Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Panduan Memilih Saham Sehat: Pentingnya Menilai Debt to Equity Ratio untuk Keputusan Investasi

Manda Dwi Agustin • Kamis, 12 Februari 2026 | 11:30 WIB

Pelajari cara memilih saham sehat dengan menilai debt to equity ratio. Temukan indikator keuangan yang penting untuk keputusan investasi.
Pelajari cara memilih saham sehat dengan menilai debt to equity ratio. Temukan indikator keuangan yang penting untuk keputusan investasi.

RADAR TULUNGAGUNG - Investasi saham memang menjanjikan keuntungan, tetapi memilih saham yang sehat secara finansial adalah kunci untuk meminimalkan risiko.

Selain potensi pertumbuhan dan harga yang kompetitif, investor harus memperhatikan debt to equity ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas, yang menjadi salah satu indikator utama untuk menilai kesehatan sebuah perusahaan.

Apa yang perlu diketahui tentang DER dan bagaimana pengaruhnya terhadap keputusan investasi? Berikut ulasannya.

Baca Juga: MSCI Jadi Biang Kerok IHSG Anjlok Awal 2026, Investor Saham Diminta Tenang: Ini Analisis Lengkap Dampak MSCI ke Pasar Modal Indonesia

1. Apa Itu Debt to Equity Ratio (DER)?

Debt to equity ratio adalah rasio yang mengukur seberapa besar utang yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan ekuitas atau modal yang dimilikinya.

Rasio ini sangat penting untuk menilai kestabilan finansial perusahaan. Sebuah perusahaan yang memiliki DER rendah menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak mengandalkan modal sendiri daripada utang untuk membiayai operasionalnya.

Sebaliknya, DER yang tinggi menunjukkan ketergantungan yang lebih besar pada utang, yang bisa meningkatkan risiko kebangkrutan.

Baca Juga: Bitcoin Terancam Jebol 67.596? BTC Masuk Fase Bearish, Data AS dan MA200 Weekly Jadi Penentu Arah

2. Pentingnya DER dalam Menilai Saham Sehat

Saham sehat adalah saham dari perusahaan yang memiliki rasio utang yang terkendali. Perusahaan dengan DER rendah cenderung lebih stabil dan memiliki risiko yang lebih kecil, sehingga lebih menarik bagi investor.

Misalnya, perusahaan dengan DER di bawah 1 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki lebih sedikit utang dibandingkan dengan ekuitasnya.

Sebaliknya, perusahaan dengan DER di atas 1 berarti perusahaan tersebut lebih banyak memiliki utang daripada modal yang dimilikinya, yang meningkatkan risiko bagi investor.

Baca Juga: Saham BUMI Rontok Tajam, Disebut Sengaja Diturunkan demi MSCI: Ini Fakta Asing Borong Diam-Diam Saat Investor Panik

Sebagai contoh, Astra International menunjukkan DER yang terus menurun dari tahun ke tahun, dari 0,63 pada 2018 menjadi 0,42 pada 2021.

Ini mencerminkan manajemen keuangan yang baik dan peningkatan ekuitas, yang membuat saham perusahaan ini semakin menarik bagi investor.

3. Cara Menggunakan DER untuk Keputusan Investasi

Sebagai investor, penting untuk selalu memantau DER dari tahun ke tahun. Rasio DER yang menurun menunjukkan bahwa perusahaan mengurangi utangnya dan meningkatkan ekuitasnya, yang berarti perusahaan tersebut semakin sehat.

Namun, perlu diingat bahwa industri yang berbeda memiliki standar DER yang berbeda. Misalnya, perusahaan di sektor konstruksi atau infrastruktur yang membutuhkan modal besar bisa memiliki DER yang lebih tinggi, tetapi masih bisa dianggap sehat jika rasio utangnya terkendali.

Investor harus selalu mencari perusahaan dengan DER yang stabil atau menurun, karena ini menunjukkan perusahaan tersebut berada dalam jalur yang benar dalam mengelola utang dan meningkatkan kekuatan finansialnya.

Jangan hanya terpaku pada harga saham atau potensi pertumbuhannya saja, tetapi pastikan juga untuk memeriksa kesehatan finansial melalui DER.

Editor : Vidya Sajar Fitri
#saham #investasi #saham sehat #Saham 2026