RADAR TULUNGAGUNG- Anggaran bansos Rp17 triliun lebih telah disalurkan pemerintah dan akan terus mengalir hingga Lebaran. Kabar ini disampaikan langsung Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang memastikan bantuan sosial berjalan berkesinambungan tanpa jeda.
Anggaran bansos yang sudah cair tersebut merupakan bagian dari total Rp17,5 triliun untuk program reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako. Penyaluran dilakukan bertahap sejak awal tahun dan ditargetkan terus berlanjut hingga Maret, bahkan masuk triwulan kedua.
Selain bansos reguler, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi puluhan juta masyarakat. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah Anda termasuk penerimanya?
Rp17 Triliun Lebih Sudah Disalurkan
Dalam keterangannya, Mensos menyebut dana bansos yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp17 triliun dari total anggaran Rp17,5 triliun untuk tahap awal tahun 2026.
Penyaluran tersebut menyasar sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Bantuan diberikan secara sambung-menyambung agar tidak terjadi kekosongan pencairan, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.
Tak hanya bansos reguler, pemerintah juga mengalokasikan anggaran hingga Rp20 triliun untuk bansos adaptif dan asistensi rehabilitasi sosial. Program ini menyasar keluarga miskin, rentan, hingga masyarakat terdampak situasi darurat atau bencana.
Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 33,2 Juta Penerima
Menjelang bulan suci Ramadan, pemerintah memperluas program bantuan pangan. Bantuan tersebut berupa beras 20 kilogram yang disalurkan sekaligus serta minyak goreng.
Total penerima ditargetkan mencapai 33,2 juta masyarakat. Namun, tidak semua warga otomatis mendapatkannya. Pemerintah memprioritaskan masyarakat pada kategori desil 1 hingga desil 4.
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan berdasarkan data Kementerian Sosial. Desil 1 adalah kelompok paling miskin, disusul desil 2, 3, dan 4 sebagai kelompok rentan.
Bagi penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) tahun sebelumnya, peluang untuk kembali menerima bantuan cukup besar selama status desil masih berada di rentang 1–4.
Cara Cek Status Penerima Bansos
Masyarakat dapat mengecek status penerima bantuan secara mandiri melalui situs resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia di cekbansos.go.id.
Langkahnya cukup mudah:
-
Buka situs cekbansos.go.id melalui browser.
-
Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP.
-
Isi kode verifikasi (captcha).
-
Klik “Cari Data”.
Hasil pencarian akan menampilkan status desil kesejahteraan dan riwayat kepesertaan bansos. Jika masuk desil 1 sampai 4, masyarakat berpeluang menerima undangan pengambilan bantuan pangan.
Selain website, pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store maupun App Store.
Distribusi Lewat Kantor Pos dan Titik Resmi
Penyaluran bantuan pangan dilakukan melalui titik distribusi resmi seperti kantor pos, kelurahan, atau lokasi yang ditentukan pemerintah daerah. Penerima biasanya akan mendapatkan surat undangan resmi.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada informasi palsu atau oknum yang meminta imbalan. Semua proses penyaluran bantuan tidak dipungut biaya.
Antisipasi Bantuan Tidak Tersalur
Pada periode sebelumnya, terdapat kasus bantuan beras tidak tersalurkan karena penerima tidak mengambilnya sesuai jadwal. Pemerintah daerah biasanya memberi batas waktu tertentu.
Jika bantuan tidak diambil tanpa keterangan jelas, maka dapat dialihkan kepada warga lain yang memenuhi syarat. Karena itu, penting bagi penerima untuk memastikan data kependudukan aktif dan rutin memantau informasi dari desa atau kelurahan.
Stimulus Ekonomi Jelang Lebaran
Penyaluran bansos hingga Lebaran diharapkan menjadi stimulus ekonomi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan pokok, terutama saat harga bahan pangan cenderung meningkat menjelang hari raya.
Dengan anggaran bansos yang sudah mengalir lebih dari Rp17 triliun dan program bantuan pangan untuk puluhan juta warga, pemerintah berharap masyarakat rentan dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang.
Bagi yang merasa memenuhi kriteria, segera cek status melalui laman resmi agar tidak ketinggalan informasi. Pastikan NIK aktif dan data kependudukan telah diperbarui agar peluang menerima bantuan tidak terlewat.
Editor : Cholifatun Nisak