Pada penutupan pasar, saham BUMI ditutup di level 264, setelah sempat menyentuh titik terendah di 198. Lonjakan ini memicu spekulasi di kalangan investor, apakah saham BUMI akan melanjutkan rebound atau justru hanya pantulan teknikal dalam tren turun (downtrend).
Pergerakan drastis saham BUMI ini menjadi sorotan karena sebelumnya harga berada di level 348 pada 22 Januari 2026. Jika dihitung dari level tersebut ke titik terendah 198, koreksi yang terjadi mencapai sekitar 43 persen. Bahkan dari pucuk tertingginya, penurunan tercatat mendekati 59 persen.
Rebound Tajam di Tengah Downtrend
Secara teknikal, saham BUMI masih berada dalam fase downtrend. Pola pergerakan harga membentuk tren menurun layaknya “anak tangga” ke bawah. Namun, setelah penurunan signifikan, wajar jika terjadi technical rebound atau pantulan harga.
Kenaikan 20 persen dalam sehari dinilai sebagai respons pasar terhadap aksi beli besar yang masuk. Data broker summary menunjukkan adanya akumulasi signifikan oleh sejumlah broker.
Broker berkode AK tercatat membukukan pembelian sekitar Rp242 miliar dengan rata-rata harga (average price) 223. Sementara broker IF memborong sekitar Rp91 miliar dengan average 247. Selain itu, broker MG juga melakukan pembelian sekitar Rp58 miliar di harga rata-rata 234.
Tak hanya domestik, investor asing juga terpantau melakukan net buy sekitar Rp199 miliar. Dominasi pembelian ini menjadi salah satu faktor yang mendorong saham BUMI melesat di sesi kedua perdagangan.
Area Support dan Resistance Krusial
Meski menguat signifikan, analis teknikal mengingatkan bahwa saham BUMI masih menghadapi sejumlah level krusial. Support terdekat berada di 220, sementara support kuat ada di level 198.
Jika harga mampu bertahan di atas 220, secara teknikal kondisi masih relatif aman dalam jangka pendek. Namun, jika 220 ditembus ke bawah, bahkan hingga jebol 198, maka potensi melanjutkan tren turun semakin terbuka.
Di sisi lain, resistance terdekat berada di 272. Level ini sebelumnya sempat menjadi titik pantulan. Jika saham BUMI mampu breakout di atas 272, peluang penguatan lanjutan menuju 300 terbuka lebar.
Resistance berikutnya berada di area gap down sekitar 328. Area ini dinilai cukup kuat karena sebelumnya menjadi zona penurunan tajam. Dengan demikian, pergerakan jangka pendek saham BUMI diperkirakan berada dalam rentang 198 hingga 272.
Peluang Breakout atau Sideways?
Dalam jangka pendek, pergerakan saham BUMI berpotensi bergerak sideways di rentang 198–272. Investor disarankan mencermati volume transaksi dan kekuatan buyer saat mendekati 272.
Jika terjadi breakout disertai volume besar, maka peluang menuju 300 bahkan 328 semakin terbuka. Sebaliknya, jika gagal menembus 272 dan tekanan jual meningkat, harga bisa kembali menguji support 220.
Bagi investor yang baru masuk di area bawah, disiplin menjaga batas risiko (risk management) menjadi kunci. Level 220 dan 198 menjadi titik penting untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah tetap bertahan atau melakukan cut loss.
Sementara bagi investor yang sudah terlanjur membeli di harga tinggi, seperti di atas 400, pilihan realistis yang tersedia hanya dua: cut loss saat support jebol atau menahan (hold) dengan risiko fluktuasi lebih lanjut.
Tetap Waspada di Fase Downtrend
Meski terjadi lonjakan tajam, penting diingat bahwa saham BUMI masih berada dalam fase downtrend secara struktur tren besar. Rebound yang terjadi belum cukup untuk mengubah arah tren utama.
Investor disarankan tidak hanya terpancing euforia kenaikan satu hari. Analisis teknikal tetap harus menjadi dasar pengambilan keputusan, termasuk memperhatikan support resistance, volume, serta pergerakan IHSG secara keseluruhan.
Pergerakan saham BUMI dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan. Apakah mampu menembus resistance 272 dan membuka jalan ke 300, atau justru kembali terkoreksi dan menguji 220 bahkan 198.
Pasar yang akan menjawab. Bagi pelaku pasar, disiplin dan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi volatilitas saham BUMI saat ini.Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 30 Januari 2026 Masih Bertahan di Rp3,168 Juta per Gram, Ini Rincian Pajak dan Ketentuannya
Editor : Fadhilah Salsa Bella