Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Saham BUMI Berpotensi Tembus 500? Harga Emas dan Batu Bara Naik, Grup Bakrie Siap Swing 20 Persen di Maret

Fadhilah Salsa Bella • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:30 WIB

Saham BUMI berpeluang tembus 500? Simak analisis lengkap dampak harga emas dan batu bara terhadap grup Bakrie.
Saham BUMI berpeluang tembus 500? Simak analisis lengkap dampak harga emas dan batu bara terhadap grup Bakrie.
RADAR TULUNGAGUNG - Saham BUMI kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan transaksi jumbo Rp1,2 triliun dalam sehari. Meski hanya ditutup menguat 0,68 persen ke level 296 dan tercatat asing net sell, lonjakan volume tersebut memicu spekulasi bahwa saham grup Bakrie ini tengah bersiap untuk pergerakan besar.

Dalam analisis terbaru yang beredar di kalangan trader, saham BUMI dinilai memiliki peluang swing signifikan pada Maret, terutama jika mampu menutup perdagangan di atas level psikologis 300.

Momentum penguatan harga emas dan batu bara global disebut menjadi katalis utama yang dapat mengangkat kinerja saham sektor tambang, termasuk saham BUMI.

Tidak hanya saham BUMI, sejumlah emiten lain dalam grup yang sama seperti BRMS, ENRG, DEWA hingga RAJA dan RATU juga masuk radar dengan potensi kenaikan 10–20 persen jika skenario teknikal berjalan sesuai harapan

Baca Juga: Saham BUMI, NOBU hingga CUAN Disorot! Analis Ungkap Area Penting dan Target Cuan 9–10 Persen, Ini Strateginya

Harga Emas dan Batu Bara Jadi Katalis

Sebelum masuk ke analisis teknikal saham BUMI, perhatian tertuju pada pergerakan komoditas. Harga emas tercatat melonjak lebih dari 2 persen dan berhasil menembus resistance 5.100. Sementara harga batu bara Newcastle menguat ke level 121, melewati resistance kuat 120 yang bertahan hampir setahun.

Kenaikan dua komoditas ini menjadi sentimen positif bagi saham tambang. Secara historis, penguatan emas dan batu bara kerap diikuti kenaikan saham-saham berbasis komoditas, terutama yang memiliki eksposur signifikan terhadap produksi batu bara.

Saham BUMI: Kunci di Level 300

Secara teknikal, saham BUMI dinilai krusial jika mampu closing di atas 300, baik secara harian maupun pada penutupan bulanan. Jika skenario itu terjadi, peluang melanjutkan penguatan semakin terbuka.

Target optimistis bahkan menyebut potensi kembali ke atas 500 dalam jangka menengah. Meski demikian, skenario realistis yang lebih terukur adalah kenaikan 20 persen dalam sebulan ke depan.

Strategi yang disarankan adalah akumulasi bertahap dengan manajemen risiko ketat. Mengingat volatilitas tinggi, trader disarankan disiplin pada level cut loss jika skenario tidak berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Daftar Artis Meninggal Dunia 2026: Romi Jahat, Laki Wija, Lula Lahfah hingga Rian Kyoto Tutup Usia di Awal Tahun

BRMS dan ENRG Siap Ikuti Jejak

Selain saham BUMI, BRMS juga menarik perhatian. Dengan harga penutupan 1.060 dan aksi asing net buy meski terdistribusi, saham ini berpotensi melesat ke 1.200 jika mampu menembus 1.100. Target lebih agresif bahkan membuka peluang menuju 1.300 atau sekitar 20 persen kenaikan.

Sementara itu, ENRG yang ditutup di 1.665 memang terkoreksi tipis. Namun secara teknikal, peluang menuju 2.000 masih terbuka jika mampu menembus resistance 1.800. Level support minor berada di 1.600 dan support kuat di 1.500.

Kenaikan ENRG sebelumnya sudah mencapai 60 persen sejak awal Februari, menunjukkan momentum yang masih kuat meski berada dekat area resistance.

DEWA, PKTR dan MMN Masih Swing

DEWA dinilai aman selama tidak menembus 600. Target minimal berada di kisaran 700–730 untuk potensi swing Maret.

PKTR yang ditutup di 1.045 juga menunjukkan pola teknikal menarik. Support kuat berada di area 990–1.000. Jika bertahan, target ke 1.250 terbuka dengan potensi kenaikan sekitar 20 persen.

MMN yang terkoreksi ke 7.800 dinilai masih dalam fase akumulasi. Support kunci berada di 7.400–7.500. Target jangka menengah mengarah ke 8.800 hingga 10.000 jika tren berlanjut.

Baca Juga: Daftar Artis Meninggal Dunia 2026: Romi Jahat, Laki Wija, Lula Lahfah hingga Rian Kyoto Berpulang di Awal Tahun

CUAN, PTRO hingga RAJA Ikut Menguat

Saham CUAN menguat 3,74 persen ke 1.800. Secara teknikal, selama tidak ditutup di bawah 1.735, arah pergerakan masih cenderung naik. Target jangka pendek berada di 2.000, dengan potensi kenaikan lanjutan jika breakout berlanjut.

PTRO juga dinilai menarik dengan support di 6.800 dan target 8.000. Sementara RAJA yang ditutup di 4.910 memiliki target 6.000 selama tidak turun di bawah 4.700.

Adapun RATU dinilai bullish jika mampu menembus 8.000, dengan target psikologis di 10.000. Namun jika sempat terkoreksi mendekati 7.000, target kemungkinan lebih konservatif di 9.000.

Risiko Tetap Harus Dikelola

Meski banyak saham menunjukkan potensi 10–20 persen kenaikan, analis mengingatkan bahwa pasar saham tidak pernah pasti. Tidak ada rumus matematika mutlak dalam trading. Kerugian tetap mungkin terjadi, sehingga manajemen risiko dan disiplin trading plan menjadi kunci utama.

Jika IHSG berada dalam tren bullish, peluang saham-saham ini mencapai target relatif lebih besar. Namun keputusan beli dan jual tetap berada di tangan masing-masing investor.

Dengan dukungan sentimen komoditas dan volume transaksi besar, saham BUMI dan grupnya berpeluang menjadi motor penggerak sektor tambang pada Maret. Pertanyaannya kini, mampukah level 300 ditembus dan membuka jalan menuju reli berikutnya?

Baca Juga: Momen Najwa Shihab Menangis di Depan Nia Ramadhani Viral, Pengakuan Soal Luka Batin hingga Rehabilitasi Bikin Studio Sunyi

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#saham BUMI #saham BRMS #batu bara Newcastle #harga emas