Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Longsor Lagi Jelang Selasa 3 Februari 2025, Analis Bongkar Saham Bank hingga Antam yang Masih Layak Dilirik

Cholifatun Nisak • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:00 WIB

 

IHSG longsor jelang Selasa 3 Februari 2025. Saham bank hingga Antam dinilai masih aman, sementara saham spekulatif rawan ARB.
IHSG longsor jelang Selasa 3 Februari 2025. Saham bank hingga Antam dinilai masih aman, sementara saham spekulatif rawan ARB.

RADAR TULUNGAGUNG– Pergerakan pasar saham nasional kembali berada di bawah tekanan. IHSG longsor pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2025) dan kembali menguji area support penting menjelang perdagangan Selasa, 3 Februari 2025. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor, sekaligus membuka peluang selektif pada saham-saham berfundamental kuat.

Pada perdagangan terakhir, IHSG longsor ke area 7.922 setelah sebelumnya sempat bangkit dari level support 7.400-an. Padahal, pada akhir pekan lalu indeks sempat ditutup menguat. Namun tekanan jual kembali mendominasi, membuat indeks kembali turun ke area krusial secara teknikal.

Meski IHSG longsor, nilai transaksi harian tercatat relatif normal dan tidak sebesar fase distribusi asing beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini menandakan tekanan jual tidak sepenuhnya disertai aksi keluar besar-besaran, melainkan lebih dipicu pelemahan pada saham-saham tertentu, terutama saham berkapitalisasi kecil dan saham spekulatif.

IHSG Bertahan di Area Support Kunci

Secara teknikal, IHSG masih berupaya bertahan di atas support 7.922. Analis menilai, jika pada awal perdagangan Selasa IHSG kembali melemah, level support berikutnya berada di kisaran 7.480. Namun, jika mampu bertahan dan terjadi rebound, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka.

Investor diimbau lebih selektif dan tidak terburu-buru masuk ke saham yang valuasinya sudah mahal. Saham-saham yang fundamentalnya kuat dan berada di area bottom dinilai relatif lebih aman untuk dicicil, terutama bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Saham Perbankan Big Bank Dinilai Lebih Tahan

Di tengah tekanan IHSG, saham perbankan besar justru menunjukkan ketahanan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tidak turun sedalam saham-saham spekulatif.

BBCA bahkan mencatatkan aksi beli bersih asing sekitar Rp 439 miliar. Secara teknikal, BBCA masih mampu bertahan di atas level 7.550. Jika level ini terjaga, potensi penguatan menuju area 7.800 masih terbuka. Fundamental BBCA dinilai tetap solid dengan pertumbuhan laba yang stabil.

BBRI juga dinilai menarik karena valuasi relatif murah dan dividend yield yang tinggi. Meski asing masih mencatatkan aksi jual terbatas, saham ini dinilai layak dikoleksi secara bertahap selama bertahan di area support 3.760–3.830.

Sementara itu, BMRI ditutup melemah tipis dan masih berada di area support 4.750. Jika terjadi koreksi lanjutan, analis menilai hal tersebut justru membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.

Antam dan Saham Komoditas Jadi Sorotan

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu yang disorot setelah terkoreksi cukup dalam. Namun menariknya, asing justru tercatat melakukan akumulasi. Support kuat ANTM berada di area 3.700, sementara resistance terdekat di 3.940.

Harga emas dunia yang masih berada di level tinggi dinilai menopang prospek kinerja ANTM. Selama harga emas global tetap di atas US$3.000 per ons, kinerja emiten tambang emas ini diperkirakan masih solid.

Sebaliknya, sejumlah saham tambang lain seperti BRMS, BUMI, dan DEWA mengalami tekanan signifikan hingga menyentuh auto reject bawah (ARB). Saham-saham ini dinilai masih berisiko tinggi dan lebih cocok untuk trader jangka pendek dengan manajemen risiko ketat.

Rupiah, Emas, dan Bitcoin Ikut Jadi Perhatian

Dari pasar global, nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp 16.700 per dolar AS. Stabilitas rupiah memberi sedikit sentimen positif bagi pasar domestik.

Namun, harga emas dunia justru mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, koreksi ini masih dinilai wajar setelah reli panjang. Sementara itu, Bitcoin juga melemah dan menembus support penting, memicu kekhawatiran perubahan tren ke arah bearish.

Investor Diminta Tetap Waspada

Dengan kondisi tersebut, pasar saham Indonesia diperkirakan masih bergerak volatile. Investor disarankan menyiapkan strategi matang, menjaga porsi kas, dan fokus pada saham-saham berfundamental kuat.

Selama IHSG longsor belum menunjukkan sinyal pembalikan yang kuat, pendekatan bertahap dan disiplin manajemen risiko dinilai menjadi kunci menghadapi pasar yang belum stabil.

 

Editor : Cholifatun Nisak
#rekomendasi saham #Saham Antam #IHSG longsor #saham hari ini #Saham perbankan