Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rekomendasi Saham Perbankan Jelang Perdagangan Kamis, Asing Masuk BBCA, BBRI, hingga BMRI

Cholifatun Nisak • Kamis, 5 Februari 2026 | 16:40 WIB

Rekomendasi saham perbankan jelang Kamis, asing borong BBCA, BBRI, BMRI, dan BBTN. Simak analisis teknikal lengkapnya.
Rekomendasi saham perbankan jelang Kamis, asing borong BBCA, BBRI, BMRI, dan BBTN. Simak analisis teknikal lengkapnya.

RADAR TULUNGAGUNG- Rekomendasi saham perbankan kembali menjadi sorotan jelang perdagangan Kamis (5/2). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat tipis 0,30 persen pada perdagangan Rabu menunjukkan pasar masih bergerak hati-hati, namun mulai memperlihatkan sinyal positif. Aliran dana asing yang kembali masuk ke saham-saham perbankan besar menjadi katalis utama yang patut dicermati investor.

Secara teknikal, IHSG masih bergerak relatif stabil dengan volatilitas rendah. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 7.900, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Rekomendasi saham perbankan menjadi menarik karena investor asing tercatat melakukan aksi net buy signifikan, khususnya pada saham Bank BRI, Bank BCA, Bank Mandiri, dan Bank BTN.

Pada perdagangan Rabu (4/2), investor asing mencatatkan net buy lebih dari Rp300 miliar di sektor perbankan. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai mencapai Rp394,7 miliar. Bank Central Asia (BBCA) juga mencatatkan net buy sekitar Rp380,5 miliar, disusul Bank Mandiri (BMRI) dan Bank BTN (BBTN).

Asing Kembali Masuk, Sentimen Positif untuk IHSG

Masuknya dana asing ke saham-saham bank besar dinilai sebagai sinyal awal pemulihan sentimen pasar. Harga saham perbankan saat ini masih berada di area bawah (bottom), sehingga relatif menarik secara valuasi. Jika akumulasi asing berlanjut, penguatan IHSG berpeluang terjadi dalam jangka pendek.

Bank BCA (BBCA) pada perdagangan terakhir ditutup naik 1,96 persen ke level 7.800, tepat di area resistance. Untuk perdagangan Kamis, pelaku pasar akan mencermati apakah BBCA mampu menembus level psikologis 8.000. Jika gagal, potensi koreksi menuju area support 7.550 masih terbuka.

BBRI dan BMRI Jadi Favorit Investor Asing

Dalam daftar rekomendasi saham perbankan, Bank BRI (BBRI) menunjukkan sinyal teknikal yang cukup solid. Saham ini ditutup di level 3.870 dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju 3.960 hingga 4.100 apabila mampu bertahan di atas support terdekat. Akumulasi asing dalam beberapa pekan terakhir mengindikasikan minat jangka menengah yang cukup kuat.

Sementara itu, Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan kenaikan tertinggi di antara bank besar lainnya, yakni 3,52 persen ke level 5.000. Resistance kuat BMRI berada di area 5.200. Investor jangka pendek disarankan mencermati area tersebut sebagai titik krusial, apakah saham mampu breakout atau justru mengalami koreksi teknikal.

BBNI Konsolidasi, BBTN Mencuri Perhatian

Berbeda dengan bank besar lainnya, Bank Negara Indonesia (BBNI) justru mencatatkan net sell asing sekitar Rp111 miliar. Secara teknikal, saham BBNI masih bergerak konsolidasi dengan support di 4.530 dan resistance di 4.780. Valuasi BBNI dinilai masih wajar, meski kinerja laba kuartal IV tercatat menurun secara tahunan.

Adapun Bank BTN (BBTN) menjadi saham yang paling agresif bergerak. Saham ini melonjak sekitar 9 persen dan berhasil menembus resistance kuat di 1.245. Dengan valuasi yang masih tergolong murah dan PBV di kisaran 0,5 kali, BBTN dinilai masih memiliki ruang kenaikan, terutama jika laporan kinerja kuartal IV mendukung.

Faktor Global dan Aset Lain Jadi Perhatian

Selain saham, pelaku pasar juga mencermati pergerakan aset global. Harga emas kembali naik dan berhasil bertahan di atas level 5.000, menandakan tren bullish belum sepenuhnya patah. Sementara itu, Bitcoin masih bergerak fluktuatif dan belum mampu menembus resistance 79.700, sehingga dinilai belum menarik untuk trading jangka pendek.

Nilai tukar rupiah masih bertahan di kisaran 16.700 per dolar AS dengan pergerakan terbatas. Dari sisi global, bursa Asia bergerak mixed, sementara investor menanti arah indeks Wall Street sebagai penentu sentimen perdagangan berikutnya.

Dengan kondisi tersebut, rekomendasi saham perbankan masih menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari peluang dari saham berfundamental kuat, didukung akumulasi asing dan valuasi yang relatif menarik.

Editor : Cholifatun Nisak
#saham BBRI #saham BBTN #rekomendasi saham perbankan #Saham BBCA #saham BMRI