Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Emas XAU USD Tembus 5.210, Rally 2 Persen Dipicu Tarif Trump dan Geopolitik Timur Tengah

Ayu Dhea Cheryl • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:39 WIB

Harga emas XAU USD melonjak lebih dari 2 persen hingga tembus 5.210 per troy ons, dipicu kebijakan tarif AS dan ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Harga emas XAU USD melonjak lebih dari 2 persen hingga tembus 5.210 per troy ons, dipicu kebijakan tarif AS dan ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Harga emas XAU USD kembali mencuri perhatian pelaku pasar global. Pada perdagangan awal pekan, harga emas melonjak lebih dari 2 persen hingga menembus level 5.210 per troy ons. Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, dipicu kombinasi sentimen proteksionisme perdagangan dan meningkatnya risiko geopolitik global.

Kenaikan harga emas XAU USD tersebut terjadi setelah kebijakan tarif global baru diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kebijakan ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas perdagangan internasional, sekaligus mendorong investor kembali memburu aset safe haven seperti emas.

Selain faktor tarif, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperkuat sentimen bullish di pasar emas dunia. Kombinasi dua sentimen besar ini membuat permintaan emas meningkat signifikan di tengah kondisi dolar AS yang relatif stabil.

Baca juga:Tarif Trump dan Ketegangan Global Dorong Safe Haven

Rally harga emas tidak lepas dari kebijakan tarif global 15 persen yang diberlakukan Amerika Serikat. Kebijakan tersebut memicu respons keras dari Uni Eropa dan menunda sejumlah negosiasi dagang dengan India. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan rantai pasok global.

Di saat bersamaan, pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu menjelang pertemuan di Jenewa. Peningkatan aktivitas militer di kawasan Timur Tengah semakin memperbesar risiko geopolitik yang menjadi katalis positif bagi emas.

Meski indeks dolar AS bertahan di kisaran 97,8 dan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun berada di sekitar 4,07 persen, harga emas tetap menguat. Salah satu pendorong tambahan datang dari kembalinya permintaan fisik dari China pasca libur panjang, yang meningkatkan volume pembelian di pasar global.

Emas sebagai aset lindung nilai kembali menjadi pilihan utama investor untuk mengantisipasi ketidakpastian perdagangan dan potensi eskalasi konflik kawasan.

Baca juga:Analisa Teknikal XAU USD: Momentum Bullish Masih Dominan

Secara teknikal, pergerakan harga emas XAU USD menunjukkan sinyal lanjutan bullish. Pada time frame harian (daily), candle yang terbentuk memperlihatkan pola impulsif bullish, menandakan momentum buyer masih sangat kuat.

Harga berhasil menembus level high sebelumnya di area 5.108 dan membentuk high baru hingga menyentuh 5.238. Level ini menjadi sinyal konfirmasi bahwa tren kenaikan masih berlanjut.

Namun demikian, potensi retracement atau koreksi tetap terbuka sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya. Target teknikal terdekat berada di kisaran 5.284 hingga 5.404, yang merupakan area proyeksi Fibonacci 61,8 persen hingga 78,6 persen.

Selama harga tidak menembus dan close di bawah 5.108, tren jangka menengah masih dikategorikan bullish.

Baca juga:Zona Retracement dan Area Penting Time Frame 4 Jam

Pada grafik 4 jam, struktur pasar masih menunjukkan continuation bullish. Meski demikian, terdapat zona pantau retracement di kisaran 5.176 hingga 5.145 yang berpotensi menjadi area akumulasi buyer.

Jika terjadi koreksi ke zona tersebut dan muncul konfirmasi candlestick bullish seperti bullish engulfing atau pin bar, peluang kenaikan lanjutan terbuka lebar.

Sebaliknya, jika harga menembus dan close di bawah 5.108, maka potensi koreksi lebih dalam menuju area 5.000 hingga 4.900 per troy ons bisa terjadi. Area tersebut menjadi demand zone terdekat yang perlu diwaspadai trader.

Sementara itu, jika sesi Asia dan Eropa mampu mempertahankan harga di atas 5.238, maka target lanjutan ke 5.284 hingga 5.404 semakin realistis.

Baca juga:Time Frame 1 Jam: Target Jangka Pendek Menguat

Dalam time frame 1 jam, tekanan bullish masih terlihat dominan. Level 5.243 menjadi resistance terdekat yang sedang diuji. Jika mampu ditembus dengan candle impulsif, maka momentum kenaikan berpotensi semakin agresif.

Zona retracement minor berada di area 5.176. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, struktur kenaikan jangka pendek masih terjaga.

Secara keseluruhan, analisa teknikal menunjukkan harga emas XAU USD masih berada dalam momentum bullish kuat. Namun, trader tetap disarankan menyesuaikan posisi dengan trading plan masing-masing dan memperhatikan konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan.

Dengan kombinasi sentimen fundamental global dan dukungan teknikal yang solid, pergerakan emas dalam waktu dekat masih berpotensi volatil dengan kecenderungan bullish selama level support utama tidak ditembus.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#safe haven #Analisa Teknikal Emas #XAU USD #harga emas #Tarif Trump