JAKARTA – Saham FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) kembali menjadi sorotan setelah aksi beli dari pemegang saham pengendali. Tercatat, entitas pengendali Pangan Sejahtera Makmur melakukan penambahan kepemilikan pada Februari, termasuk pembelian hampir 1 juta lembar saham dalam satu hari melalui broker domestik.
Aksi akumulasi ini bukan yang pertama. Sepanjang 2024 hingga awal 2025, pengendali tercatat konsisten menambah kepemilikan secara bertahap. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa manajemen menilai harga saham saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya.
Secara Fundamental: Masih Di Bawah Harga Wajar?
Jika mengacu pada perhitungan Price to Earnings Ratio (PER):
-
EPS TTM: ±9,99
-
PER rata-rata historis: ±21x
-
Estimasi harga wajar berbasis PER: ±218
Sementara jika menggunakan pendekatan Price to Book Value (PBV):
-
Book value: ±120
-
PBV rata-rata: ±1,32x
-
Estimasi harga wajar berbasis PBV: ±159
Artinya, secara konservatif nilai wajar berada di kisaran 159–218, tergantung metode yang digunakan.
Dengan harga pasar yang masih berada di bawah area 250, sebagian analis menilai valuasinya relatif murah, terutama jika dibandingkan dengan potensi normalisasi kinerja.
Dari sisi neraca:
-
DER sekitar 0,27 (masih sehat)
-
Ekuitas ±1,1 triliun
-
Utang relatif terkendali
-
EPS menunjukkan perbaikan dibanding kuartal sebelumnya
ROE memang masih di bawah 10%, namun tren laba menunjukkan perbaikan.
Analisis Teknikal: Support Baru Terbentuk
Secara teknikal, AISA sudah membentuk support baru setelah beberapa kali uji area bawah berhasil tertahan.
Level Penting AISA:
-
Support kuat: 135
-
Support krusial: 131 (jika jebol berisiko ke 115)
-
Resistance psikologis: 142 (sudah diuji berkali-kali)
-
Resistance lanjutan: 158–159
-
Target menengah: 196
-
Target optimistis: 200+
Area 142 menjadi kunci karena sudah beberapa kali gagal ditembus. Jika level ini berhasil di-break dengan volume kuat, peluang menuju 158–159 terbuka.
Apabila 159 berhasil dilewati, target teknikal berikutnya mengarah ke 196.
Pergerakan Bandar dan Asing
Data broker summary menunjukkan:
-
Asing sempat akumulasi sejak pertengahan Januari.
-
Bandar lokal mulai kembali masuk setelah fase distribusi.
-
Meski ada sesi net sell, secara total akumulasi masih lebih dominan dibanding distribusi.
Kombinasi akumulasi pengendali, masuknya smart money, serta valuasi yang relatif di bawah rata-rata historis menjadi faktor pendukung skenario kenaikan lanjutan.
Strategi
-
Entry agresif: tunggu break 142 dengan volume kuat.
-
Entry konservatif: tunggu MA10 mengarah naik dan harga bertahan di atas MA2.
-
Cut loss: di bawah 131.
-
Target bertahap: 159 → 196.
Bagi investor jangka menengah yang bersabar, area 196–200 masih realistis selama tren tidak berubah menjadi downtrend (ditandai jebol MA2).
Editor : Divka Vance Yandriana