Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Turun 1 Persen, Terancam Tembus 8.130? Simak Analisa IHSG dan Rekomendasi Saham BRI, HRTA, hingga INET

Kirana Meigita Luciana Rani • Jumat, 27 Februari 2026 | 10:24 WIB

IHSG turun 1 persen dan terancam tembus 8.130. Simak analisa IHSG serta rekomendasi saham BRI, HRTA, hingga INET.
IHSG turun 1 persen dan terancam tembus 8.130. Simak analisa IHSG serta rekomendasi saham BRI, HRTA, hingga INET.

RADAR TULUNGAGUNG-  Pergerakan IHSG kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Pada perdagangan 26 Februari 2026, IHSG turun sekitar 1 persen dan sempat mendekati level krusial 8.100–8.130. Level ini disebut sebagai area penentu arah tren jangka pendek hingga menengah.

Dalam analisa IHSG terbaru, indeks masih berada dalam fase koreksi wave 2. Meski sempat turun mendekati 8.100, penutupan masih bertahan di atas 8.129. Artinya, secara teknikal belum ada konfirmasi lanjutan tren turun yang lebih dalam. Namun, investor tetap diminta waspada.

“Jika IHSG turun di bawah 8.130, maka potensi pelemahan lanjutan semakin terbuka,” demikian analisa yang disampaikan dalam pembahasan market terbaru.

Kondisi ini membuat manajemen portofolio menjadi kunci. Trader disarankan disiplin menjalankan trading plan, terutama dalam menerapkan stop loss. Sebab dalam fase koreksi, technical rebound bisa terjadi sewaktu-waktu, tetapi sifatnya hanya sementara.

Baca Juga: Menu MBG Ramadan 2026 di Tulungagung Dinilai Ala Kadarnya, Orang Tua Siswa Mengeluh

IHSG Masih Wave 2, Waspadai Skenario Terburuk

Secara teknikal, IHSG disebut masih berada dalam tren penurunan jangka pendek-menengah. Skenario terburuk bisa terjadi jika indeks gagal bertahan di atas support penting.

Namun, jika IHSG mampu kembali menguat menjelang penutupan Februari, ada peluang indeks bertahan dan membentuk konsolidasi lebih panjang sebelum menentukan arah berikutnya.

Investor disarankan menjaga proporsi cash dan tidak agresif melakukan pembelian sebelum ada konfirmasi teknikal yang lebih kuat.

Baca Juga: THR P3K Paruh Waktu 2026 Cair atau Tidak? Ini Daftar Daerah yang Sudah Siap Bayar dan yang Masih Menunggu PMK

Analisa Saham BRI: Tunggu 3.800 untuk Investasi?

Salah satu saham yang banyak ditanyakan adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Secara teknikal, BRI saat ini masih berada dalam fase konsolidasi menyempit yang berpotensi membentuk pola double bottom atau triple bottom.

Namun, pola bottom tersebut baru terkonfirmasi jika harga mampu menembus area 4.250–4.270. Selama belum melewati resistance tersebut, peluang harga kembali ke bawah 3.800 masih terbuka.

Area 3.800 disebut sebagai zona akumulasi ideal untuk investasi jangka menengah-panjang. Bahkan support kuat BRI berada di kisaran 3.600–3.500. Artinya, investor yang sabar masih berpotensi mendapatkan harga sesuai target.

Untuk investasi, pendekatan yang digunakan berbeda dengan trading. Investor tidak perlu terburu-buru dan bisa memanfaatkan fitur notifikasi harga untuk menunggu level ideal tercapai.

Baca Juga: Viral Kabar Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiunan 2026 Sudah Cair, Benarkah? Ini Klarifikasi Resmi TASPEN soal Kenaikan Pensiun

HRTA Masih Layak Hold?

Untuk saham HRTA, investor yang sudah masuk di kisaran 2.500-an masih dalam posisi profit. Strategi yang digunakan adalah trend following dengan proteksi di area 2.700–2.800.

Selama tren naik belum patah, saham masih bisa di-hold. Namun, perlu diantisipasi potensi pola V-top dan bearish divergence jika harga gagal bertahan di atas level teknikal penting.

INET dan Saham Lain: Tunggu Area Support

Saham INET diperkirakan masuk fase konsolidasi dengan rentang cukup lebar. Resistance berada di kisaran 430–436, sementara support di area 330 hingga 306.

Baca Juga: THR P3K Paruh Waktu 2026 Tak Cair? Bupati Kudus Imbau PNS dan P3K Iuran Demi Solidaritas Lebaran

Untuk swing trading, area beli ideal berada di dekat support tersebut. Saat ini harga masih relatif jauh dari zona entry yang dianggap aman.

Sementara itu, saham TOBA gagal breakout di area 775–790. Tanpa konfirmasi penembusan, potensi kenaikan lanjutan dinilai terbatas. Proteksi disarankan di bawah 735–740.

Saham CBDK juga masih dalam tren turun. Area tunggu terbaik diperkirakan berada di 5.000–4.800, bahkan bisa menuju 4.500 jika tekanan berlanjut.

Waspada Saham Kurang Likuid

Untuk saham seperti MLPT, perhatian tidak hanya pada analisa teknikal, tetapi juga faktor likuiditas. Saham dengan transaksi tipis berisiko sulit dieksekusi saat harga turun tajam.

Baca Juga: Bansos Cair Double Februari 2026! KKS BRI Menyusul, KPM PKH dan BPNT Punya Peluang Dapat Rp3 Juta Sekaligus

Secara teknikal, MLPT masih berpotensi melemah menuju area 20.000 hingga 17.000. Namun risiko likuiditas menjadi pertimbangan utama sebelum masuk.

Strategi di Tengah Tekanan IHSG

Dalam kondisi IHSG yang masih dalam fase koreksi, strategi defensif lebih diutamakan. Trader disarankan fokus pada manajemen risiko dengan batas maksimal risiko kecil per transaksi.

Sementara untuk investor jangka panjang, pendekatan pasif dan menunggu harga sesuai target tetap menjadi pilihan rasional.

Dengan IHSG yang masih berada di area krusial 8.130, pergerakan beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah pasar selanjutnya. Disiplin terhadap trading plan dan tidak emosional menjadi kunci bertahan di tengah volatilitas.

Baca Juga: Nasib THR PPPK Paruh Waktu 2026 Masih Tanda Tanya? Bontang Sudah Siap, Kudus Galang Donasi!

Editor : Kirana Meigita Luciana Rani
#ihsg #Analisa Saham #Trading Plan