Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Strategi Investasi Saham di Tengah Ketegangan Global: Pilih Saham Sektor Emas, Minyak, atau Perkapalan?

Manda Dwi Agustin • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:42 WIB

Saham perusahaan terkait, seperti Metco dan Antam, diprediksi akan menguat seiring lonjakan harga minyak dan emas.
Saham perusahaan terkait, seperti Metco dan Antam, diprediksi akan menguat seiring lonjakan harga minyak dan emas.
 

RADAR TULUNGAGUNG - Sektor emas diprediksi akan mendapatkan keuntungan besar di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas, terutama terkait dengan konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Harga emas yang terus meningkat akibat ketidakpastian global membuat saham-saham yang bergerak di sektor ini, seperti Antam dan MDKA, menjadi pilihan yang menarik.

Analis pasar menjelaskan bahwa dalam situasi seperti ini, investor dapat memanfaatkan lonjakan harga emas untuk memperoleh keuntungan jangka pendek.

Dengan permintaan yang tinggi dan ekspektasi harga emas yang akan terus naik, saham-saham yang bergerak di sektor ini berpotensi memberikan hasil yang menguntungkan.

Baca Juga: Harga Emas Naik Terkait Ketegangan di Timur Tengah, Masyarakat Mulai Jual Emas Jelang Ramadan

Oleh karena itu, investor disarankan untuk mempertimbangkan saham-saham ini, terutama bagi mereka yang ingin menghindari risiko fluktuasi pasar saham yang lebih besar.

Sektor minyak juga akan menjadi primadona di tengah ketegangan global saat ini, khususnya karena dampak konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi harga minyak dunia.

Saham-saham seperti Metco dan Elsa, yang bergerak di sektor energi, diprediksi akan menguat seiring dengan lonjakan harga minyak.

Para analis pasar mencatat bahwa kedua saham ini memiliki prospek yang sangat baik dalam waktu dekat, terutama jika harga minyak terus menunjukkan tren positif.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke 8.209, Analis Sebut Fase Bullish Consolidation, Siap Uji Resistance 8.408?

Meskipun ada potensi volatilitas tinggi di pasar, harga minyak yang meningkat akan mendukung kinerja perusahaan-perusahaan energi ini.

Bagi investor, peluang untuk memperoleh keuntungan jangka pendek di saham-saham ini sangat terbuka, meskipun tetap perlu berhati-hati dengan waktu entry dan exit yang tepat.

Sektor perkapalan, meskipun sedikit terpengaruh oleh ketegangan geopolitik, masih menunjukkan potensi keuntungan jangka panjang.

Saham-saham yang terkait dengan pengangkutan komoditas, seperti perkapalan, mungkin akan mendapat dampak positif seiring dengan tingginya permintaan untuk pengangkutan barang-barang yang terkait dengan sektor energi dan logistik.

Baca Juga: Update Pasar Saham Indonesia: IHSG Tertahan di Area Resistance, Potensi Penurunan Jangka Pendek?

Namun, para analis mengingatkan para investor untuk berhati-hati, karena saham sektor ini bisa mengalami penurunan harga sementara akibat kelebihan pasokan dan tekanan jual yang tinggi.

Meski demikian, sektor ini masih memiliki peluang untuk rebound, terutama jika investor cermat dalam memilih saham-saham perkapalan yang berada di titik support yang kuat.

Saham perkapalan yang terkait dengan pengangkutan energi atau barang-barang komoditas dapat menjadi pilihan yang menarik ketika kondisi pasar sudah lebih stabil.

Editor : Manda Dwi Agustin
#ihsg #pasar saham #Saham 2026