Kreator menekankan pentingnya memahami wave cycle of Bitcoin, khususnya fase akhir bear market atau wave C, yang dikenal paling menyakitkan dan menguji ketahanan investor.
Dalam video ini, kreator menjelaskan bahwa Bitcoin mengikuti eight wave cycle atau teori Elliot Wave, yang dikembangkan Ralph Nelson Elliot sejak 1935.
Teori ini menjelaskan bahwa harga aset bergerak sesuai psikologi pasar, yang dipengaruhi emosi massa seperti fear, greed, hope, dan euforia. Prinsip ini diterapkan pada saham dan kini terbukti relevan di pasar kripto.
“Fase C adalah yang paling brutal. Ini mengagetkan banyak orang dan menguji conviction investor,” ujarnya. Fase ini terjadi setelah wave A (penurunan pertama) dan wave B (pantulan naik yang sering memicu bull trap).
Menurut kreator, fase C menentukan siapa yang bertahan dan siap menghadapi bull market berikutnya, karena “billions are made in bear market, not in bull market.”
Wave Cycle dan Fase Conviction Test
Dalam analisis wave cycle Bitcoin 2026, kreator menjelaskan bahwa siklus harga terdiri dari lima gelombang naik (motive phase: wave 1–5) dan tiga gelombang korektif turun (corrective phase: wave A, B, C).
Wave C adalah fase yang paling menyakitkan karena harga sering turun tajam, mematahkan harapan investor, dan berlangsung cukup lama.
“Kita sekarang ada di final wave C. Wave ini violent, mengagetkan, dan panjang. Investor diuji kesabarannya,” jelasnya.
Untuk membantu analisis, kreator menggunakan garis support dari Chop Solidation 2024 dan Power Law Support, yang merupakan level harga yang belum pernah dilanggar Bitcoin sejak Genesis Block. Level ini menjadi landasan pacu bagi prediksi soft landing atau hard landing.
Selain itu, 50-week moving average dan 200-week moving average digunakan sebagai panduan untuk mengamati tren jangka panjang.
Wave B sebelumnya sering gagal menembus moving average, memperkuat sinyal bahwa wave C masih berpotensi berlanjut sebelum terjadi pattern reversal.
Strategi Investor: Sabar dan Cicil
Kreator menekankan strategi disiplin bagi investor: membeli Bitcoin secara berkala dan menyesuaikan posisi dengan kapasitas masing-masing.
Ia menyarankan memulai dengan nominal kecil untuk mengenal pergerakan harga, kemudian menambah secara bertahap.
Strategi ini membantu investor mengelola risiko dan membangun conviction sebelum masuk ke fase bull market berikutnya.
“Wave C adalah ujian. Jangan putus asa karena setelah fase ini selesai, cycle motif akan di-reset dan bull market baru akan dimulai,” ujarnya.
Konsep ini menekankan bahwa investor sukses bukan hanya yang ikut saat harga naik, tetapi yang mampu bertahan di fase koreksi panjang.
Pelajaran dari Siklus Sebelumnya
Kreator menyoroti bahwa Bitcoin di wave C sebelumnya juga menunjukkan pola serupa: pullback pada wave B gagal, kemudian harga melanjutkan penurunan hingga wave C.
Pola ini sering berulang dalam fraktal lebih kecil, seperti zigzag 535, flat 335, atau triangle 333. Saat ini, Bitcoin diduga sedang berada di pola fraktal kedua dari wave C, dengan kemungkinan koreksi lanjutan sebelum pattern reversal.
Fase bear market ini juga sejajar dengan indeks, narasi bubble AI, dan tahun midterm election AS, yang secara historis menandai tekanan maksimal terhadap harga Bitcoin.
Hanya investor yang mampu bertahan melalui wave C dengan disiplin dan conviction yang dapat menikmati keuntungan dari gelombang motif berikutnya.
Kesimpulan: Conviction Adalah Kunci
Belajar Bitcoin 2026 menekankan filosofi investasi jangka panjang: kesabaran, disiplin, dan pemahaman siklus harga. Wave C adalah fase ujian, namun investor yang memahami pola ini dan menggunakan strategi cicil memiliki peluang memaksimalkan keuntungan di fase bull market berikutnya.
“Ini saat yang tepat untuk belajar, membangun conviction, dan memahami market. Setelah wave C selesai, cycle motif baru akan membawa peluang bagi investor yang sabar,” tutup kreator. Video ini sekaligus menjadi panduan edukasi bagi semua orang yang ingin memahami Bitcoin secara mendalam, bukan sekadar ikut tren harga.
Editor : Nabiyah Putri Wibowo