RADAR TULUNGAGUNG- Daftar bansos cair Februari 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat. Setidaknya ada 9 daftar bansos cair Februari 2026 yang disebut mulai disalurkan bertahap, bahkan sebagian sudah masuk rekening sejak hari ini.
Informasi mengenai 9 daftar bansos cair Februari 2026 ini mencakup bantuan tunai, non tunai, bantuan tambahan jelang Ramadan, hingga program baru yang dilanjutkan tahun ini. Penerima diimbau memastikan status kepesertaan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tidak ketinggalan pencairan.
Lalu apa saja 9 daftar bansos cair Februari 2026 yang dimaksud? Berikut rinciannya.
1. BPNT Tahap 1 Masih Cair Bertahap
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako masih menjadi bansos reguler yang disalurkan bertahap. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan pencairan sudah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), meski ada juga yang masih menunggu, terutama pemegang KKS baru.
Bagi masyarakat yang masuk desil 1 sampai 4, peluang pencairan tetap terbuka. Jika status di laman cek bansos masih aktif, maka bantuan tinggal menunggu proses transfer dari bank Himbara.
2. PKH Tahap 1 Menyusul
Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 1 juga termasuk dalam 9 daftar bansos cair Februari 2026. Penyaluran dilakukan melalui bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
PKH menyasar keluarga dengan komponen ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, hingga penyandang disabilitas. Pencairan dilakukan bertahap sesuai jadwal masing-masing wilayah.
3. PIP dan KIP Kuliah
Program Indonesia Pintar (PIP) kembali berlanjut tahun ini. Bahkan, ada perluasan untuk jenjang TK. Orang tua siswa diimbau memastikan data anak tetap aktif di sekolah agar bisa diusulkan sebagai penerima PIP.
Selain itu, KIP Kuliah juga tetap berjalan untuk mahasiswa yang memenuhi syarat. Bantuan ini cair per semester sesuai ketentuan.
4. Atensi YAPI
Bantuan atensi YAPI (Yatim Piatu) juga masuk dalam daftar pencairan. Nominalnya Rp200.000 per bulan dan biasanya dicairkan per tiga bulan. Artinya, potensi pencairan berikutnya bisa dilakukan pada Maret mendatang.
5. BLT Dana Desa
BLT Dana Desa (BLT-DD) menyasar warga miskin ekstrem di desa yang belum menerima PKH maupun BPNT. Besarannya Rp300.000 per bulan.
Skema pencairan berbeda-beda tergantung kebijakan desa. Ada yang membagikan setiap bulan, dua bulan sekali, hingga dirapel beberapa bulan sekaligus.
6. Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Menjelang Ramadan dan Lebaran, pemerintah juga menyiapkan bantuan tambahan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan selama dua bulan.
Jika dirapel, penerima bisa memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Program ini menyasar KPM aktif, terutama penerima BPNT dan bantuan sosial reguler lainnya.
7. Program Diskon Transportasi Mudik
Pemerintah juga menyiapkan program diskon transportasi untuk angkutan darat, laut, dan udara. Skemanya mulai dari potongan harga hingga subsidi tertentu.
Detail mekanisme dan kriteria penerima masih menunggu pengumuman resmi, biasanya mendekati periode mudik Lebaran.
8. PBI Jaminan Kesehatan
Bantuan iuran BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) juga kembali dinormalisasi. Peserta yang sempat nonaktif kini mulai diaktifkan kembali, terutama bagi penderita penyakit kronis atau kondisi medis mendesak.
Dengan status aktif, iuran ditanggung pemerintah sehingga peserta tetap bisa mengakses layanan kesehatan.
9. Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut akan tetap berjalan, termasuk saat bulan puasa. Program ini menyasar pelajar dan kelompok tertentu untuk meningkatkan asupan gizi.
Meski teknis pelaksanaan saat Ramadan masih menunggu detail, pemerintah memastikan program tetap berlanjut tahun ini.
Pastikan Data Aktif di DTKS
Dari 9 daftar bansos cair Februari 2026 tersebut, tidak semua masyarakat akan menerima seluruh bantuan. Setiap program memiliki kriteria dan segmentasi berbeda.
Kunci utama agar tetap menerima bansos adalah memastikan data kependudukan valid dan terdaftar aktif di DTKS. Masyarakat juga disarankan rutin mengecek status bantuan melalui kanal resmi pemerintah dan bank penyalur.
Menjelang Ramadan, bantuan sosial ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat dan membantu kebutuhan pokok rumah tangga. Bagi yang sudah cair, manfaatkan bantuan secara bijak. Sementara yang belum menerima, tetap pantau informasi resmi agar tidak terjebak kabar simpang siur.
Editor : Cholifatun Nisak