Penguatan IHSG rebound ini terjadi setelah pasar mencerna sentimen negatif dalam beberapa hari terakhir, terutama terkait evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Bahkan, secara teknikal IHSG sempat menyentuh area support kuat di 7.900–8.000 sebelum akhirnya berbalik naik.
Seiring IHSG rebound, sejumlah saham unggulan ikut melesat, termasuk saham-saham yang sebelumnya terkoreksi dalam. Saham BUMI milik PT Bumi Resources Tbk menjadi salah satu bintang utama dengan kenaikan 20 persen ke level 264 dan nilai transaksi mencapai Rp3,2 triliun.
Respons Positif atas Sentimen MSCI
Senior Research Analyst NH Korindo Sekuritas, XL Ebenheiser, menilai penguatan IHSG rebound kali ini tak lepas dari respons cepat regulator terhadap surat dari MSCI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut segera melakukan pertemuan dengan para pemangku kepentingan.
Pasar merespons positif langkah tersebut. Investor domestik maupun asing dinilai mulai kembali optimistis bahwa Indonesia tidak akan mengalami perubahan kategori ke frontier market dalam indeks MSCI.
“Sentimen negatif yang terjadi pekan lalu sudah mulai price in dan mereda. Sekarang market mulai hopeful,” ujarnya dalam wawancara di IDX Channel.
Aliran dana asing pun mulai terlihat masuk kembali, terutama ke saham-saham yang memiliki cerita MSCI (MSCI story). Kondisi ini mendorong rotasi sektor dan memicu technical rebound di banyak emiten.
Sektor Menguat, Indeks Turunan Ikut Terkerek
Secara sektoral, penguatan terjadi hampir merata. Sektor barang baku melonjak 6,52 persen, industri naik 5,42 persen, teknologi menguat 4,91 persen, dan transportasi & logistik naik 4,87 persen.
Indeks-indeks utama lainnya juga mencatatkan kenaikan. MNC36 menguat 1,90 persen, LQ45 naik 2,17 persen, dan Jakarta Islamic Index bahkan melesat 4,56 persen.
Meski demikian, masih ada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang bergerak di zona merah, seperti Telkom Indonesia (TLKM) yang ditutup melemah di 3.450 serta beberapa saham lainnya yang menjadi pemberat indeks.
Saham BUMI Rebound 20 Persen
Di tengah IHSG rebound, saham BUMI menjadi perhatian utama pasar. Setelah terkoreksi hampir 50 persen dari level tertinggi di kisaran 480-an, BUMI kini menunjukkan sinyal pembalikan arah.
Secara teknikal, indikator RSI saham BUMI sudah berada di area oversold, mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Aksi akumulasi pun mulai terlihat, baik dari investor domestik maupun asing.
“Secara fundamental masih ada growth story dari bisnis mining dan potensi MSCI inclusion. Dengan meredanya sentimen negatif, BUMI kemungkinan akan lanjut diakumulasi,” jelas XL.
Namun demikian, kenaikan 20 persen belum sepenuhnya menutup koreksi dalam beberapa pekan terakhir. Dari sisi teknikal, BUMI dinilai mulai membentuk area bottom berdasarkan indikator Fibonacci retracement dan pergerakan MA50.
Level support terdekat berada di 220, sementara support kuat di area 200. Adapun resistance terdekat berada di 280. Jika mampu menembus 280 dengan volume kuat, peluang penguatan lanjutan terbuka.
BRPT dan Saham Konglomerasi Ikut Rebound
Selain BUMI, saham konglomerasi lain seperti DEWA dan BRPT juga mencatatkan penguatan signifikan. BRPT ditutup naik 7,61 persen ke level 1.980 setelah sempat melemah intraday hingga 1.720.
Meski demikian, level 2.100 menjadi resistance penting bagi BRPT. Analis menyarankan investor menunggu konfirmasi breakout di atas 2.100 sebelum mengambil posisi beli.
“Apakah ini dead cat bounce atau awal reversal, kita perlu wait and see,” ujar XL.
Volume transaksi BRPT menunjukkan tekanan jual mulai berkurang, namun konfirmasi arah tren tetap dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan penguatan.
Momentum Lanjut atau Sekadar Rebound?
IHSG rebound kali ini membuka harapan baru bagi pelaku pasar setelah tekanan tajam beberapa hari terakhir. Secara teknikal, keberhasilan kembali ke atas 8.100 menjadi sinyal positif jangka pendek.
Namun, investor tetap perlu mencermati dinamika global, arus dana asing, serta perkembangan lanjutan terkait MSCI. Volatilitas masih berpotensi terjadi seiring pasar mencari keseimbangan baru.
Jika sentimen positif terus berlanjut dan level support terjaga, peluang IHSG melanjutkan penguatan tetap terbuka. Sebaliknya, jika tekanan kembali muncul, area 7.900–8.000 akan kembali menjadi support krusial.
Untuk saat ini, IHSG rebound memberikan napas segar bagi pasar. Tetapi disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan pasar yang dinamis.
Editor : Fadhilah Salsa Bella