Video ini berisi analisis internal kreator yang menekankan disiplin, kesabaran, dan pembelian Bitcoin secara berkala sebagai kunci menjaga profit.
Dalam episode ini, kreator menjelaskan bahwa ketegangan global mulai dari rencana stok mineral strategis oleh Donald Trump, potensi konflik AS–Iran, hingga ketegangan antara China dan Taiwan telah memengaruhi pasar aset global.
Meski tensi geopolitik tinggi, harga Bitcoin justru turun, berbeda dari sejarahnya ketika konflik Ukraina–Rusia justru mendorong kenaikan kripto.
“Ini pertama kali ada tensi geopolitik panas, namun Bitcoin dan emas turun bersamaan,” ujarnya. Dampak ini juga dirasakan pada pasar saham global, termasuk China equity dan emerging market equity, yang mengalami koreksi.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar tentang aset aman di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Sejarah Dewa 19: Dari Band SMA di Surabaya hingga Bangkit Lagi di Panggung Raksasa JIS
Strategi Cicil: Kunci Borong Bitcoin
Kreator menekankan pentingnya strategi membeli Bitcoin secara berkala. Menurutnya, investor sebaiknya tidak membeli seluruh modal sekaligus, melainkan mencicil berdasarkan jangka waktu berbeda.
Strategi ini membantu investor belajar mengenali pergerakan harga dan menjaga disiplin saat pasar volatile.
“Kalau punya gaji tetap, sisihkan sebagian untuk beli Bitcoin secara bertahap. Pelajari pergerakannya, rasakan naik turunnya, baru tambahkan modal,” jelasnya. Pendekatan ini disebutnya lebih realistis dibanding strategi cepat kaya instan yang sering dijumpai di pasar kripto.
Kreator juga membandingkan Bitcoin dengan aset keras lain seperti emas. Menurutnya, emas tetap menjadi aset unggulan saat ketidakpastian tinggi karena dianggap mampu mempertahankan nilai.
Namun, ia menekankan, koreksi di emas dan silver tahun ini lebih karena spekulasi over-leverage dari investor China, bukan perubahan fundamental.
Bitcoin dan Siklikal Market
Dalam analisis Borong Bitcoin, kreator menyoroti sifat siklikal Bitcoin. Ia mencontohkan prediksi awal tahun 2026, yang memprediksi koreksi harga dari Rp100 juta menjadi Rp80 juta, sesuai pergerakan harga saat ini.
Analisisnya bersifat struktural, bukan prediksi spekulatif, untuk menilai potensi naik atau turunnya harga.
“Bitcoin itu aset ciklikal. Kita lihat struktural market dan kondisi geopolitik. Yang bisa kita kontrol hanyalah membeli secara berkala,” ujarnya. Investor yang mengikuti episode 33 bulan ini diingatkan untuk menyiapkan strategi berdasarkan time frame dan disiplin jangka panjang.
Kepercayaan Terhadap Bank Sentral Melemah
Kreator juga menyoroti runtuhnya kepercayaan publik terhadap bank sentral. Fenomena ini terlihat dari melonjaknya yield obligasi Jepang dan ketidakpastian intervensi bank sentral global.
Menurutnya, hal ini membuat aset seperti Bitcoin, yang tidak bergantung pada intervensi pihak ketiga, semakin menarik sebagai safe haven.
Ia menekankan, meski harga Bitcoin turun, nilai fundamentalnya tetap solid. “Ini aset keras, tidak bisa direbut, tidak bisa diambil orang, dan tetap aman di saat dunia goyah,” jelasnya. Strategi cicil yang ia praktikkan selama 33 bulan terbukti menjaga keuntungan, meski pasar volatile.
Seleksi Alam Pasar dan Energi
Selain kripto dan emas, kreator juga menyoroti sektor energi. Menurutnya, tensi geopolitik global membuat kebutuhan energi meningkat, sehingga aset energi seperti minyak dan gas diprediksi menguat.
Ia menyebut kondisi ini sebagai “seleksi alam” di pasar, di mana investor harus memilih aset dengan fundamental kuat untuk bertahan.
Kesimpulan: Kesabaran, Disiplin, dan Konsistensi
Episode Borong Bitcoin ke-33 menekankan filosofi investasi: kesabaran, disiplin, dan konsistensi. Kreator menekankan pentingnya memahami aset, belajar dari volatilitas, dan tidak tergoda FOMO.
Dengan strategi cicil, investor dapat mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang pasar.
“Bitcoin ibarat kapal di badai. Tetap tenang saat pasar goyah. Belajar dari pengalaman, bukan ikut-ikutan spekulasi instan,” tutupnya.
Dengan strategi ini, total modal yang dikelola selama 33 bulan menunjukkan keuntungan konsisten, membuktikan efektivitas disiplin jangka panjang dalam investasi kripto.
Editor : Nabiyah Putri Wibowo