RADAR TULUNGAGUNG- Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS kompak meroket pada Kamis, 15 Januari 2026. Kenaikan terjadi serentak di seluruh produk logam mulia yang diperdagangkan di Pegadaian maupun Logam Mulia. Bahkan, salah satu produk emas berhasil menembus level Rp2.752.000 per gram.
Lonjakan harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS ini menunjukkan tren penguatan yang masih berlanjut di awal tahun 2026. Kenaikan harga per gram menjadi sorotan investor, terutama di tengah tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Berdasarkan laman resmi sahabat.pegadaian.co.id, harga emas Galeri 24 naik Rp16.000 menjadi Rp2.692.000 per gram. Sebelumnya, emas Galeri 24 diperdagangkan di level Rp2.676.000 per gram.
Kenaikan yang lebih tinggi terjadi pada produk emas UBS. Harga emas UBS melonjak Rp25.000 dan kini berada di posisi Rp2.752.000 per gram. Angka ini menjadi yang tertinggi di antara tiga merek emas yang diperdagangkan hari ini.
Sementara itu, mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam juga mengalami kenaikan. Emas Antam kini dibanderol Rp2.675.000 per gram, naik dari harga sebelumnya Rp2.665.000 per gram.
Rincian Kenaikan Harga Emas Hari Ini
Kenaikan harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS hari ini tergolong signifikan, terutama bagi investor yang sudah memegang emas sejak awal tahun. Selisih kenaikan antara Rp10.000 hingga Rp25.000 per gram dalam sehari menjadi momentum positif bagi pemilik emas.
Berikut rincian harga emas per gram pada Kamis, 15 Januari 2026:
-
Emas Galeri 24: Rp2.692.000 per gram (naik Rp16.000)
-
Emas UBS: Rp2.752.000 per gram (naik Rp25.000)
-
Emas Antam: Rp2.675.000 per gram (naik Rp10.000)
Perbedaan harga di antara ketiga produk tersebut dipengaruhi oleh faktor merek, sertifikasi, serta kebijakan distribusi masing-masing produsen.
Faktor Pendorong Harga Emas Naik
Kenaikan harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS umumnya dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika harga emas global naik atau rupiah melemah, harga emas domestik cenderung ikut terkerek.
Selain itu, permintaan emas fisik yang meningkat di awal tahun juga dapat mendorong harga lebih tinggi. Investor ritel biasanya mulai menambah kepemilikan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Emas masih dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak pasar. Oleh sebab itu, ketika sentimen global memanas atau pasar keuangan berfluktuasi, permintaan emas cenderung meningkat.
Pertimbangan Sebelum Membeli
Meski harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS sedang naik, calon investor tetap disarankan memperhatikan tujuan investasi. Untuk investasi jangka panjang, kenaikan jangka pendek biasanya tidak terlalu menjadi masalah.
Namun bagi investor yang berorientasi jangka pendek, penting untuk memantau harga buyback serta spread antara harga beli dan jual. Selisih tersebut akan menentukan potensi keuntungan riil saat emas dijual kembali.
Dengan tren kenaikan yang masih berlanjut, pelaku pasar kini menanti apakah harga emas akan kembali mencetak rekor baru atau mengalami koreksi dalam waktu dekat.
Editor : Cholifatun Nisak