Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bitcoin Terancam Jebol 67.596? BTC Masuk Fase Bearish, Data AS dan MA200 Weekly Jadi Penentu Arah

Krisna Pambudi • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:50 WIB
Bitcoin terancam jebol 67.596
Bitcoin terancam jebol 67.596

RADAR TULUNGAGUNG - Pergerakan Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah market kripto dalam 24 jam terakhir terkoreksi 2,02 persen dengan total kapitalisasi pasar turun ke 2,35 triliun dolar AS.

Tekanan ini memicu kekhawatiran baru, terutama karena Bitcoin mulai menunjukkan struktur teknikal yang lebih lemah di timeframe pendek.

Secara teknikal, Bitcoin memang masih bertahan di atas level kunci 67.596. Namun, posisi tersebut kini menjadi krusial.

Jika Bitcoin gagal mempertahankan area ini, potensi penurunan lanjutan bisa terbuka lebih lebar. Apalagi, pada timeframe one hour, BTC mulai membentuk pola lower low dan lower high sejak 8 Februari.

Dalam analisis harian, pergerakan memang terlihat sideways. Tetapi di timeframe yang lebih kecil, tekanan bearish mulai terasa.

Struktur yang sebelumnya bullish perlahan berubah. Pertanyaannya kini, apakah ini hanya retest sebelum naik lagi, atau justru awal pelemahan lebih dalam?

Level 67.596 Jadi Kunci Bitcoin

Level 67.596 disebut sebagai support penting. Jika bertahan, peluang rebound masih terbuka. Namun bila jebol, tekanan psikologis pasar bisa meningkat.

Tak hanya faktor teknikal, sentimen makro juga ikut memengaruhi arah Bitcoin.

Dari Amerika Serikat, ada sejumlah data penting yang dirilis, seperti Nonfarm Payrolls, Unemployment Rate, Average Hourly Earnings, serta Crude Oil Inventories.

Data tenaga kerja AS kerap berdampak signifikan terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Jika hasilnya jauh dari proyeksi, volatilitas bisa meningkat, termasuk di pasar kripto.

Selain itu, lelang obligasi 10-year note AS juga menjadi perhatian. Kombinasi data makro dan tekanan teknikal membuat kondisi pasar saat ini dinilai rawan.

Ethereum Ikut Terseret, DXY Melemah

Tak hanya Bitcoin, Ethereum juga akhirnya ikut terkoreksi. Sebelumnya ETH sempat menunjukkan ketahanan relatif dibanding BTC. Namun pada akhirnya tetap terseret turun.

Fenomena ini memperkuat pandangan bahwa saat Bitcoin melemah, altcoin sulit bertahan lama.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) memang melemah tipis, tetapi dampaknya terhadap kripto belum signifikan.

Kondisi ini dinilai sebagai anomali, dipengaruhi ketidakpastian politik global yang masih membayangi pasar.

Sudah Masuk Bear Market?

Analisis lebih dalam menyebut bahwa sejak November tahun lalu, pasar kripto sebenarnya telah memasuki fase bear market.

Konfirmasi tersebut didasarkan pada dua weekly close di bawah MA50.

Kini perhatian tertuju pada MA200 weekly (MA2).

Secara historis, ketika Bitcoin menyentuh atau menembus MA200 weekly, area tersebut kerap menjadi zona akumulasi jangka panjang.

Namun, ada catatan penting. Berdasarkan data historis, ketika harga mendekati MA200 weekly, volatilitas bisa mencapai drawdown hingga 30 persen.

Apakah skenario 2022 akan terulang? Saat itu, Bitcoin sempat bertahan lama di bawah MA200 weekly sebelum akhirnya pulih.

Meski begitu, tidak ada kepastian sejarah akan berulang persis sama.

Bisa saja harga hanya menyentuh MA200 lalu rebound, atau justru membentuk pola lebih kompleks seperti descending triangle.

Strategi: Bukan Menebak, Tapi Mempersiapkan Skenario

Satu pesan penting yang ditekankan adalah mindset investor. Tugas pelaku pasar bukan menebak arah harga, melainkan mempersiapkan berbagai skenario.

Prinsip utama investasi tetap sama: jangan rugi terlebih dahulu. Pendekatan akumulasi di area yang secara historis kuat dinilai lebih rasional dibanding mengejar bottom sempurna.

Secara teknikal, area spot Bitcoin yang disorot saat ini berada di 67.596 dan 58.506. Level kedua bahkan beririsan dengan MA200 weekly, menjadikannya area konfluensi kuat.

Di sisi lain, investor diingatkan untuk tidak overleverage, terutama di pasar futures. Tanpa SOP dan manajemen risiko, potensi likuidasi sangat besar.

Sentimen negatif ekstrem juga mulai muncul, termasuk prediksi Bitcoin turun drastis. Namun secara historis, fase pesimisme ekstrem justru sering bertepatan dengan area akumulasi terbaik.

Dengan kombinasi tekanan teknikal, rilis data ekonomi AS, serta posisi harga yang mendekati MA200 weekly, arah Bitcoin dalam waktu dekat akan sangat menentukan.

Apakah 67.596 akan bertahan atau jebol? Pasar akan menjawab dalam beberapa hari ke depan.

Editor : Vidya Sajar Fitri
#BTC #Bitcoin #nonfarm payrolls #ma200 weekly #bear market