Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Analisis Bitcoin Terbaru: Sinyal Koreksi Besar atau Siap Reli ke 100K? Ini Target Harga dan Skenario Elliott Wave

Lucky Naiha Syafira • Senin, 23 Februari 2026 | 14:30 WIB

Analisis Bitcoin terbaru: potensi reli ke 100K atau koreksi besar? Simak target harga dan skenario Elliott Wave.
Analisis Bitcoin terbaru: potensi reli ke 100K atau koreksi besar? Simak target harga dan skenario Elliott Wave.

RADAR TULUNGAGUNG  – Analisis Bitcoin terbaru menunjukkan pergerakan harga masih berada dalam fase koreksi yang cukup krusial. Berdasarkan pemetaan struktur pasar menggunakan metode Elliott Wave, Bitcoin berpotensi sedang membentuk gelombang korektif besar, yang bisa menjadi wave dua dalam skala besar atau bahkan bagian awal dari tren bearish mayor.

Dalam analisis Bitcoin terbaru ini, skenario utama yang diunggulkan adalah pola “white count”. Pola tersebut mengindikasikan bahwa puncak harga telah terbentuk pada Oktober lalu setelah struktur lima gelombang selesai di area target yang telah diproyeksikan sebelumnya. Meski saat itu belum ada penembusan support signifikan sebagai konfirmasi pembalikan tren, sinyal koreksi besar sudah mulai terbaca.

Analis menegaskan bahwa struktur lima gelombang yang lengkap di Oktober menjadi peringatan dini bahwa pasar kripto, khususnya Bitcoin, berpotensi memasuki fase koreksi yang lebih dalam. Elliott Wave dinilai sebagai salah satu model terbaik untuk mengidentifikasi struktur pasar dan menentukan kapan koreksi besar kemungkinan terjadi.

Skenario White Count dan Potensi Reli B Wave

Dalam skenario white count, Bitcoin saat ini diperkirakan berada dalam wave dua koreksi. Namun, sebelum melanjutkan tren turun lebih dalam, pasar bisa saja membentuk reli tiga gelombang dalam struktur B wave.

B wave dikenal sulit diprediksi karena tidak memiliki target pasti. Bahkan, dalam beberapa kasus, B wave bisa overshoot atau melampaui ekspektasi pasar. Artinya, peluang mencetak all-time high baru tetap terbuka, meskipun momentum kenaikan saat ini masih tergolong lemah.

Secara probabilitas, jika pasar mendapatkan katalis positif, harga Bitcoin bisa kembali menguji level tertinggi Januari yang mendekati 100.000 dolar AS. Area ini berdekatan dengan golden ratio Fibonacci 78,6 persen, yang sering menjadi zona resistensi kuat dalam analisis teknikal.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi perubahan tren yang jelas. Breakout di atas garis sinyal hijau di kisaran 71.800 dolar AS menjadi kunci pertama bagi para bull untuk membuka peluang kenaikan lanjutan.

Baca Juga: Viral Bangga Anak Jadi WN Inggris, LPDP Panggil Suami Alumni Diduga Belum Tuntaskan Pengabdian, Terancam Kembalikan Dana Beasiswa?

Target Harga Bitcoin Jangka Pendek

Dalam time frame 15 menit, struktur jangka pendek menunjukkan kemungkinan pola impulsif lima gelombang telah terbentuk dari dasar harga pada 12 Oktober. Jika pola ini valid, maka pasar berpotensi memulai fase kenaikan lanjutan dalam struktur AB-1-2 setup.

Terdapat tiga target jangka pendek yang menjadi perhatian pelaku pasar:

Apabila harga mampu menembus 71.800 dolar AS, peluang menuju 74.400 dolar AS terbuka lebar. Level ini berdekatan dengan area low April yang kini berfungsi sebagai resistance.

Sementara itu, support mikro terdekat berada di area 66.250 hingga 68.418 dolar AS. Selama harga bertahan di atas zona ini, skenario kenaikan jangka pendek masih relevan. Namun jika terjadi satu lagi lower low dalam wave dua, kondisi tersebut masih dianggap wajar dalam konteks koreksi sehat.

Baca Juga: Viral Alumni LPDP Dwi Setia Ningtias: “Cukup Aku yang Jadi WNI, Anak-anakku Jangan”, Publik Geram dan Seret Nama LPDP

Skenario Alternatif: Orange Count dan Potensi Higher High

Selain white count, terdapat skenario alternatif yang disebut “orange count”. Dalam skenario ini, puncak sebelumnya dianggap sebagai wave tiga, sementara koreksi saat ini adalah wave empat. Artinya, pasar masih berpeluang mencetak satu higher high lagi sebelum memasuki koreksi yang lebih besar.

Skenario ini dinilai cukup rasional, mengingat volatilitas pasar kripto cenderung meningkat seiring masuknya institusi besar dan produk ETF. Alih-alih meredam volatilitas, kehadiran institusi justru bisa memperbesar pergerakan harga di kedua arah.

Namun hingga kini, belum ada sinyal kuat yang memastikan skenario mana yang akan dominan. Konsolidasi harga masih terlihat, terlebih saat pasar saham Amerika Serikat tutup sehingga volume perdagangan relatif lebih rendah.

Menanti Konfirmasi Tren

Dalam analisis Bitcoin terbaru, kunci utama tetap pada konfirmasi teknikal. Tanpa penembusan support besar, tren bearish belum sepenuhnya sah. Sebaliknya, tanpa breakout kuat di atas resistance, reli belum bisa dikatakan berkelanjutan.

Pelaku pasar kini menanti katalis berikutnya yang mampu mendorong harga keluar dari fase konsolidasi. Struktur tiga gelombang turun yang terbentuk membuka peluang reli B wave yang agresif, tetapi tetap memerlukan validasi harga.

Dengan volatilitas yang masih tinggi dan struktur teknikal yang kompleks, investor disarankan tetap berhati-hati serta memantau level-level kunci yang telah disebutkan. Apakah Bitcoin akan melanjutkan koreksi besar atau justru bersiap menuju 100.000 dolar AS? Jawabannya akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Bitcoin 2025 Masuk Fase “Extreme Fear”, Retail Jualan, Institusi Borong Besar-Besaran—Tanda Bull Run Baru Segera Dimulai?

Editor : Lucky Naiha Syafira
#Prediksi Bitcoin #Elliott Wave #Harga Bitcoin #Target harga BTC #Analisis Bitcoin terbaru