQ45 juga melemah 1,73 persen ke level 819.

Tekanan turut dirasakan indeks sektoral, termasuk IDX BUMN20 yang berisi 20 saham BUMN berkapitalisasi besar.

Seluruh emiten dalam indeks tersebut tercatat berada di zona merah pada awal perdagangan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati hasil audiensi antara OJK, SRO, dan MSCI.

Investor berharap komunikasi tersebut mampu meredakan sentimen negatif dan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ihsg #MSCI #ojk #bursa efek indoneia #Pasar modal Indonesia