Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Menguat 1,5 Persen, Saham INET hingga ANTAM Punya Potensi Upside 8–25 Persen, Cuan Berlanjut?

Fadhilah Salsa Bella • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:00 WIB

RADAR

IHSG menguat 1,5 persen. Sejumlah saham seperti INET, BUMI, hingga ANTM berpotensi upside 8–25 persen. Cek analisanya.
IHSG menguat 1,5 persen. Sejumlah saham seperti INET, BUMI, hingga ANTM berpotensi upside 8–25 persen. Cek analisanya.
TULUNGAGUNG – IHSG menguat 1,5 persen pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (23/2). Penguatan IHSG ini disambut positif pelaku pasar karena dinilai membuka peluang lanjutan reli menuju area resistance 8.540 bahkan kembali ke level psikologis 9.000.

Kenaikan IHSG menjadi sentimen penting bagi sejumlah saham pilihan yang tengah berada dalam tren teknikal menarik. Beberapa emiten bahkan disebut memiliki potensi upside mulai 8 persen hingga 25 persen. Namun, investor tetap diingatkan untuk melakukan analisa mandiri sebelum mengambil keputusan.

Secara teknikal, IHSG dinilai masih on track menuju resistance terdekat. Jika mampu menembus 8.540 dan menutup gap, peluang menuju 9.000 semakin terbuka. Kondisi ini menjadi kabar gembira bagi investor ritel karena biasanya diikuti penguatan saham-saham lapis dua dan tiga.

Baca Juga: Hari Pertama Pengurukan Jalan Sambirobyong–Pulotondo Terkendala Hujan, Target Perbaikan sebelum Lebaran Tetap Dikejar

INET Berpotensi Reversal, Target 14–15 Persen

Salah satu saham yang disorot adalah INET. Emiten ini menguat tipis 0,97 persen setelah berhasil breakout dari trendline. Secara teknikal, INET berpeluang menguji resistance minor dengan target kenaikan di kisaran 474.

Jika dihitung dari harga saat ini, potensi upside INET mencapai 14–15 persen. Area support kuat berada di sekitar 390 yang menjadi batas penting menjaga tren tetap bullish. Dari sisi transaksi, pergerakan broker menunjukkan adanya distribusi oleh salah satu pihak, namun masih diimbangi akumulasi broker lain termasuk pemegang saham pengendali.

DEWA dan BUMI Masih Sideways, Tunggu Konfirmasi

Saham DEWA cenderung bergerak stagnan dengan volume yang menurun. Secara teknikal, harga masih tertahan di area resistance 650 dan belum mampu breakout dengan volume besar. Penurunan volume saat harga melemah memunculkan indikasi anomali atau potensi divergence.

Sementara itu, BUMI juga menunjukkan pola serupa. Harga bergerak terbatas dengan volume rendah dalam dua hari terakhir.

Secara teknikal, BUMI masih mengincar penutupan gap di area 330–332. Namun tekanan jual dari salah satu broker besar perlu dicermati karena berpotensi menahan laju kenaikan.

Baca Juga: Beasiswa LPDP Disorot Lagi, 413 Awardee Tak Pulang ke Indonesia, Konsep Utang Negara Kembali Mengemuka

PADI Melejit 22 Persen, Masih Ada Ruang Naik?

PADI menjadi salah satu saham paling mencolok dengan lonjakan 22 persen dalam sehari. Kenaikan ini didukung pola teknikal berupa penutupan gap dan rejection berulang di area support sebelumnya.

Volume yang sebelumnya rendah saat harga turun menjadi sinyal anomali yang akhirnya dikonfirmasi dengan lonjakan signifikan. Secara teknikal, PADI masih memiliki potensi upside sekitar 20 persen. Meski demikian, investor diingatkan untuk tidak FOMO dan tetap memperhatikan risiko koreksi.

MINA dan BUVA Tunjukkan Akumulasi Kuat

MINA berhasil menyentuh resistance 446 dan mencatat kenaikan signifikan. Target berikutnya berada di kisaran 505 dengan potensi kenaikan lanjutan jika volume tetap terjaga. Dari sisi broker, terlihat akumulasi bersih cukup besar yang memperkuat sentimen positif.

BUVA juga menarik perhatian setelah menguat 6 persen. Secara teknikal, saham ini berpotensi menuju 1.845 dengan potensi upside hingga 25 persen. Namun pergerakan broker menunjukkan aktivitas keluar-masuk yang cepat sehingga investor perlu waspada terhadap aksi ambil untung jangka pendek.

Baca Juga: Harga Emas XAU USD Tembus 5.210, Rally 2 Persen Dipicu Tarif Trump dan Geopolitik Timur Tengah

ANTAM dan HRTA Terdorong Harga Emas Dunia

Kenaikan harga emas dunia turut mendorong saham sektor pertambangan seperti ANTM dan HRTA. ANTM telah mencapai target resistance sebelumnya dan kini berpeluang melanjutkan kenaikan dengan potensi upside sekitar 8 persen menuju 4.760.

Dari sisi transaksi, broker besar kembali melakukan akumulasi setelah sebelumnya sempat distribusi. Hal ini mengindikasikan respons cepat terhadap sentimen global.

HRTA bahkan mencatat breakout menuju all time high. Secara teknikal, tren masih tergolong strong uptrend. Meski terdapat rejection tipis di harga atas, struktur tren belum menunjukkan pelemahan berarti.

WIRG dan OASA Mulai Reversal

WIRG berhasil menembus trendline turun yang menandakan potensi reversal. Target terdekat berada di area 108 dengan estimasi upside sekitar 15 persen.

Sementara OASA menunjukkan pola break minor resistance dan retest yang sukses. Target kenaikan berada di kisaran 590, namun risiko koreksi juga perlu diperhitungkan karena jarak ke support cukup dalam.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG membuka peluang lanjutan bagi sejumlah saham dengan pola teknikal menarik. Meski demikian, setiap potensi upside tetap harus diimbangi manajemen risiko dan analisa menyeluruh, termasuk membaca pergerakan volume, support-resistance, hingga distribusi dan akumulasi broker.

Investor disarankan tidak hanya terpaku pada persentase kenaikan, tetapi juga memperhatikan struktur tren dan kekuatan volume sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga: Harga Emas XAU USD Tembus 5.210, Rally 2 Persen Dipicu Tarif Trump dan Geopolitik Timur Tengah

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#saham BUMI #Saham INET #analisa teknikal #ihsg #Saham ANTM