Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Watchlist Saham 23 Februari 2026: NRG, DATA, dan ZATA Direkomendasikan Trader, Bumi & MBMA Mulai Ditinggal?

Cholifatun Nisak • Senin, 23 Februari 2026 | 12:55 WIB

Watchlist saham 23 Februari 2026: NRG, DATA, dan ZATA jadi radar trading. BUMI dan MBMA mulai melemah?
Watchlist saham 23 Februari 2026: NRG, DATA, dan ZATA jadi radar trading. BUMI dan MBMA mulai melemah?

RADAR TULUNGAGUNG- Watchlist saham 23 Februari 2026 menjadi perhatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI yang belum sepenuhnya jelas. Seorang trader dalam kanal YouTube Scalping Trading membagikan tiga saham yang masuk radar trading harian, yakni NRG, DATA, dan ZATA.

Dalam ulasannya, ia menegaskan strategi masih bersifat trading jangka pendek (in-out), bukan untuk hold jangka panjang. Ketidakpastian makro, mulai dari kebijakan tarif Amerika Serikat hingga perkembangan keputusan MSCI terhadap pasar Indonesia, membuatnya belum percaya diri memegang banyak saham.

“Market masih belum bikin saya pede untuk hold barang banyak. Jadi tetap trading saja,” ujarnya.

Sentimen MSCI dan Tarif AS Masih Membayangi

Watchlist saham 23 Februari 2026 disusun setelah regulator pasar modal menyampaikan perkembangan terbaru terkait transparansi dan pemenuhan aturan free float kepada MSCI. Otoritas disebut telah membuka data kepemilikan lebih granular melalui situs resmi bursa serta menaikkan ketentuan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari MSCI apakah Indonesia akan tetap dipertahankan sebagai emerging market atau tidak. Rebalancing pada periode Mei juga belum mendapat kepastian.

Selain itu, sentimen global datang dari kebijakan tarif AS. Mahkamah Agung Amerika Serikat dikabarkan membatalkan sebagian kebijakan tarif era Presiden Donald Trump. Jika tarif impor Indonesia benar-benar turun dari sebelumnya 19 persen, hal itu bisa menjadi sentimen positif. Namun jika justru naik, pasar berpotensi merespons negatif.

Saham BUMI Masih Fifty-Fifty

Trader juga menyoroti pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk atau Bumi Resources Tbk (BUMI) yang ramai diperbincangkan investor ritel.

Secara logika, jika MSCI berjalan normal, BUMI berpeluang masuk indeks. Namun tanda-tanda inflow asing yang signifikan belum terlihat. Data transaksi menunjukkan belum ada akumulasi kuat dari broker asing besar. Bahkan pada perdagangan terakhir, justru terlihat tekanan jual.

Karena itu, ia menilai BUMI masih berada di posisi “fifty-fifty” dan belum menunjukkan sinyal bullish yang meyakinkan.

Evaluasi Watchlist Sebelumnya

Pada sesi sebelumnya, saham yang masuk radar adalah MBMA, Harum, dan MDKA. Namun performanya kurang menggembirakan.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk atau Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dinilai masih relatif oke karena telah breakout dan bertahan di atas area 3.500 yang kini menjadi support teknikal.

Sebaliknya, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk atau Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjukkan pelemahan sekitar 5 persen dengan indikasi distribusi, sehingga dianggap kurang menarik untuk trading lanjutan.

Watchlist Saham 23 Februari 2026

Berikut tiga saham yang masuk radar trading:

1. NRG Dekati Area Breakout

Saham PT Energi Mega Persada Tbk atau Energi Mega Persada Tbk (NRG) dinilai menarik karena berada dekat area resistance 1.700.

Meski sempat muncul upper wick yang menandakan tekanan jual, volume transaksi meningkat dan posisi harga mendekati resistance. Trader menilai jika breakout valid terjadi, potensi kenaikan bisa cukup kencang, mengingat karakter saham ini yang likuid dan volatil.

Strateginya, menunggu konfirmasi breakout dengan manajemen risiko ketat sekitar 3–4 persen.

2. DATA Tunjukkan Reversal dan Kuat di Atas MA20

Saham PT Remala Abadi Tbk atau Remala Abadi Tbk (DATA) menunjukkan sinyal reversal dan telah bergerak di atas MA20.

Kenaikan hampir 10 persen disertai volume lebih tinggi dari rata-rata harian menjadi indikasi positif. Secara fundamental, saham ini juga mendapat sorotan karena adanya aksi korporasi dari grup besar tahun lalu.

Support terdekat berada sekitar 2 persen di bawah harga penutupan terakhir. Jika level ini ditembus, disarankan disiplin cut loss.

3. ZATA Didorong Sentimen Ramadan dan Inflow Asing

Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk atau Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) juga masuk watchlist.

Emiten yang bergerak di perdagangan tekstil dan fashion muslim ini berpotensi mendapat sentimen musiman Ramadan. Selain itu, terdapat indikasi akumulasi broker asing dalam dua hari terakhir dengan nilai transaksi cukup likuid.

Trader menyebut saham seperti ZATA kerap menarik minat scalper ketika muncul dorongan volume dari broker tertentu.

Strategi: Disiplin Risiko dan Jangan Overtrade

Ia mengingatkan agar trader tidak memaksakan entry jika tidak menemukan setup yang jelas. “Nunggu juga bagian dari strategi,” tegasnya.

Dalam kondisi likuiditas pasar yang mulai turun—nilai transaksi harian kini sekitar Rp18 triliun dibandingkan puncak Rp30 triliun akhir tahun lalu—pengendalian risiko menjadi semakin penting.

Strategi yang diterapkan adalah membatasi maksimal tiga hingga empat saham dalam portofolio trading harian, dengan cut loss ketat 3–4 persen.

Di tengah ketidakpastian global dan isu MSCI, pendekatan taktis dan disiplin menjadi kunci. Watchlist saham 23 Februari 2026 ini bisa menjadi referensi, namun keputusan akhir tetap ada di tangan masing-masing investor.

 

Editor : Cholifatun Nisak
#saham BUMI #Watchlist saham #Saham ZATA #Saham DATA #Saham NRG