Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bitcoin Masih Sideways di 65K–70K, Analis Wanti-Wanti Potensi Anjlok ke 52K Jika Gagal Tembus 71.5K

Lucky Naiha Syafira • Senin, 23 Februari 2026 | 15:30 WIB

Bitcoin masih sideways di 65K–70K. Analis targetkan 52K jika gagal tembus 71.5K. Volatilitas besar segera datang.
Bitcoin masih sideways di 65K–70K. Analis targetkan 52K jika gagal tembus 71.5K. Volatilitas besar segera datang.

RADAR TULUNGAGUNG - Pergerakan Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah dalam beberapa hari terakhir harga aset kripto terbesar di dunia itu terjebak dalam fase sideways di kisaran USD 65.000 hingga USD 70.000. Analisis terbaru menunjukkan, Bitcoin masih menghadapi tekanan teknikal yang berpotensi membawa harga turun lebih dalam jika gagal menembus level krusial USD 71.500.

Dalam pembaruan analisis teknikal berbasis time frame 4 jam, terlihat adanya pola hidden bearish divergence. Pola ini muncul ketika harga Bitcoin membentuk lower high, sementara indikator RSI justru mencetak higher high. Kondisi tersebut umumnya menjadi sinyal pelemahan tren bullish dan membuka peluang terjadinya koreksi atau pergerakan sideways berkepanjangan.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di antara level high sekitar USD 71.500 dan support kuat di area USD 65.000. Selama harga bergerak di dalam rentang ini, pasar dinilai masih dalam fase konsolidasi atau “choppy sideways”.

Baca Juga: Analisis Bitcoin Terbaru: Sinyal Koreksi Besar atau Siap Reli ke 100K? Ini Target Harga dan Skenario Elliott Wave

Area Resistance dan Support Krusial

Pada time frame harian, Bitcoin tercatat masih bergerak di dalam zona resistance besar antara USD 67.500 hingga USD 70.000. Sementara itu, support terdekat berada di kisaran USD 66.000 hingga USD 65.000.

Indikator Bollinger Bands juga menunjukkan penyempitan (squeeze), yang biasanya menjadi tanda akan datangnya lonjakan volatilitas besar. Penyempitan ini mengindikasikan bahwa pasar sedang menunggu katalis untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika Bitcoin mampu menembus level USD 71.500 secara meyakinkan, maka potensi kenaikan menuju area likuiditas di sekitar USD 73.000 hingga USD 85.000 terbuka lebar. Namun sebelum itu terjadi, analis menilai pasar masih cenderung berhati-hati.

Bias Mingguan Masih Bearish, Target 52K dan 45K

Meski pergerakan jangka pendek cenderung sideways, bias pada time frame mingguan masih dinilai bearish. Pola bear flag yang sebelumnya terbentuk telah breakout ke bawah, membuka peluang koreksi lanjutan menuju target USD 52.000 bahkan USD 45.000.

Level invalidasi untuk skenario bearish ini berada di atas USD 87.000. Artinya, jika Bitcoin mampu mencetak penutupan mingguan di atas level tersebut, maka pola bearish dinyatakan gagal dan potensi tren naik kembali terbuka.

Namun hingga saat ini, skenario utama yang dipertahankan analis adalah koreksi bertahap menuju target lebih rendah, meski kemungkinan rebound jangka pendek tetap ada.

Baca Juga: Viral Bangga Anak Jadi WN Inggris, LPDP Panggil Suami Alumni Diduga Belum Tuntaskan Pengabdian, Terancam Kembalikan Dana Beasiswa?

Likuiditas Menumpuk di Dua Sisi

Analisis likuiditas menunjukkan penumpukan signifikan di dua area utama, yakni sekitar USD 66.800 dan USD 69.000. Kondisi ini lazim terjadi saat pasar bergerak sideways, di mana likuiditas menumpuk baik di atas maupun di bawah harga saat ini.

Dalam jangka sangat pendek, tren masih menunjukkan kecenderungan menurun selama harga belum mampu menembus garis resistance menurun (descending resistance line). Jika tekanan berlanjut, area USD 66.800 berpotensi kembali diuji dalam waktu dekat.

Namun di sisi lain, apabila terjadi breakout kuat di atas USD 71.500, maka target likuiditas berikutnya berada di USD 72.300 sebagai resistance minor sebelum membuka jalan ke USD 73.000 dan lebih tinggi lagi.

Arus Dana ETF Bitcoin Masih Positif

Dari sisi fundamental, arus dana ke produk ETF Bitcoin mencatat net inflow sekitar USD 90 juta dalam satu hari perdagangan terakhir. Arus masuk dana ini menunjukkan minat investor institusional masih cukup solid meski harga bergerak stagnan.

Masuknya dana ke ETF kerap menjadi indikator sentimen jangka menengah, terutama karena melibatkan investor besar dengan horizon investasi lebih panjang.

Baca Juga: Viral Alumni LPDP Dwi Setia Ningtias: “Cukup Aku yang Jadi WNI, Anak-anakku Jangan”, Publik Geram dan Seret Nama LPDP

Potensi “Fireworks” Pekan Ini

Dengan Bollinger Bands yang semakin menyempit pada time frame 12 jam, volatilitas besar diperkirakan segera terjadi, terutama memasuki pekan perdagangan baru. Pergerakan tajam bisa muncul baik ke atas maupun ke bawah, tergantung level mana yang lebih dulu ditembus.

Bagi trader jangka pendek, kondisi sideways seperti ini justru dinilai lebih mudah dimanfaatkan melalui time frame rendah dibanding mencoba memprediksi arah besar pada grafik harian.

Untuk saat ini, kunci utama pergerakan Bitcoin berada pada dua level: support USD 65.000 dan resistance USD 71.500. Breakout dari salah satu area tersebut akan menjadi penentu arah tren berikutnya.

Investor dan trader pun disarankan tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat potensi volatilitas besar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga: Bitcoin 2025 Masuk Fase “Extreme Fear”, Retail Jualan, Institusi Borong Besar-Besaran—Tanda Bull Run Baru Segera Dimulai?

Editor : Lucky Naiha Syafira
#ETF Bitcoin #Analisis Bitcoin #Harga Bitcoin #Bitcoin #Support dan Resistance