RADAR TULUNGAGUNG- Pergerakan IHSG kembali menunjukkan sinyal positif. Pada perdagangan hari ini, indeks ditutup menguat seiring dominasi aksi beli investor asing. Lantas, apakah IHSG berpotensi hijau lagi besok? Sejumlah analis teknikal menilai peluang penguatan masih terbuka, terutama jika arus dana asing tetap masuk.
Sinyal penguatan IHSG terlihat dari pergerakan saham-saham yang diborong asing dan mayoritas ditutup di zona hijau. Berbeda dengan perdagangan sebelumnya, di mana saham yang dibeli asing justru banyak terkoreksi, kini kondisinya berbalik. Hal ini memperkuat asumsi bahwa IHSG berpotensi hijau lagi besok, dengan sentimen yang relatif lebih kondusif.
Secara umum, jika saham yang dikoleksi asing bergerak naik dan tekanan jual mereda, maka IHSG berpotensi hijau lagi besok. Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sentimen eksternal seperti dinamika geopolitik global maupun kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang dapat memicu volatilitas.
Berikut lima rekomendasi saham yang masuk watchlist untuk perdagangan besok:
Baca Juga: Popularitas Data Makroekonomi vs Mikroekonomi
1. BBNI Jelang RUPS dan Potensi Dividen
Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan jual asing, kini arus dana asing kembali masuk.
Dari sisi teknikal, BBNI terlihat mulai breakout dan berpeluang melanjutkan kenaikan apabila sentimen pasar tetap positif. Menariknya, BBNI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam waktu dekat, tepatnya sekitar awal bulan depan.
Momentum RUPS sering kali identik dengan pembagian dividen. Sebagai bank BUMN dengan laba solid, BBNI diperkirakan akan membagikan dividen dengan estimasi yield menarik, berkisar di kisaran 8 persen. Secara historis, saham perbankan pelat merah cenderung menguat menjelang pengumuman dividen.
Target jangka pendek BBNI diproyeksikan bergerak di kisaran 4.830 hingga 5.100 menjelang RUPS. Jika IHSG berpotensi hijau lagi besok dan berlanjut beberapa hari ke depan, bukan tidak mungkin saham ini merangkak naik secara bertahap.
Baca Juga: Menu MBG Ramadan 2026 di Tulungagung Dinilai Ala Kadarnya, Orang Tua Siswa Mengeluh
2. INET Rebound Usai Koreksi
Saham INET sebelumnya sempat terkoreksi tajam saat pasar melemah. Namun, rebound yang terjadi hari ini membuka peluang trading jangka pendek.
Arus dana asing tercatat masuk cukup signifikan. Dari sisi teknikal, INET menguji level resistance di area 416. Jika level ini ditembus, potensi kenaikan lanjutan menuju 430–440 terbuka lebar.
Meski secara fundamental valuasi dinilai tidak lagi murah, sentimen teknikal dan aliran dana menjadi pendorong utama pergerakan harga dalam jangka pendek.
3. SUPR (Superbank) Uji Resistance
Saham Superbank atau SUPR juga menunjukkan pola penguatan setelah sempat terkoreksi saat pasar melemah. Kini saham ini bergerak mendekati resistance di kisaran 1.150.
Jika mampu menembus area tersebut, target terdekat berada di rentang 1.100–1.120 dalam skenario konservatif. Dukungan broker tertentu yang aktif melakukan akumulasi menjadi sentimen tambahan bagi saham ini.
4. WIFI Terdorong Sentimen Internet Rakyat
Saham WIFI menarik perhatian setelah muncul kabar terkait layanan “internet rakyat” dengan harga kompetitif. Informasi yang beredar menyebutkan paket internet 100 Mbps ditawarkan dengan harga sekitar Rp150 ribuan per bulan.
Sentimen tersebut membuat saham WIFI kembali menguat dan berpotensi menutup gap di area 2.770. Secara teknikal, jika resistance terdekat ditembus, peluang menuju level tersebut semakin terbuka.
Arus masuk dana dari sejumlah broker besar juga memperkuat spekulasi adanya akumulasi di saham ini.
Baca Juga: Sebanyak 117 Gerai KDMP di Tulungagung Dibangun, Ketersediaan Lahan Jadi Kendala Utama
5. MINA Target 464 Masih Terbuka
Terakhir, saham MINA juga masuk radar watchlist. Target jangka pendek di level 464 belum tercapai akibat koreksi pasar sebelumnya.
Namun dengan kondisi IHSG yang mulai stabil dan kecenderungan dana asing kembali masuk, peluang menuju target tersebut masih terbuka. Jika pasar tidak mengalami tekanan eksternal signifikan, MINA berpotensi melanjutkan rebound dalam waktu dekat.
Waspadai Sentimen Global
Meski IHSG berpotensi hijau lagi besok, pelaku pasar tetap harus mencermati risiko global. Gejolak geopolitik, fluktuasi harga komoditas, hingga kebijakan ekonomi Amerika Serikat dapat menjadi faktor penentu arah pasar.
Baca Juga: Nasib THR PPPK Paruh Waktu 2026 Masih Tanda Tanya? Bontang Sudah Siap, Kudus Galang Donasi!
Strategi selektif dengan memperhatikan level support-resistance serta manajemen risiko tetap menjadi kunci.
Momentum penguatan bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek, namun disiplin dalam menentukan cut loss dan target profit sangat disarankan.
Jika arus dana asing terus konsisten masuk, peluang IHSG melanjutkan tren hijau dalam beberapa hari ke depan masih terbuka lebar.