RADAR TULUNGAGUNG - Rekomendasi saham hari ini menjadi perhatian pelaku pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,50 persen ke level 8.322. Dalam sesi perdagangan terbaru, sejumlah saham unggulan seperti BBRI, EXCL, JSMR, dan BBCA masuk radar analis.
Rekomendasi saham hari ini tersebut disampaikan dalam program pasar modal yang membahas peluang teknikal sejumlah emiten. Fokus utamanya adalah strategi buy on breakout, target harga, serta level support dan resistance krusial yang wajib dicermati investor.
Di tengah pergerakan sektoral yang bervariasi—kesehatan dan konsumsi non-primer memimpin penguatan, sementara sektor keuangan melemah tipis—empat saham pilihan ini dinilai memiliki momentum jangka pendek yang menarik.
BBRI Buy on Breakout, Target 4.250
Saham BBRI menjadi salah satu yang paling agresif secara persentase di kelompok perbankan besar. Analis merekomendasikan buy di area 3.950 setelah berhasil breakout dari resistance 3.940.
Dengan tembusnya level tersebut, resistance lama kini berubah fungsi menjadi support terdekat. Target harga BBRI dipatok di 4.250 dengan resistance lanjutan di 4.270, sementara support kuat berada di 3.710.
Pada penutupan perdagangan sesi kedua, BBRI menguat 2,58 persen ke level 3.970 dengan nilai transaksi mencapai Rp1 triliun. Secara teknikal, pola breakout ini membuka peluang lanjutan rally selama harga bertahan di atas area support barunya.
XL (EXCL) Incar Resistance 3.700
Saham EXCL juga menunjukkan penguatan signifikan 5,99 persen ke level 3.360. Rekomendasi buy sebelumnya diberikan di kisaran 3.300 dengan target terdekat 3.700.
Level 3.700 disebut sebagai resistance minor yang berpotensi tercapai jika sentimen pasar tetap positif. Sementara resistance besar berada di 3.890. Untuk manajemen risiko, support EXCL saat ini berada di 3.060.
Secara teknikal, tidak terdapat resistance krusial lain sebelum 3.700, sehingga peluang menuju level tersebut dinilai cukup terbuka dalam jangka pendek.
Jasa Marga (JSMR) Andalkan Momentum Musiman
Saham JSMR juga masuk dalam daftar rekomendasi saham hari ini. Penutupan di level 3.780 atau menguat 1,07 persen dinilai sebagai bagian dari momentum musiman menjelang periode Lebaran.
Analis menyebut JSMR berpotensi membentuk pola cup and handle. Jika skenario ini terkonfirmasi dengan breakout, harga berpeluang menuju resistance utama 4.180.
Namun dalam jangka pendek, target realistis dipatok di 3.960 dengan resistance minor di 3.850. Support kuat berada di 3.720. Strategi yang digunakan adalah buy on market di 3.780.
BBCA Uji Heavy Resistance 7.925
Saham BBCA menjadi sorotan setelah muncul pertanyaan investor apakah harga mampu menembus level 8.000. Secara teknikal, level krusial yang harus dilewati terlebih dahulu adalah 7.925.
Level tersebut disebut sebagai heavy resistance karena telah beberapa kali menjadi titik pembalikan arah harga. Jika berhasil ditembus, potensi kenaikan menuju 8.100 hingga 8.200 terbuka.
Untuk sementara, target take profit direkomendasikan di 7.925 dengan support kuat di 7.150. Tanpa breakout di level ini, ruang kenaikan dinilai terbatas.
Saham Lain: ISAT hingga BRPT
Selain empat saham utama, beberapa saham lain juga dibahas. Saham ISAT direkomendasikan buy sejak 2.330 dengan target 2.600 dan support di 2.280.
BRPT memiliki resistance di 2.340 dan support di 1.900, sementara BUMI menghadapi heavy resistance di 306 dengan support 266.
Adapun saham seperti ARTO (disebut ARCO dalam dialog) tidak direkomendasikan karena dinilai memiliki risiko tinggi dan pola pergerakan ekstrem.
IHSG Ditutup Menguat, Top Gainers Dipimpin BBRI
IHSG ditutup sedikit di bawah level intraday tertinggi 8.370 setelah sempat menyentuh area 8.259. Indeks MNC36, Jakarta Islamic Index, dan LQ45 kompak berada di zona hijau.
Dalam daftar top gainers, BBRI kembali mencuri perhatian dengan lonjakan harga dan transaksi jumbo. Sementara beberapa saham seperti MBMA dan BRMS masuk jajaran top losers.
Rekomendasi saham hari ini menekankan pentingnya disiplin pada level support dan resistance. Strategi teknikal seperti breakout dan pengelolaan risiko menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar.
Sebagaimana ditegaskan analis, keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor dengan mempertimbangkan profil risiko dan strategi pribadi.
Editor : Edo Trianto