RADAR TULUNGAGUNG- Harga emas hari ini, terpantau mengalami koreksi tipis setelah beberapa hari sebelumnya bergerak naik. Penurunan ini dinilai wajar karena sebagian investor memilih menjual untuk mengamankan keuntungan (profit taking), meski tren besar emas masih cenderung stabil atau bullish.
Secara umum, pergerakan harga emas hari ini juga dipengaruhi penguatan dolar AS. Seperti diketahui, emas dan dolar memiliki hubungan berlawanan arah. Saat dolar menguat, harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaan sedikit melemah dan memicu koreksi harga.
Berikut rangkuman lengkap harga beli dan harga buyback emas hari ini, mulai dari emas batangan hingga emas perhiasan berbagai kadar karat.
Harga Emas Antam Turun Rp7.000
Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan PT Antam ukuran 1 gram hari ini turun Rp7.000.
Harga emas Antam kini berada di level Rp2.947.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.954.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback emas Antam 1 gram berada di angka Rp2.741.000 per gram. Nilai buyback ini menjadi acuan penting bagi investor yang berencana menjual kembali emasnya dalam waktu dekat, karena menentukan besaran potensi keuntungan secara riil.
Selain Antam, emas cukim 24 karat ukuran 1 gram diperdagangkan di kisaran Rp2.357.000 hingga Rp2.799.000 per gram, tergantung lokasi pembelian dan kebijakan masing-masing penjual.
Update Harga Emas Perhiasan 11 Februari 2026
Berbeda dengan emas batangan, harga emas perhiasan sangat bergantung pada kadar karat, desain, serta biaya pembuatan. Karena itu, harga beli dan harga buyback di tiap toko bisa berbeda.
Berikut estimasi harga emas perhiasan hari ini:
Emas 24 Karat (99,9% / Kode 999)
-
Harga beli: Rp3.600.000 – Rp3.725.000 per gram
-
Harga buyback: Rp2.610.000 per gram (kisaran sekitar Rp2,61 jutaan)
Emas 23 Karat (95,8% / Kode 958)
-
Harga beli: Rp2.882.000 – Rp3.570.000 per gram
-
Harga buyback: Rp1.975.000 – Rp2.501.000 per gram
Emas 22 Karat (91,7% / Kode 917)
-
Harga beli: Rp2.757.000 – Rp3.414.000 per gram
-
Harga buyback: Rp1.889.000 – Rp2.393.000 per gram
Emas 21 Karat (87,5% / Kode 875)
-
Harga beli: Rp2.633.000 – Rp3.259.000 per gram
-
Harga buyback: Rp1.803.000 – Rp2.284.000 per gram
Emas 20 Karat (83,3% / Kode 833)
-
Harga beli: Rp2.508.000 – Rp3.104.000 per gram
-
Harga buyback: Rp1.717.000 – Rp2.175.000 per gram
Emas 18 Karat (75% / Kode 750)
-
Harga beli: Rp2.260.000 – Rp2.793.000 per gram
-
Harga buyback: Rp1.545.000 – Rp1.957.000 per gram
Emas 16 Karat (66,7% / Kode 667)
-
Harga beli: Rp2.110.000 – Rp2.483.000 per gram
-
Harga buyback: Rp1.374.000 – Rp1.740.000 per gram
Emas 14 Karat (58,5% / Kode 585)
-
Harga beli: Rp1.762.000 – Rp2.173.000 per gram
-
Harga buyback: Rp1.202.000 – Rp1.522.000 per gram
Emas 12 Karat (54,2% / Kode 542)
-
Harga beli: Rp1.513.000 – Rp1.862.000 per gram
-
Harga buyback: Rp1.300.000 – Rp1.305.000 per gram
Emas 10 Karat (41,7% / Kode 417)
-
Harga beli: Rp1.264.000 – Rp1.552.000 per gram
-
Harga buyback: Rp858.000 – Rp1.087.000 per gram
Emas 8 Karat (33,3% / Kode 333)
-
Harga beli: Rp1.150.000 – Rp1.241.000 per gram
-
Harga buyback: Rp687.000 – Rp870.000 per gram
Emas 6 Karat (25% / Kode 250)
-
Harga beli: Rp766.000 – Rp931.000 per gram
-
Harga buyback: Rp515.000 – Rp652.000 per gram
Emas Batangan Masih Jadi Favorit Investor
Perlu dipahami, semakin tinggi kadar karat emas, maka semakin tinggi pula harga beli dan nilai buyback-nya. Inilah alasan utama emas berkadar tinggi, khususnya emas batangan, tetap menjadi pilihan utama investor sebagai aset lindung nilai (safe haven) menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Sebaliknya, emas perhiasan memiliki selisih harga beli dan jual kembali yang cukup besar karena adanya komponen biaya pembuatan dan desain. Oleh sebab itu, emas perhiasan lebih cocok untuk investasi jangka panjang dan kurang ideal untuk trading jangka pendek.
Dengan pergerakan pasar yang dinamis, investor disarankan rutin memantau harga emas hari ini sebelum mengambil keputusan membeli, menyimpan, atau menjual. Langkah ini penting agar keputusan investasi lebih terukur dan sesuai dengan kondisi pasar terkini.
Editor : Cholifatun Nisak