RADAR TULUNGAGUNG - Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (12/2/2026) kemarin.
Dalam transaksi pasar spot, harga emas tercatat merosot hingga 3,53% dan jatuh ke level 4.905 dolar AS per troy ons, yang merupakan titik terendah dalam sepekan terakhir.
Penurunan signifikan ini terjadi meskipun tidak ada isu fundamental yang mempengaruhi pasar secara langsung.
Meskipun terlihat mengejutkan, analis pasar menyebutkan bahwa jatuhnya harga emas kali ini lebih disebabkan oleh faktor teknis dan aksi jual massal yang didorong oleh algoritma robot trading.
Perdagangan yang dipengaruhi oleh sistem otomatis ini memicu penurunan harga yang lebih cepat dari biasanya.
Dengan berbagai algoritma yang bekerja dalam kecepatan tinggi, pasar pun menjadi lebih rentan terhadap perubahan harga yang tajam.
Tekanan Pasar Saham dan Pengaruhnya terhadap Emas
Kondisi pasar saham global juga turut mempengaruhi harga emas.
Pada hari yang sama, pasar saham New York mengalami koreksi tajam, dengan indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan NASDAQ mengalami penurunan yang cukup dalam.
Penurunan di pasar saham ini umumnya menyebabkan pengalihan investasi dari saham ke aset yang lebih aman seperti emas.
Namun, kali ini, emas justru tertekan, karena sentimen negatif dari pasar saham global membuat para investor lebih memilih untuk menarik dana mereka dari pasar komoditas.
Meskipun demikian, harga emas tetap berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan beberapa bulan lalu, dan masih menarik bagi investor jangka panjang yang mengincar perlindungan dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Pergerakan Harga Emas Antam di Indonesia
Selain harga emas internasional, harga emas dalam negeri juga turut mengalami penurunan.
Harga emas batangan logam mulia produksi PT Aneka Tambang (Antam) pada Jumat, 13 Februari 2026, tercatat turun Rp 43.000 per gram menjadi Rp 2.904.000.
Penurunan harga ini diikuti oleh harga buyback (pembelian kembali) yang juga turun menjadi Rp 2.688.000 per gram, berkurang Rp 53.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Kendati ada penurunan harga, emas Antam masih menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berinvestasi dalam bentuk logam mulia.
Masyarakat lebih memilih emas sebagai sarana investasi yang dianggap lebih stabil, meskipun ada fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Beberapa analis memprediksi bahwa harga emas di dalam negeri masih berpotensi untuk kembali naik, tergantung pada perkembangan pasar global.
Bagaimana Pengaruh Perdagangan Emas terhadap Ekonomi Global?
Perdagangan emas memang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian global.
Sebagai salah satu aset safe haven, emas sering dijadikan pilihan bagi para investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Namun, harga emas yang terpengaruh oleh berbagai faktor teknis, seperti algoritma trading, dapat mengalami fluktuasi yang cepat dan terkadang sulit diprediksi.
Selain itu, perubahan harga emas juga mencerminkan sentimen pasar terhadap stabilitas ekonomi global.
Ketika harga emas naik, biasanya itu menjadi indikator adanya ketegangan ekonomi atau politik.
Sebaliknya, penurunan harga emas, seperti yang terjadi saat ini, sering kali dipandang sebagai tanda bahwa pasar global sedang berada dalam kondisi stabil.
Meskipun harga emas dunia turun tajam, hal ini tidak berarti bahwa tren turun ini akan bertahan lama.
Banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas, dan fluktuasi harga yang terjadi saat ini sebagian besar dipengaruhi oleh faktor teknis dan algoritma trading.
Bagi masyarakat Indonesia, harga emas batangan Antam yang masih cukup terjangkau tetap menjadi pilihan investasi yang menjanjikan, apalagi jika melihat potensi pemulihan harga dalam beberapa bulan mendatang.***
Editor : Vidya Sajar Fitri