Meski harga sempat turun tajam pada pembukaan pekan, analis menilai momentum bearish mulai melemah dan peluang rebound jangka pendek tetap terbuka.
Bitcoin hari ini sempat mengalami penurunan tajam pada sesi Asia awal pekan setelah muncul laporan rencana serangan terbatas AS terhadap Iran.
Ketegangan geopolitik tersebut memperkuat sentimen risk-off di pasar global dan memicu tekanan jual di aset berisiko, termasuk kripto.
Selain isu Iran, pasar juga merespons kebijakan tarif global baru Trump yang disebut mencapai 15 persen.
Kebijakan tersebut menambah ketidakpastian ekonomi global dan membuat pelaku pasar memilih menunggu kejelasan arah kebijakan perdagangan AS.
“Market memang tidak suka uncertainty. Setiap ada drama geopolitik atau kebijakan baru, respons awalnya biasanya negatif,” demikian analisis dalam video update pasar kripto yang dirilis Senin.
Sentimen Trump dan Iran Picu Tekanan Awal Pekan
Tekanan Bitcoin hari ini disebut tidak berdiri sendiri. Pergerakan kripto mengikuti pelemahan pasar saham global, terutama indeks S&P 500 dan Nasdaq, yang juga terdampak sentimen geopolitik.
Analis menjelaskan pola pergerakan Bitcoin awal pekan kerap diwarnai volatilitas tinggi atau manipulasi likuiditas.
Pada kasus terbaru, harga disebut baru jatuh signifikan setelah pembukaan candle mingguan, bukan saat akhir pekan ketika berita pertama muncul.
“Weekend sempat stabil, baru Senin pagi terjadi bantingan. Ini menunjukkan reaksi pasar bertahap,” ujarnya.
Namun dibandingkan reaksi pasar terhadap kebijakan tarif Trump pada awal 2025, tekanan kali ini dinilai jauh lebih ringan.
Saat itu, pasar kripto sempat mengalami koreksi besar setelah kebijakan tarif terhadap Meksiko dan Kanada diumumkan.
Kali ini, pasar relatif lebih tahan karena Mahkamah Agung AS disebut telah mempertanyakan legalitas kebijakan tarif global tersebut. Ketidakpastian hukum ini membuat pelaku pasar menilai dampak kebijakan belum pasti.
Analisis Teknikal: Breakout Lemah, Struktur Masih Bearish
Dari sisi teknikal, Bitcoin hari ini memang telah menembus level terendah sebelumnya, menandakan struktur bearish masih dominan.
Namun penurunan tersebut dinilai tidak agresif dan langsung direspons pembelian.
Analis menyebut kondisi ini sebagai indikasi “liquidity sweep”, yakni penurunan cepat untuk memicu panic selling sebelum harga stabil kembali.
“Setelah create lower low, langsung muncul candle bullish. Artinya ada demand yang menahan harga,” jelasnya.
Secara struktur, Bitcoin disebut masih berada dalam fase koreksi tiga gelombang (ABC correction) setelah sebelumnya menyelesaikan pola lima gelombang naik.
Dalam skenario ini, harga berpotensi mengalami kenaikan sementara sebelum turun lagi membentuk lower low baru.
Zona retracement ideal diperkirakan berada di kisaran 84.000–85.000 dolar AS yang berfungsi sebagai resistance sekaligus area imbalance harga sebelumnya.
Tekanan Jual Dinilai Mulai Melemah
Meski tren utama masih turun, analis menilai kekuatan tekanan jual Bitcoin mulai berkurang. Hal ini terlihat dari reaksi harga yang relatif stabil meski diterpa berita geopolitik besar.
Penurunan tajam yang terjadi dinilai tidak diikuti momentum lanjutan yang kuat. Kondisi ini mengindikasikan adanya permintaan yang mampu menyerap tekanan jual.
“Kalau sellers jual 100, buyers beli 95. Jadi harga turun pelan, tidak anjlok,” ujarnya.
Selain itu, data historis menunjukkan Bitcoin telah mencatat lima minggu berturut-turut penurunan dan lebih dari tiga bulan tren bearish bulanan. Kondisi jenuh jual ini biasanya meningkatkan peluang pullback atau relief rally.
Skenario Harga: Rebound Dulu, Lalu Koreksi Lagi
Dalam skenario jangka menengah, Bitcoin hari ini berpotensi mengalami kenaikan sementara untuk membentuk lower high sebelum melanjutkan tren turun. Pola ini umum terjadi dalam fase akhir koreksi pasar.
Analis memperkirakan potensi penurunan lanjutan dapat membawa Bitcoin menuju area 50.000 dolar AS atau sedikit di bawahnya sebelum menemukan dasar siklus.
Namun peluang penurunan ekstrem dinilai mulai terbatas karena harga telah turun cukup dalam dan sentimen negatif belum cukup kuat memicu aksi jual besar dari investor institusi atau whale.
“Downside mulai terbatas. Untuk turun jauh, pasar butuh katalis yang lebih besar,” katanya.
Investor Diminta Fokus Struktur Pasar
Analis menekankan pentingnya investor fokus pada struktur pasar dibanding reaksi emosional terhadap berita. Selama tren utama masih bearish, strategi jangka pendek dinilai lebih relevan daripada spekulasi arah jangka panjang.
Ia juga mengingatkan bahwa analisis pasar bersifat opini dan tidak dimaksudkan memengaruhi keputusan investasi individu.
“Gunakan sebagai referensi, bukan patokan tunggal. Setiap investor tetap harus bijak,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Bitcoin hari ini masih bergerak dalam tren turun, tetapi momentum bearish disebut mulai melemah. Pasar diperkirakan membutuhkan katalis geopolitik atau ekonomi yang lebih besar untuk mendorong penurunan lanjutan yang signifikan.
Editor : Nabiyah Putri Wibowo