RADAR TULUNGAGUNG– Kondisi pasar saham domestik mulai menunjukkan perbaikan setelah beberapa hari berada dalam tekanan. Sejumlah analis teknikal menilai stabilisasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai terbentuk, seiring berkurangnya tekanan jual asing dan munculnya aliran dana masuk ke saham-saham tertentu. Situasi ini membuat rekomendasi saham hari ini kembali relevan untuk dicermati, terutama bagi investor dan trader yang mengincar peluang jangka pendek hingga menengah.
Pemulihan pasar terlihat dari data broker summary yang menunjukkan inflow pada sejumlah saham berkapitalisasi menengah hingga saham konglomerasi. Meski saham big bank seperti Bank Mandiri, BCA, dan BRI masih mencatatkan net sell asing, nilainya dinilai masih dalam batas wajar, hanya ratusan miliar rupiah. Kondisi ini berbeda jauh dibandingkan tekanan sebelumnya yang mencapai triliunan rupiah dan memicu koreksi IHSG hingga 8 persen.
Dengan tekanan yang mulai mereda, IHSG dinilai memiliki peluang bergerak stabil. Jika saham-saham konglomerasi tetap terjaga pergerakannya, indeks diperkirakan tidak akan kembali tertekan dalam. Dalam konteks ini, rekomendasi saham hari ini 4 Februari 2026 lebih diarahkan pada saham yang sudah memantul dari area support dan menunjukkan sinyal awal pembalikan arah.
Baca Juga: IHSG Rebound 2,52% ke 8.122, Saham BUMI Melejit 20%! Sentimen MSCI Bikin Pasar Balik Optimistis?
Saham BUMI Dinilai Paling Menarik
Salah satu saham yang paling banyak disorot adalah Bumi Resources (BUMI). Secara teknikal, BUMI membentuk pola candle bullish awal setelah reli signifikan dari area bawah. Dari data broker, terlihat akumulasi oleh beberapa pemain besar seperti AK dan MG, dengan harga rata-rata pembelian di kisaran 260-an.
Menariknya, dalam rentang satu bulan terakhir, sejumlah broker besar tercatat masih memiliki posisi nyangkut di area 360. Kondisi ini membuka peluang teknikal bagi BUMI untuk melanjutkan penguatan, setidaknya menuju area 280–290 dalam jangka pendek. Bahkan, secara teori gap, saham ini berpotensi menutup gap di area 326, meski target tersebut dinilai cukup agresif.
SUPA dan DEWA Ikut Rebound dari Support
Dalam daftar rekomendasi saham hari ini, Superbank (SUPA) juga masuk radar setelah berhasil rebound dari area bawah. Saham ini memiliki resistance terdekat di kisaran 935 hingga 985. Dari sisi broker summary, SUPA masih mendapat dukungan pembelian dari CC dan UBS, meski ada tekanan jual tipis dari broker lain.
Strategi yang disarankan pada saham ini adalah trading dengan manajemen risiko ketat. Jika terjadi koreksi ke area 830–835, saham ini masih dinilai layak untuk akumulasi bertahap, selama tidak menembus support utama.
Sementara itu, Dewa United (DEWA) juga menunjukkan karakter pergerakan yang mirip dengan BUMI. Saham ini memantul dari area support kuat di kisaran 412. Data broker menunjukkan CC dan AK mulai masuk, meski MG tercatat melakukan distribusi. Secara teknikal, DEWA memiliki resistance terdekat di 575, dengan potensi lanjutan hingga menutup gap di area 670 jika sentimen pasar terus membaik.
Bukalapak Mulai Dilirik Pemain Besar
Saham teknologi Bukalapak (BUKA) turut masuk dalam rekomendasi saham hari ini 4 Februari 2026. Saham ini dinilai sedang berada di area diskon dengan support kuat di 140 dan support ekstrem di 120. Data transaksi menunjukkan akumulasi signifikan dari broker LG dan beberapa broker besar lainnya.
Volume transaksi yang meningkat mengindikasikan minat beli mulai terbentuk. Jika pasar tetap kondusif, Bukalapak berpeluang menguji area 147 sebagai target terdekat. Saham ini dinilai cukup menarik untuk strategi swing trading, mengingat risiko relatif terbatas di dekat area support.
PAW Cocok untuk Swing Jangka Menengah
Saham PAW juga dinilai menarik untuk strategi swing. Secara historis, saham ini ramai diperbincangkan dan sempat mengalami lonjakan tajam sebelum akhirnya terkoreksi dan menutup gap. Saat ini, PAW kembali menunjukkan tanda rebound dengan target bertahap menuju area rata-rata harga investor ritel di kisaran 390–408.
Berbeda dengan saham-saham volatil seperti BUMI dan DEWA, pergerakan PAW cenderung lebih pelan. Namun, hal ini justru dinilai positif bagi investor yang mengincar pergerakan lebih stabil dengan risiko lebih terukur.
Tetap Perhatikan Manajemen Risiko
Meski sinyal pasar mulai membaik, pelaku pasar tetap disarankan untuk disiplin dalam manajemen risiko. Strategi tidak melakukan pembelian sekaligus dan memanfaatkan koreksi untuk akumulasi dinilai lebih aman, terutama di tengah pasar yang baru memasuki fase pemulihan.
Editor : Cholifatun Nisak