Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Melemah Hingga 4,88 Persen, Bursa Saham RI Volatile Meski Wall Street dan Asia Menguat

Cholifatun Nisak • Rabu, 4 Februari 2026 | 15:50 WIB
IHSG melemah 4,88 persen dan masih volatile, meski bursa global menguat. Aturan MSCI dan data ekonomi jadi sorotan investor.
IHSG melemah 4,88 persen dan masih volatile, meski bursa global menguat. Aturan MSCI dan data ekonomi jadi sorotan investor.

 

RADAR TULUNGAGUNG– Pergerakan pasar saham Indonesia kembali berada di bawah tekanan. IHSG melemah signifikan pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026) dengan koreksi tajam mencapai 4,88 persen dan ditutup di level 7.920. Tekanan tersebut berlanjut pada perdagangan pagi ini, Selasa (3/2/2026), di tengah sentimen global yang justru menunjukkan penguatan.

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG melemah 0,4 persen dan bergerak di kisaran level 7.890,90. Nilai transaksi tercatat cukup aktif dengan trading value mencapai sekitar Rp 7 triliun. Sepanjang sesi pagi, indeks sempat menyentuh level terendah harian di 7.712, menandakan tekanan jual masih mendominasi pasar.

Menariknya, IHSG melemah di saat bursa saham global bergerak berlawanan arah. Pasar saham Amerika Serikat ditutup kompak di zona hijau. Indeks Dow Jones menguat 1 persen, S&P 500 naik 0,5 persen, sementara Nasdaq juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,56 persen.

IHSG Tak Sejalan dengan Bursa Global

Kondisi ini menunjukkan adanya sentimen domestik yang lebih kuat memengaruhi pergerakan pasar keuangan Indonesia. Investor terlihat masih bersikap wait and see terhadap berbagai faktor yang membayangi perdagangan saham dalam negeri.

Selain bursa AS, pergerakan positif juga terlihat di sejumlah pasar global lainnya. Bursa Eropa mencatat penguatan, dengan indeks FTSE 100 naik 1,15 persen. Sementara di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak hingga 2,9 persen. Bursa Hong Kong melalui indeks Hang Seng menguat 0,27 persen, sedangkan Korea Selatan mencatat kenaikan paling tinggi dengan penguatan 4,69 persen.

Di tengah penguatan global tersebut, pasar saham Indonesia justru masih tertinggal dan bergerak fluktuatif.

Aturan MSCI dan Data Ekonomi Jadi Beban

Analis menilai volatilitas IHSG masih akan berlanjut sepanjang perdagangan hari ini. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah dampak dari penyesuaian atau aturan baru MSCI yang kerap memicu aksi jual maupun beli dalam jumlah besar oleh investor institusi.

Selain itu, data ekonomi baik dari dalam negeri maupun luar negeri turut menjadi sentimen yang membayangi pergerakan pasar. Ketidakpastian arah kebijakan ekonomi global dan kondisi makro domestik membuat investor cenderung lebih berhati-hati.

Meski IHSG tertekan, indeks saham unggulan LQ45 justru mampu bergerak positif. Pada perdagangan pagi ini, LQ45 tercatat menguat sekitar 0,25 persen. Penguatan ini mengindikasikan masih adanya minat beli pada saham-saham berkapitalisasi besar yang dinilai memiliki fundamental kuat.

Pergerakan Harga Komoditas

Dari sisi komoditas, pergerakan harga juga cukup beragam. Harga emas dunia pada pagi hari ini tercatat menguat signifikan hingga 3,5 persen. Kenaikan harga emas ini mengindikasikan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah volatilitas pasar keuangan.

Sebaliknya, harga minyak mentah dunia justru mengalami pelemahan. Minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) turun 0,4 persen, sementara minyak Brent terkoreksi 0,45 persen. Pelemahan harga minyak ini turut menjadi sentimen bagi saham-saham sektor energi.

Pasar Masih Berpotensi Bergejolak

Dengan kondisi tersebut, pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak volatile sepanjang hari. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan sentimen global, kebijakan indeks global seperti MSCI, serta rilis data ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG.

Tekanan jual yang masih kuat menunjukkan bahwa pemulihan IHSG belum sepenuhnya solid. Namun, adanya penguatan di saham-saham unggulan memberi sinyal bahwa peluang rebound tetap terbuka, meski dibayangi risiko jangka pendek yang cukup tinggi.

Editor : Cholifatun Nisak
#bursa efek indonesia #Aturan MSCI #saham hari ini #ihsg melemah #Pasar saham global