Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berburu Saham Rutin Bagi Dividen, Begini Strategi Dividen Investing yang Minim Risiko!

Manda Dwi Agustin • Kamis, 12 Februari 2026 | 11:40 WIB

Strategi dividen investing dan cara memilih saham rutin bagi dividen. UNTR pernah catat dividend yield 27,9%.
Strategi dividen investing dan cara memilih saham rutin bagi dividen. UNTR pernah catat dividend yield 27,9%.

RADAR TULUNGAGUNG - Salah satu keuntungan investasi saham adalah mendapatkan dividen, yakni pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Bahkan, ada emiten seperti United Tractors (UNTR) yang pernah mencatatkan dividend yield hingga 27,9 persen.

Angka tersebut membuat strategi dividen investing atau berburu saham rutin bagi dividen semakin diminati investor.

Dividen investing merupakan strategi membeli saham dengan tujuan memperoleh penghasilan rutin dari pembagian laba. Dengan cara ini, saham tidak hanya memberi potensi capital gain, tetapi juga arus kas tahunan.

Bayangkan jika seseorang berpenghasilan Rp240 juta per tahun, lalu mendapat tambahan dividen Rp30 juta.

Artinya ada kenaikan pendapatan lebih dari 10 persen hanya dari investasi saham. Inilah daya tarik utama saham rutin bagi dividen.

Baca Juga: IHSG Tertekan Asing Rp1,4 Triliun, Moody’s Pangkas Outlook Indonesia, Saham Dividen dan Konglomerasi Babak Belur

Memahami Dividen dan Dividend Yield

Dividen berasal dari laba bersih perusahaan setelah dikurangi kebutuhan operasional (opex) dan belanja modal (capex). Sisa keuntungan bisa dibagikan kepada pemegang saham, sementara sebagian lainnya menjadi laba ditahan (retained earnings).

Besaran dividen yang diterima investor dihitung melalui dividend per share (DPS). Nilai inilah yang menentukan berapa rupiah dividen per lembar saham.

Sementara itu, dividend yield adalah persentase imbal hasil dividen dibanding harga saham. Rumusnya sederhana: DPS dibagi harga saham, lalu dikali 100 persen. Inilah indikator utama dalam strategi dividen investing.

Semakin tinggi dividend yield, semakin besar potensi imbal hasil tunai yang diterima investor. Namun, yield tinggi tetap harus diiringi fundamental perusahaan yang kuat.

Baca Juga: Watchlist Saham 12 Februari 2026: Sinyal Positif MSCI, Saham Pak PP hingga TINS Disebut Berpotensi Cuan

Strategi Dividen Investing Minim Risiko: Fokus Fundamental dan Konsistensi

Strategi dividen investing yang minim risiko tidak semata-mata mengejar dividend yield tinggi, tetapi menitikberatkan pada kualitas perusahaan dan keberlanjutan laba.

Investor sebaiknya memilih emiten dengan fundamental kuat, ditandai laba stabil minimal tiga hingga lima tahun, arus kas positif, serta rasio utang sehat (DER terkontrol).

Dividen yang aman selalu bersumber dari keuntungan bisnis yang konsisten, bukan dari penambahan utang.

Selain itu, perhatikan dividend payout ratio (DPR) di kisaran ideal 40–70 persen. DPR yang terlalu tinggi berisiko mengganggu ekspansi bisnis, sedangkan terlalu rendah membuat potensi dividen kurang optimal.

Investor juga perlu waspada terhadap dividend yield yang terlalu besar karena bisa terjadi akibat harga saham turun tajam, bukan karena kinerja membaik.

Kunci lainnya adalah memilih perusahaan yang rutin membagikan dividen dan memiliki tren stabil atau meningkat dari tahun ke tahun. Konsistensi jauh lebih penting dibanding nominal besar sesaat.

Untuk memperkecil risiko, lakukan diversifikasi ke beberapa sektor dan manfaatkan strategi reinvestasi dividen agar efek compounding bekerja maksimal dalam jangka panjang.

IDX High Dividend 20 dan Strategi Seleksi

Di Indonesia, investor bisa mengacu pada indeks IDX High Dividend 20, yang berisi 20 saham dengan rekam jejak pembagian dividen rutin dan likuiditas baik.

Baca Juga: Bitcoin 11 Februari Jadi Penentuan? Time Trading Disebut Bisa Selamatkan Trader Saat Market Merah, IHSG Dibidik ke 8.900

Beberapa sektor yang dikenal rajin membagi dividen antara lain perbankan, tambang, hingga energi.

Namun, dividend yield tinggi saja tidak cukup. Investor tetap harus melihat konsistensi laba, rasio utang, dan prospek bisnis.

Perlu diingat, yield tinggi bisa terjadi karena harga saham turun tajam. Karena itu, analisis fundamental tetap wajib dilakukan.

Strategi dividen investing cocok bagi investor yang ingin membangun penghasilan pasif jangka panjang. Dengan pemilihan saham rutin bagi dividen yang tepat, arus kas tahunan bisa menjadi penopang stabilitas keuangan.

Tertarik berburu saham dividen tinggi seperti UNTR? Pastikan hitung dividend yield dan pahami risikonya sebelum membeli.

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Dividen saham #saham sehat #Saham 2026