RADAR TULUNGAGUNG– Pergerakan IHSG hari ini 4 Februari 2026 diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan dari pasar global kembali meningkat. Koreksi tajam Wall Street akibat persaingan ketat di sektor kecerdasan buatan (AI) menjadi sentimen utama yang membebani pasar saham dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, peluang trading jangka pendek dinilai masih terbuka di sejumlah saham tertentu.
Berdasarkan paparan analis pasar, IHSG saat ini cenderung bergerak sideways dalam rentang 8.000 hingga 8.500. Secara intraday, masih ada peluang penguatan terbatas ke area 8.300–8.400. Namun, tren jangka pendek IHSG masih bersifat bearish, sementara jangka panjangnya dinilai tetap bullish. Dalam kondisi seperti ini, strategi hit and run dinilai paling relevan bagi pelaku pasar.
Tekanan global datang dari Wall Street yang kompak ditutup melemah. Dow Jones turun 0,34 persen, S&P 500 terkoreksi 0,84 persen, dan Nasdaq anjlok hingga 1,4 persen. Pelemahan ini dipicu aksi jual di saham-saham teknologi besar seperti Nvidia, Microsoft, dan Alphabet menjelang rilis laporan keuangan. Sentimen tersebut turut memengaruhi psikologis pasar Asia, termasuk IHSG hari ini 4 Februari 2026.
Bitcoin Turun, Emas Lanjut Rebound
Dari sisi aset global, Bitcoin tercatat melemah dan mendekati area support di kisaran 76.000. Sebaliknya, harga emas justru melanjutkan rebound dan kembali menguat pada sesi Asia, bahkan berpeluang menembus level 5.000 dolar AS per troy ounce. Kondisi ini memberikan sentimen campuran bagi saham-saham berbasis komoditas.
Namun, tekanan masih terasa di sektor tambang tertentu. Saham-saham dalam grup Bakrie dan emiten berbasis nikel, termasuk Antam dan BRMS, dinilai masih menghadapi tekanan jual. Investor juga diimbau berhati-hati terhadap saham-saham afiliasi tertentu yang terseret isu hukum, karena berpotensi meningkatkan volatilitas.
BUMI dan DEWA Masih Berpeluang Rebound
Dalam kondisi pasar yang volatil, saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang paling banyak diperhatikan. Secara teknikal, BUMI membentuk pola engulfing bullish dan memantul dari area retracement sekitar 60 persen. Saat ini, saham tersebut menguji area 260-an, dengan potensi rebound menuju 280 hingga 300 dalam jangka pendek. Area 300–340 menjadi target lanjutan jika sentimen pasar membaik.
Dewa United (DEWA) juga dinilai masih memiliki peluang rebound dalam satu hingga dua hari ke depan. Saham ini diperkirakan mampu bergerak menuju area 570 apabila tekanan jual mereda. Namun, investor tetap disarankan waspada karena pergerakan saham grup Bakrie masih sangat bergantung pada sentimen jangka pendek.
Sebaliknya, BRMS dinilai relatif berat karena tekanan jual yang masih tinggi. Meski peluang rebound tetap ada, pergerakannya diperkirakan tidak seagresif saham-saham lain.
Saham Lain yang Layak Dicermati
Sejumlah saham lain juga masuk radar pelaku pasar. Bukalapak (BUKA) dinilai berada di area support kuat dan berpotensi rebound terbatas selama IHSG mampu bertahan stabil. Indofood (INDF) masih melanjutkan rebound dengan target terdekat di kisaran 7.400.
Saham sektor transportasi seperti Bluebird cenderung bergerak konsolidasi dengan kecenderungan downtrend jangka pendek. Sementara itu, saham perbankan besar seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BBCA) masih bergerak datar dan belum menunjukkan sinyal penguatan signifikan.
Di sektor logam mulia, Antam masih menghadapi tekanan dan perlu menembus level 4.000 untuk kembali melanjutkan tren naik. Selama belum mampu menembus level tersebut, pergerakan Antam diperkirakan hanya berupa technical rebound terbatas.
Fokus Trading Cepat dan Disiplin Risiko
Dengan volatilitas pasar yang masih tinggi, investor disarankan untuk tidak terlalu agresif. Strategi trading cepat dengan target keuntungan kecil namun konsisten dinilai lebih aman dibandingkan menahan posisi terlalu lama. Realisasi keuntungan menjadi kunci, mengingat potensi koreksi masih terbuka apabila sentimen global kembali memburuk.
Analis juga mengingatkan agar pelaku pasar menghindari saham-saham yang sudah mengalami breakdown teknikal, serta lebih fokus pada saham yang mampu bertahan di area support kuat. Dalam kondisi IHSG hari ini 4 Februari 2026 yang masih belum sepenuhnya stabil, disiplin manajemen risiko menjadi faktor penentu keberhasilan trading.Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Kompak Tembus Rp3 Juta per Gram, Antam, UBS, hingga Galeri 24 Sama-sama Melonjak
Editor : Cholifatun Nisak