JAKARTA - Pergerakan pasar saham Tanah Air kembali menjadi sorotan menjelang akhir pekan. Rekomendasi saham Jumat 6 Februari 2026 menjadi perhatian investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dan arus dana asing menunjukkan pergerakan selektif di sektor perbankan dan komoditas.
Pada perdagangan Kamis (5/2), IHSG ditutup turun 0,53 persen. Aktivitas transaksi cenderung lebih sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar. Secara teknikal, IHSG masih bergerak di area support 7.920 dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat.
Dalam rekomendasi saham Jumat 6 Februari 2026, perhatian investor tertuju pada data transaksi asing. Meski indeks melemah, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih pada sejumlah saham perbankan besar, terutama Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Central Asia (BBCA).
Asing Masuk ke Saham Perbankan
Bank Mandiri menjadi saham yang paling banyak diakumulasi asing dengan nilai net buy terbesar. Saham BMRI ditutup menguat sekitar 1 persen dan bergerak di kisaran 5.050. Secara teknikal, posisi ini masih berada di area tengah antara support 4.920 dan resistance 5.200. Untuk jangka panjang, valuasi BMRI dinilai masih menarik, namun untuk trading jangka pendek investor disarankan menunggu konfirmasi arah pergerakan.
Sementara itu, saham BBRI mencatatkan net buy asing sekitar Rp124 miliar. Meski sempat menguat di awal perdagangan, saham ini ditutup melemah dan gagal menembus resistance 3.960. Area 3.860 masih menjadi level penting yang perlu diperhatikan pada perdagangan Jumat.
Adapun BBCA masih mencatatkan net buy asing meski nilainya relatif kecil. Saham bank swasta terbesar ini gagal bertahan di atas level 7.900 dan kembali ke area 7.800. Jika tekanan berlanjut, support terdekat berada di kisaran 7.550.
Saham Antam dan Komoditas Tertekan
Berbeda dengan sektor perbankan, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru mengalami tekanan cukup dalam. ANTM ditutup turun 4,51 persen seiring koreksi harga emas global. Tekanan jual didominasi oleh investor asing, sementara pembelian justru banyak dilakukan investor ritel.
Secara teknikal, saham Antam gagal bertahan di atas 3.940 dan berpotensi menguji support 3.700. Jika tekanan berlanjut, area 3.600 hingga 2.860 menjadi zona support kuat jangka menengah yang dinilai menarik untuk akumulasi bertahap.
Koreksi juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Meski penurunannya relatif terbatas sekitar 2,4 persen, saham ini masih kesulitan menembus resistance 266. Selama belum ada breakout dengan volume besar, saham BUMI dinilai masih berada dalam tren bearish jangka pendek.
Bitcoin dan Rupiah Ikut Melemah
Selain saham, tekanan juga terlihat pada aset kripto. Harga Bitcoin terus melanjutkan penurunan dan berada di kisaran 70.000 dolar AS per koin, jauh dari puncaknya. Secara teknikal, tren Bitcoin masih cenderung bearish dengan support kuat di area 69.500 dolar AS.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan dan berada di kisaran 16.800 per dolar AS. Kondisi ini turut menambah tekanan psikologis di pasar keuangan domestik.
Strategi Investor Menjelang Akhir Pekan
Dalam rekomendasi saham Jumat 6 Februari 2026, investor disarankan tetap berhati-hati, terutama untuk perdagangan jangka pendek. Minimnya katalis positif dan potensi volatilitas di hari Jumat membuat strategi wait and see atau menjaga porsi kas menjadi pilihan yang bijak.
Untuk jangka panjang, saham perbankan besar seperti BMRI, BBRI, dan BBCA masih dinilai menarik seiring fundamental yang solid. Sementara itu, koreksi pada saham komoditas seperti Antam dapat dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi bertahap dengan manajemen risiko yang ketat.
Editor : Natasha Eka Safrina