Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Dibuka Menguat di 8.185 Usai Teguran MSCI, Dana Asing Mulai Masuk Tapi Pasar Masih Fluktuatif

Cholifatun Nisak • Kamis, 5 Februari 2026 | 17:10 WIB

 

IHSG dibuka hijau pagi ini usai tekanan asing dan sentimen pertemuan OJK, BI, dan MSCI. Simak analisis lengkap pergerakannya.
IHSG dibuka hijau pagi ini usai tekanan asing dan sentimen pertemuan OJK, BI, dan MSCI. Simak analisis lengkap pergerakannya.

RADAR TULUNGAGUNG- Pergerakan IHSG dibuka menguat pada perdagangan pagi ini, Kamis (5/2/2026), setelah dua hari sebelumnya ditutup di zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka di level 8.146 dan terus bergerak fluktuatif sebelum menguat ke posisi 8.185, naik 0,48 persen atau setara 37,42 poin. Meski demikian, volatilitas masih membayangi pergerakan pasar.

Sejak pembukaan, IHSG dibuka menguat namun sempat bergerak di zona merah sebelum kembali ke area hijau. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons berbagai sentimen, baik dari global maupun domestik. Investor masih mencermati keberlanjutan penguatan setelah tekanan tajam yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Jika dibandingkan dengan perdagangan kemarin, IHSG menunjukkan perbaikan. Pada sesi sebelumnya, indeks sempat dibuka melemah di level 8.121, namun berhasil ditutup menguat di 8.146. Kendati demikian, secara mingguan, IHSG dibuka menguat di tengah tren yang belum sepenuhnya pulih setelah anjlok cukup dalam.

IHSG Sempat Ambles hingga 11 Persen

Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat sempat ambles hingga 11 persen. Tekanan tersebut memicu arus keluar dana asing atau net outflow yang mencapai sekitar Rp15 triliun. Pada akhir Februari, IHSG bahkan mengalami penurunan tajam hingga 8 persen dalam dua hari berturut-turut, dengan pergerakan ekstrem di rentang 7.841 hingga 8.980.

Tekanan tersebut sempat memicu terjadinya trading halt atau penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Situasi ini menjadi perhatian serius regulator dan pelaku pasar karena mencerminkan tingginya volatilitas serta menurunnya kepercayaan investor dalam jangka pendek.

Hasil Pertemuan MSCI, OJK, dan BI

Di tengah tekanan tersebut, pertemuan antara MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan BEI menjadi salah satu sentimen utama yang memengaruhi pergerakan IHSG. Pertemuan ini menghasilkan tiga poin penting yang dinilai krusial bagi struktur pasar modal Indonesia ke depan.

Pertama, peningkatan transparansi keterbukaan kepemilikan saham, khususnya bagi pemegang saham dengan porsi di bawah 5 persen. Kedua, klasifikasi investor yang selama ini hanya terbagi dalam sembilan tipe akan diperinci menjadi 27 tipe, guna meningkatkan akurasi data dan kualitas analisis pasar. Ketiga, penyesuaian ketentuan free float yang akan dinaikkan secara bertahap dari 7,5 persen menjadi 15 persen dengan melibatkan seluruh pemegang saham.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas investability pasar modal Indonesia di mata investor global.

Dana Asing Mulai Masuk, Tapi Belum Konsisten

Setelah mencatatkan arus keluar dana asing cukup besar, pasar mulai melihat tanda-tanda perbaikan. Pada awal pekan ini, dana asing tercatat mulai kembali masuk ke pasar saham domestik. Kondisi ini turut mendorong IHSG dibuka menguat, meski penguatannya belum sepenuhnya konsisten.

Pelaku pasar menilai, masuknya kembali dana asing masih bersifat selektif dan belum merata di seluruh sektor. Investor global cenderung memilih saham-saham berkapitalisasi besar dengan likuiditas tinggi, sembari menunggu kepastian lanjutan terkait kebijakan regulator dan hasil evaluasi MSCI berikutnya.

Baca Juga: Hasil Piala Asia Futsal 2026 Hari Ini: Indonesia Singkirkan Vietnam 3-1, Tantang Jepang di Semifinal

Sentimen Domestik Masih Berpengaruh

Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga turut memengaruhi pergerakan IHSG. Koreksi yang terjadi pada sejumlah saham yang sebelumnya mengalami kenaikan berlebihan menjadi salah satu pemicu tekanan. Proses penyesuaian harga ini dinilai wajar dan dibutuhkan untuk menciptakan keseimbangan pasar.

Dengan kondisi tersebut, analis memperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif dalam jangka pendek. Meski IHSG dibuka menguat, pasar belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi.

Pelaku pasar berharap IHSG mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan hari ini. Namun, kehati-hatian tetap menjadi kunci, mengingat volatilitas masih tinggi dan sentimen global maupun domestik masih terus berkembang.

Editor : Cholifatun Nisak
#bursa efek indonesia #IHSG dibuka hijau #saham hari ini #dana asing keluar masuk #OJK BI MSCI