IHSG Terancam Uji Support 8.200, Saham Komoditas Masih Jadi Andalan Saat Pasar Berfluktuasi
Manda Dwi Agustin• Senin, 2 Maret 2026 | 12:05 WIB
IHSG hari ini terancam uji support 8.200. Analis ungkap peluang rebound dan saham komoditas yang masih menjanjikan.
RADARTULUNGAGUNG - Pergerakan IHSG hari ini kembali menjadi perhatian investor setelah indeks menunjukkan tanda-tanda rawan koreksi. Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup stagnan di level 8.235 setelah sempat melemah hingga mendekati 8.193.
Meski berhasil bertahan di atas level psikologis 8.200, tekanan dari investor asing masih membayangi pasar.
Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sekitar Rp694 miliar. Sementara itu, indeks LQ45 justru melemah 0,42 persen.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa IHSG hari ini masih berpotensi menguji ulang area support penting dalam beberapa sesi ke depan, terutama jika sentimen global kembali memburuk.
Analis menilai, selama IHSG mampu bertahan di atas 8.200, pelemahan yang terjadi masih tergolong koreksi sehat.
Namun, jika level tersebut ditembus dan indeks gagal kembali naik, risiko koreksi lanjutan akan terbuka dengan target penurunan menuju area 8.048 hingga 7.800.
Sinyal Teknikal: Rebound Masih Terbuka, Tapi Risiko Tetap Ada
Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan rebound jangka pendek. Jika mampu bertahan di atas area 8.200, indeks berpotensi menguat menuju rentang 8.400 hingga 8.460. Bahkan, dalam skenario optimistis, target lanjutan berada di kisaran 8.740.
Namun, pasar dinilai masih sangat sensitif terhadap sentimen eksternal. Fluktuasi harga komoditas global, terutama minyak dan emas, menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan indeks.
Selain itu, arus dana asing juga masih cenderung berhati-hati, sehingga volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Analis mengingatkan, investor perlu mencermati level teknikal secara disiplin. Kegagalan IHSG mempertahankan support kunci bisa menjadi sinyal untuk sementara bersikap defensif, sembari menunggu arah pasar yang lebih jelas.
Komoditas Jadi Penopang, Medco, Antam, dan MDKA Disorot
Di tengah ketidakpastian IHSG, sektor komoditas justru dinilai menjadi penopang pasar. Lonjakan harga minyak dan emas memberikan sentimen positif bagi saham-saham energi dan tambang.
Salah satu saham yang masih menarik dicermati adalah Medco Energi Internasional. Saham ini dinilai masih berada dalam tren teknikal positif setelah bertahan di area support 1.630.
Medco Energi berpeluang kembali menguji resistance 1.835. Jika mampu ditembus, potensi penguatan lanjutan terbuka hingga kisaran 1.925–2.080. Support terdekat berada di 1.640 dan 1.585.
Saham emas seperti Aneka Tambang juga menunjukkan sinyal teknikal yang relatif sehat.
Antam diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas support 4.130, dengan target kenaikan menuju 4.740.
Sementara itu, Merdeka Copper Gold (MDKA) dinilai masih memiliki peluang naik setelah berhasil bertahan di atas level 3.580, dengan target jangka menengah di kisaran 4.000 hingga 4.890.
Analis menegaskan, dalam kondisi pasar yang fluktuatif, strategi terbaik bukan sekadar keluar atau masuk pasar, melainkan membaca rotasi sektor dan menjaga manajemen risiko.
Selama IHSG hari ini belum kehilangan support kunci, peluang tetap ada—namun kehati-hatian tetap menjadi kunci utama.