RADAR TULUNGAGUNG - Pergerakan Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah harga BTC mendekati area resistance penting di kisaran USD 68.300 hingga USD 69.867. Dalam update analisis terbaru, pergerakan Bitcoin dinilai masih berada dalam range yang sama, namun peluang breakout maupun koreksi tetap terbuka lebar.
Saat ini, Bitcoin menghadapi resistance kuat di area USD 69 ribu. Level ini dinilai krusial karena menjadi titik penentu apakah harga akan menembus ke atas atau justru mengalami pullback ke zona support di sekitar USD 66 ribu. Para analis menyebut kondisi ini sebagai fase yang belum sepenuhnya impulsif ke atas, meski sentimen jangka pendek masih cenderung bullish secara hati-hati.
Selama support di atas USD 66.194 tetap bertahan, skenario kenaikan masih dianggap valid. Namun, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap kemungkinan koreksi teknikal, terutama karena saat ini pasar memasuki akhir pekan yang cenderung volatil.
Area Resistance Bitcoin Jadi Penentu Arah
Zona resistance utama berada di antara USD 68.300 hingga USD 69.867. Di dalam rentang ini terdapat level Fibonacci retracement 61,8 persen di USD 68.945—yang sering disebut sebagai golden ratio. Level ini secara teknikal dikenal sebagai titik krusial yang kerap memicu reaksi harga.
Selain itu, terdapat pula konfluensi di sekitar USD 69.057, yang merupakan 138 persen retracement dari gelombang A dalam struktur gelombang Elliott. Kehadiran beberapa level teknikal penting di area 69 ribu dolar memperkuat potensi terjadinya tekanan jual di wilayah tersebut.
Meski demikian, kenaikan lanjutan tetap memungkinkan. Bahkan jika harga mencetak high baru tipis di atas 69 ribu dolar, hal tersebut masih bisa diterima dalam skenario gelombang B yang mengalami overshooting sebelum koreksi berikutnya terjadi.
Potensi Pullback ke Support USD 66 Ribu
Di sisi lain, analis justru menyatakan preferensi terhadap skenario pullback terlebih dahulu ke area support di kisaran USD 66.956 hingga USD 66.640. Koreksi ini dinilai sehat secara struktur karena akan membentuk wave C dari gelombang dua sebelum potensi kenaikan berikutnya.
Secara teknikal, pola yang terbentuk saat ini ditafsirkan sebagai struktur ABC. Jika benar demikian, maka wave C seharusnya segera dimulai. Pullback ke support justru dapat memberikan peluang entry long yang lebih ideal bagi trader.
Namun penting dicatat, koreksi ini tidak wajib terjadi. Jika Bitcoin langsung melanjutkan kenaikan dan menembus resistance, skenario bullish tetap berlaku selama harga tidak turun di bawah USD 66.194.
Struktur Gelombang Elliott Masih Jadi Acuan
Pendekatan analisis yang digunakan dalam update ini mengacu pada teori gelombang Elliott. Dalam skenario utama (white scenario), wave dua kemungkinan sudah selesai dan pasar siap membentuk wave C ke atas.
Namun price action saat ini disebut tidak terlalu bersih atau impulsif. Kenaikan yang terjadi belum menunjukkan karakter lonjakan kuat yang biasanya terlihat pada wave impulsif. Oleh karena itu, sikap analis tetap berhati-hati meski bias jangka pendek masih condong ke arah bullish.
Kondisi ini membuat trader perlu menyiapkan dua skenario sekaligus: breakout di atas USD 69 ribu atau koreksi ke area USD 66 ribu. Manajemen risiko menjadi kunci dalam situasi seperti ini.
Faktor Akhir Pekan dan Volatilitas
Pergerakan harga Bitcoin di akhir pekan sering kali diwarnai volatilitas tak terduga karena likuiditas yang lebih tipis dibanding hari kerja. Hal ini meningkatkan peluang terjadinya pergerakan tajam, baik ke atas maupun ke bawah.
Dengan posisi harga yang kini berada tepat di area resistance berisiko tinggi, pelaku pasar disarankan untuk tidak terlalu agresif sebelum ada konfirmasi arah yang lebih jelas.
Selama support USD 66.194 tetap terjaga, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka. Namun jika level tersebut ditembus, maka skenario koreksi lebih dalam bisa menjadi kenyataan.
Untuk saat ini, pasar Bitcoin berada di titik krusial. Area USD 69 ribu menjadi medan pertarungan antara buyer dan seller. Apakah BTC akan breakout dan melanjutkan tren naik, atau justru turun lebih dulu menguji support? Jawabannya kemungkinan akan terlihat dalam waktu dekat.
Editor : Lucky Naiha Syafira