Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

20 Saham Terbaik untuk Investasi 2026 Versi Analis Tokopedia, Dari Energi hingga Perbankan Big Four

Natasha Eka Safrina • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:25 WIB

Daftar 20 saham terbaik untuk investasi 2026 versi analis Tokopedia, dari sektor energi, industri hingga perbankan big four.
Daftar 20 saham terbaik untuk investasi 2026 versi analis Tokopedia, dari sektor energi, industri hingga perbankan big four.

JAKARTA – Menjelang akhir 2025, pembahasan mengenai 20 saham terbaik untuk investasi 2026 mulai ramai diburu investor ritel. Channel Tokopedia melalui video terbarunya membagikan daftar saham pilihan yang dinilai potensial untuk investasi jangka menengah hingga panjang, dengan horizon minimal tiga tahun ke depan.

Dalam pemaparannya, analis Tokopedia menegaskan bahwa investor tidak perlu menunggu tahun 2026 untuk mulai membeli saham. Strategi mencicil sejak akhir 2025 justru dinilai lebih ideal, terutama untuk saham-saham dengan fundamental kuat dan valuasi menarik.

Sektor Energi Jadi Pembuka

Sektor energi menjadi fokus awal dalam pembahasan 20 saham terbaik untuk investasi 2026. Saham pertama yang disorot adalah ADRO (AlamTri Resources Indonesia) dengan harga beli ideal di bawah Rp1.900 per saham. Meski laba menurun akibat spin-off anak usaha, ADRO masih dinilai murah dengan PER sekitar 8 kali dan PBV 0,7 kali.

Baca Juga: Saham Pilihan Besok Kamis 5 Februari 2026: Asing Kembali Borong BBRI, BBCA, BMRI, IHSG Berpeluang Menguat

Keunggulan ADRO terletak pada ekspansi bisnis jangka panjang, mulai dari pengoperasian smelter aluminium hingga proyek pembangkit listrik tenaga air dan energi surya. Kombinasi ini membentuk ekosistem energi terintegrasi yang dinilai menjanjikan, meski proyek hidro baru rampung pada 2031.

Selanjutnya, PGEO (Pertamina Geothermal Energy) juga masuk radar saham potensial 2026. Emiten panas bumi ini terus memperbesar kapasitas produksi seiring meningkatnya permintaan listrik berbasis energi terbarukan. Kontrak jangka panjang dengan PLN Indonesia Power memberikan arus kas stabil, yang menopang ekspansi dan peluang dividen di masa depan.

Batu Bara dan Gas Masih Menarik

Meski batu bara disebut berpotensi sunset, ITMG (Indo Tambangraya Megah) tetap dianggap menarik. ITMG memiliki kas dua kali lipat dari total liabilitasnya, membuka peluang buyback jumbo, dividen besar, serta ekspansi bisnis. Langkah diversifikasi ke energi surya dan akuisisi tambang nikel menjadi nilai tambah penting.

Baca Juga: Viral Isu Dokumen Epstein dan Simulasi Pandemi, Nama Bill Gates Disebut, Dharma Pongrekun Kembali Sorot COVID-19 sebagai Agenda Terselubung

Saham energi lain yang dibahas adalah PGAS (Perusahaan Gas Negara). Dengan PER sekitar 8 kali dan potensi dividen yield 9–10 persen, PGAS dinilai menarik untuk investor income. Ekspansi jaringan pipa gas dan arus kas yang konsisten positif memperkuat prospek jangka panjang perusahaan ini.

Industri dan Manufaktur: Stabil dan Dividen Tinggi

Masuk ke sektor industri, SPTO (Surya Pertiwi) menjadi pilihan utama. Dengan valuasi murah, dividen yield hingga 10 persen, serta neraca keuangan solid, SPTO dinilai cocok bagi investor defensif. Ekspansi pabrik dan showroom baru diharapkan mendorong pertumbuhan penjualan.

Nama lain yang masuk daftar 20 saham terbaik untuk investasi 2026 adalah PBID (Panca Budi Idaman). Emiten plastik ini menawarkan permintaan yang relatif stabil, dividen tinggi, serta ekspansi pabrik di Jawa Tengah guna meningkatkan kapasitas produksi.

Sementara itu, SMSM (Selamat Sempurna) menarik perhatian karena keunikan dividen yang dibagikan hingga tiga–empat kali setahun. Ditopang kas besar, NPL rendah, dan diversifikasi produk otomotif hingga alat berat, SMSM dinilai sebagai saham income yang solid.

Baca Juga: Viral Isu Rekayasa COVID-19 dan Dokumen Misterius, Bang Darma Sebut Ini “Awal Perang Dunia Ketiga” Berbasis Ketakutan Massal

Perbankan Big Four Jadi Andalan

Di sektor perbankan, pilihan utama jatuh pada BBRI, BBNI, dan BMRI. Ketiganya memiliki valuasi di bawah PER 10 kali dan potensi dividen yield 8–9 persen. Penurunan suku bunga dan dukungan dana pemerintah menjadi katalis positif bagi pertumbuhan kredit dan laba.

BBRI unggul di segmen mikro dan ultra mikro, BBNI diperkuat digital banking, sementara BMRI dikenal dengan kualitas aset terbaik dan NPL rendah. Selain itu, BBCA tetap masuk radar sebagai bank dengan fundamental terkuat, CASA tinggi, serta konsistensi pertumbuhan jangka panjang.

Daftar 20 saham terbaik untuk investasi 2026 ini ditutup dengan penegasan bahwa seluruh rekomendasi bukan ajakan jual beli, melainkan bahan pertimbangan awal bagi investor yang tetap wajib melakukan riset mandiri.

Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Buka-bukaan soal Tantangan Ekonomi Indonesia, Singgung Birokrasi Sulit Diubah hingga Hubungan Mesra dengan BI

Editor : Natasha Eka Safrina
#rekomendasi Saham 2026 #saham energi #Saham 2026 #Saham perbankan